Satu Tahun Untuk Selamnya

Satu Tahun Untuk Selamnya
part 26


__ADS_3

Lamunan rangga buyar, mendengar botifikasi panggilan telfonnya.


"Danira Sayang"


"Rangga, kamu dimana ?aku udah dibandara ?!! teriak danira dari sebrang


"Astaga, kenapa aku bisa melupakan danira?" batinnya


"Sayang, maaf hari ini aku sedang tidak enak badan, kamu pake taxi yah, nanti aku datang"


"Sudah lah ! kau hanya membuat ku kesal saja ! tut .. tutt .. panggilan terputus


"Damn ! Kenapa aku bisa melupakan hal spenting ini ?! gumamnya


"Ada apa tuan ? tanya kinan


"Bukan urusan mu ! jawabnya lalu pergi begitu saja meninggalkan kinan


"Ada apa dengan nya ? gumam kinan sambil menguap


"Mau kemana ngga ? tanya dafi


"Bukan urusan mu" jawabnya ketus dan pergi begitu saja.


Selang beberapa lama kinan pun turun menghampiri dafi yang sedang asik dengan laptopnya, kinan duduk di samping dafi "Mas dafi, apa yang sedang kau lakukan ? tanya nya sambil melihat ke arah laptop dafi.


"kau baru bangun ? tanya dafi lembut


Kinan menganggukkan kepalanya


"Ini apa ? kinan kembali bertanya,


"Oh ini, aku hanya sedang memantau sahamku"


"Wah, ternyata kau bukan pengangguran seperti yang aku fikirkan ? ucap kinan polos


Dafi tertawa mendengar kata-kata kinan, "Hahahha jadi selama ini kau menganggapku seorang pengangguran ? tanya dafi sambil tertawa


"Hehehe, maaf, habisnya aku setiap hari melihatmu jalan-jalan dan tidak pernah bekerja, jadi aku kira kau seorang pengangguran " ucap kinan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Kinan-kinan, kau lucu sekali" ucap dafi sambil mengelus lembut kepala kinan.


"Hehe"


"Kau tidak ikut rangga ?


"Tidak, aku kan ada disini"


"Kenapa kau tidak ikut ? kau tidak bosan dirumah ?

__ADS_1


"sebenarnya aku bosan, tapi tuan muda tidak mengizinkan ku pergi" ucapnya sambil menyandarkan tubuhnya disofa


"Tuan muda? aku sangat sering mendengar kau memanggilnya tuan muda"


Kinan langsung menegakan duduk nya karena kaget "emm, maksudku mas angga, aku hanya .. emm .. aku"


"sudah lah, tidak usah kau jawab kalau kau bingung" ucap dafi lembut lalu fokus kembali pada laptopnya.


"Kinan, bagaimana kalau kita pergi keluar ? ajak dafi


"Kemana ?


"Kemana saja yang kau inginkan"


Kinan terlihat bingung, "Tapi, mas angga tidak mengizinkan ku keluar, aku takut dia marah kalau dia pulang aku tidak ada dirumah"


"Kau hubungi dia saja dulu, bilang aku yang menemani mu"


"Hmmm ? menghubunginya ? wajahnya nampak bingung


"Kenapa?


"Masalahnya, ..hmmm


"Kenapa ?


Dafi kemabali tersenyum, biar aku yang bilang nanti.


Kinan pun tersenyum.


"Baiklah, kalau begitu aku akan siap-siap" ucap kinan sennag


Di perjalanan rangga


Rangga terus menghubungi danira.


"Apa lagiiii?!!!! tanya danira dari sebrang


"Sayang, maafkan aku.. kau dimana sekarang ? biar aku menyusul.


"Untuk apa kamu tau aku dimana ? kamu kan udah ga perduli sama aku?


"Ngga gitu sayang, kamu dimana ? dirumah atau ke apart kita ?


Diam-diam danira tersenyum


"Aku tidak mau pulang, aku saat ini sangat kesal, akku ingin berbelanja !


Rangga tersenyum "Baguslah kalau ia ingin berbelanja"batinnya

__ADS_1


"Baiklah sayang, aku jemput kamu di apartement yah, aku sudah dalam perjalanan.


"Baiklah, aku mencintaimu"


"Aku juga sayang, sampai ketemu di apart"


"Mas dafi aku sudah siap" ucap kinan


Dafi tersenyum lembut,"Baiklah" ucap dafi kemudian menutup laptop nya.


Mereka masuk kedalam mobil "Pakai safety belt mu" ucap dafi lembut.


"Kita mau kemana mas?"


"Kau ingin kemana?"


"Sebenarnya aku ingin sekali ke pasar grosir gedung asemka mas" ucapnya ragu


Dafi mengerutkan dahinya.


"Asemka apa itu ? tanya dafi bingung


"Gedung asemka mas, aku ingin membeli bahan untuk gelang-gelangku. boleh ga? tanya nya ragu


"Tentu saja boleh, beritau saja jalannya"


"Ahhh mas dafi memang terbaik !!!


mereka pun pergi.


Diapartement rangga dan danira


Ting-tong


Rangga memencet bel apart, danira segera membuka pintu dengan wajah kesal yang dibuat-buat


"Siapa yah ? tanya nya judes


"Pacarmu yang tampan" bisik rangga tersenyum


"Aku tidak punya pacar" ucap danira


"Kalau begitu, panggil aku calon suamimu" ucap rangga kmudian memeluk danira


Danira pun kembali meluluh, danira melingkarkan tangannya ke leher rangga, "Apa kau merindukanku?" tanya nya dngan nada menggoda


"Aku sangat merindukanmu, sangat sangat sangat" ucap rangga sambil mencium bibir danira


Mereka pun melepaskan rindu dengan saling berciuman, Danira selalu mencoba untuk melakukan hal yang lebih intim, namun rangga selalu menolak melakukannya, rangga selalu bilang hanya ingin melakukannnya bila hubungan mereka sudah syah, danira selalu marah karena rangga selalu menolak melakukan nya, namun rangga selalu punya cara untuk menaikan kembali mood danira.

__ADS_1


__ADS_2