Satu Tahun Untuk Selamnya

Satu Tahun Untuk Selamnya
part 17


__ADS_3

Pagi harinya


Kinan menggeliat, sambil memijat-mijat kepalanya ...


Sretttt terdengar seseorang menggeser pintu walk in closet. 


Kinan menjerit kaget, "Arghhhhhhhh!! teriak nya sambil menutup dadanya kaget


"Kenapa kau selalu menjerit sih ? kau sangat berisik !! Ucap rangga kesal sambil menutup satu kupingnya.


Kinan berdiri lalu memanyunkan mulutnya "Ada apa ? tanya nya kesal


"Ganti baju mu, temani aku berolahraga ! ucapnya lalu pergi begitu saja


"Agrhh kenapa ia meminta ku menemaninya berolahraga" gumam kinan kesal


"Cepat!!!! terdenga seruan dari jauh


"Iya-iya"


Kinan pun turun kebawah sudah memakai setelan olahraga


"Kinan, kau mau berolah raga? tanya dafi


Kinan tersenyum "Mas dafi, kau sudah disini ?


"Aku menginap disini," jawab dafi


"Sibodoh itu tersenyum kesetiap orang, memang wanita gatal" batinnya


"Apa kau tidak punya baju berolah raga yang bagus? bajumu jelek sekali" ucap rangga sinis


"Apa yang salah dengan bajuku? gumam kinan sembari melihat pakaian nya yang saat itu memakai kaos big size polos dan leging.


"Sudah lah, cepat kemari" ucap rangga


"Mas dafi, kau mau ikut dengan kami ? ajak kinan


"Tidak boleh, kalau kau mau berolahraga pergi saja sendiri ! ucap rangga sinis


Dafi hanya tersenyum, dan kinan hanya bisa menatap aneh kearah rangga.


"Ambil ini, ucap rangga sambil melemparkan kunci mobil nya pada kinan"


"Apa ini ? tanyanya bodoh


"Kau bodoh yah. itu kunci mobil,masa yang seperti itu saja kau tidak tau !


"Siapa bilang ini handsanitizer, maksudku kenapa tuan memberikannya padaku ? tanyanya


"Apalagi, hari ini kau harus menyetir ! cepat aku tidak mau kalau terlalu siang"


"Aku tidak bisa menyetir" ucapnya pelan


"Hah ? umur segini kau btidak bisa menyetir ? kau ini bodoh ? kenapa kau tidak bilang dari tadi, kau ini bisa nya hanya membuang waktu ku ! ucapnya lalu kembali merebut kunci di tangan kinan.


"Kau tidak bertanya tadi" gumam kinan


"Jangan banyak bicara, aku bisa mendengarmu !

__ADS_1


"Iya maaf"


Rangga pun mengambl alih stir lalu mereka pergi


Rangga dan kinan sudah ada di GBK , mereka berlari , niat nya seperti itu, namun yang terjadi adalah rangga menyiksa kinan, ia terus menerus menyuruh kinan berlari, sampai kelelahan sedangkan rangga sudah duduk sambil meminum air, sepanjang pagi rangga hanya mengomeli kinan agar terus berputar berlari.


Huaaaa .. kinan menghampiri rangga dengan nafas terengah-engah, "aku tidak sanggup lagi tuan " ucapnya yang sudah duduk di tanah dengan keringat yang mengucur deras, kinan melihat kearah air yang ada ditangan rangga dengan nafas yang masih terengah sambil menelan ludah nya sendiri. Rangga yang sadar kinan sedang melihat kearah minumannya, bukan nya memeberikan nya tapi malah menyembunyikan nya di balik badan nya, "Ini milik ku ! enak saja kau lihat" ucap rangga seperti anak kecil. Lagi-lagi kinan memajukan bibirnya "Dasar orang jahat !"batinnya


Kinan mengikuti rangga dari belakang, rasa nya seperti ingin menangis "aku sangat haus, aku hanya meminta air mu, bukan harta mu, hiks hiks" batinnya.


"Kinan" terdengar seruan dari samping kinan.


Kinan berbalik, begitu pula rangga yang ikut menghentikan langkahnya,


Senyum di wajah kinan merekah "Sean" ucap nya


"Kamu sedang berolah raga? tanya nya ramah


"Iya, kamu juga yah ?


"Cih, obrolan mereka sangat memuakan, kamu ? apa mereka mantan kekasih ? pria itu cukup lumayan mana mau dia dengan si bodoh itu" batin rangga


"kamu haus ? kau ingin ini ? tanya sean


"Wah rangga kamu terimakasih, ini seperti harta karun untuk ku sekarang" jawabnya sambil mengambil air di tangan sean


"Kau masih saja sangat manis" ucap sean sambil mengelus lembut kepala kinan dan kinan pun tersenyum


"Apa itu, kenapa ia menyentuh kepala si bodoh" batin rangga kesal


"Hei kinan, cepat ! ucapnya sinis


"Aku ? s


"Dia temanku, ucap kinan tiba-tiba


"Cih .. teman ? batin rangga dengan senyum meremehkan


"Terimakasih minumannya sean, aku pergi dulu yah" pamitnya


"Eh kinan, mana nomor mu ? tanya sean sambil mengangkat ponselnya


"oh , ini no ku . 08xxxxxxxx" ucap kinan.


"Baiklah, nanti aku hubungi yah " ucap sean


"Iya" dah sean.


Rangga dan kinan kembali berjalan menuju mobil. Kinan masih senyam senyum saat berjalan, dan rangga pun memperhatikannya, "Cihh lihat wajah bodoh mu, kenapa kau senyam senyum seperti orang gila?


"Nama ku kinan, berhentilah memanggilku bodoh tuan" ucapnya judes


"Siapa dia ? Teman ? memang aku ini teman mu ? tanyanya


Kinan membalikan tubuhnya, "Lalu aku harus bilang apa? aku harus bilang kau suamiku ? kau kan yang bilang jangan mengatakan itu kepada siapapun kecuali kerabat dan rekan bisnis mu" ucap kinan


"Benar juga yah," batin rangga


"Tuan, kita akan kemana sekarang? apa sekarang kita akan sarapan ? tanya kinan

__ADS_1


"Hmmmm"


"Yess ! ucapnya girang


Lagi -lagi rangga tersenyum melihat tingkah kinan "Anak ini dikepalanya hanyaada makanan saja" batinnya


Mereka pun sarapan di bubur Kwang Tung yang sangat terkenar di daerah senayan.


"Wah enak sekali ini tuan" ucap kinan


Rannga mengerutkan dahinya melihat kinan, "Pelan -pelan saja, tidak akan ada orang yang meminta makanan mu" ucap rangga


"Hehe" Kinan tersenyum,


"Cihh" rangga pun tersenyum


Untuk pertama kalinya rangga melihat kinan benar-benar tersenyum tanpa dipaksakan .


Mereka selesai makan, "Ayo kita pulang"


Di perjalanan


"Kenapa kau tidak bisa menyetir ? kau tipe yang sangat merepotkan" ucap rangga


"Aku tidak ada waktu untuk belajar menyetir, aku tidak mau merusak barang orang lain, aku tidak akan mampu menggantinya" jawab kinan polos


"Kenapa kau tidak punya banyak waktu ?


"Pokoknya tidak ada saja"


"Laki-laki yang tadi di Gbk, siapa dia ? lagi-lagi rangga bertanya


"Dia ? Dia itu .... hmmm


Kinana melihat kearah rangga lalu mengerutkan dahinya "Tuan, kau sedang mengorek-ngorek kehidupan pribadiku ? wah kau sangat tidak konsisten tuan, kau melanggar isi kontrak. ucap kinan


"Sial" batin rangga


"Hei, apa kau lupa di point 1 dan 2 , Kau harus menuruti ku, yang tidak boleh bertanya itu kau, bukan aku" jelas rangga. "Mengerti ?


"Benar juga yah, bila ku pikir lagi, kontrak itu sepertinya berat sebelah tuan" ucapnya polos


"Hahahaha, lihat gaya bicaramu,apa kau sadar kalau kau sangat menyebalkan ?"


"Itu terserah padamu saja tuan"


Tinggg.. suara notifikasi handphone kinan berbunyi


"Kinan, ini sean" isi pesannya,


Kinan tersenyum, dan segera membalas, namun belum ia membalas, ponselnya tiba-tiba mati. "Yah .. ada apa dengan ponsel ku, kenapa tba-tiba mati " gumamnya panik


"Hahahahah.. lihat, bahkan ponsel pun malas meladeni mu" ucap rangga


Lagi-lagi kinan hanya bisa mengerutkan dahinya.


"Hahahaha kau lucu sekali,hahah" rangga tertawadengan sangat puas


"Dasar jahat" batin kinan

__ADS_1


__ADS_2