Satu Tahun Untuk Selamnya

Satu Tahun Untuk Selamnya
part 37


__ADS_3

Rangga bangun dari duduk nya, ia mengambil sehelai handuk lalu menutupi baju kinan yang robek oleh ulahnya, kinan "Maaf kan aku kinan" ucap nya lembut, kinan diam-diam mengambil tasnya,kinan berhassil membawa tasnya,  kinan pun bangun,  langsung mendorongnya dan menendang kaki rangga sekuat tenaga "Dasar laki -laki brengsek !! ucapnya lalu lari meninggalkan rangga yang merintih kesakitan akibat tendangan kinan.


Kinan berlari melewati tangga darurat, dengan perasaan takutnya, ia terus berlari namun langkah nya terhenti saat menyadari keadaan nya saat ini sangat terlihat berantakan.Ia melihat pakaian yang ia kenakan , "mana mungkin aku keluar dari sini dengan keadaan seperti ini" gumamnya leah dan duduk di tangga darurat.


"Sial ! sebenarnya ada apa denganku ?! kenapa aku semarah ini ?!" gumam rangga sambil memukul tembok yang tidak bersalah sama sekali, sekilas ia teringat sikap nya yang seperti orang yang kehilangan akal saat  mencium paksa kinan. "Kau bodoh rangga ! sikap mu seperti binatang ! umpatnya sambil menarik rambutnya dengan keras"


Di tangga darurat, "Apa aku telfon sari ? tapi tidak dia pasti akan sangat kaget, atau mungkin aku harus pulang ke rumah? tapi, dengan keadaan ku yang seperti ini mana mungkin aku bisa pulang ibu pasti sangat kaget, lagi pula mba nira pasti ada di rumah, mas dafi? tiba-tiba ia mengingat dafi" ah tidak-tidak mana mungkin aku meminta bantuannya setalah apa yang dilakukan mas angga tadi" kinan memegang kepalanya dengan keras, ia pun teringat kejadian tadi, sikap rangga yang sangat menakutkan  membuat nya kembali menangis "Dasar laki-laki brengsek,sampah masyarakat" umpat nya dengan nerlinang air mata.


Kring-kring notifikasi panggilan ponsel kinan berbunyi. "Mas dafi"


"Mas dafi?" ucapnya sambil meneteskan air mata


"Hiks-hiks mas dafi" sapanya dengan suara yang masih menangis


"Kinan ? kamu dimana ? apa yang terjadi dengan mu? kenapa kamu menangis ? tanya nya penuh khawatir


"Mas dafi, tolong aku hiks hiks, kinan kembali mengis tersedu-sedu,


"Iya-iya, kamu tenang yah , kamu dimana ? beri tau aku pelan-pelan yah, aku akan datang menjemputmu"


"Aku tidak tau ini dimana? aku takut hiks hiks


"Kamu matikan panggilanmu, kamu share loct aku sekarang yah? ucap dafi menenangkan.


Kinan pun mematikan panggilannya, lalu mengirimkan dimana lokasi nya.


Begitu mengetahui keberadaan kinan, dafi pun pergi dengan tergesa-gesa. "Dafi, kamu mau keman anak? kenapa kau terlihat sangat khawatir? tanya oma


Dafi tersenyum, "Aku ada urusan sebentar ya oma, oma jangan khawatir" jawabnya tenang.

__ADS_1


"Baiklah, berkendara lah dengan hati-hati" ucap oma


"Iya oma" dafi pun mencium tangan oma dan pergi.


Setelah beberapa saat rangga tersadar, "Kenapa dia belum kembali? kemana dia dengan pakaian seperti itu ? apa dia pulang? fikir rangga lalu keluar.


Dafi datang dan mengikuti kirman lokasi yang di berikan kinan , iya membuka pintu darurat nya terlihat kinan yang sedang duduk menagis sambil menundukan kepalanya atas lututnya. Kinan nampak sangat menyedihkan, perlahan dafi menghampirinya, tangan dafi mengelus lembut kepala kinan,"Kinan" ucapnya lembut


Kinan langsung terpereranjat, wajahnya sangat terlihat kaget. "Kinan ini aku." ucap dafi lembut


Kinan menatap dafi dengan tatapan yang sangat menyedihkan, wajahnya sangat terlihat ketakutan, matanya kembali memerah.


Perlahan dafi mendekati kinan "Kinan ada apa?


Dafi memeperhatikan kinan yang sangat berantakan, serta pakaian nya yang robek "Apa yang telah dilakukan si brengsek rangga padanya?"Batin dafi


"Mas dafi, aku takut" ucap kinan tiba-tiba memeluk dafi, pelukan kinan sangat erat saat itu, seperti seorang anak kecil yang sedang sangat ketakutran ia terus menangis sambil memeluk dafi, hiks-hiks" aku takut, tolong aku mas" ucapnya dengan tersedu-sedu.


"Kemana pergi nya?aku yakin dia pasti belum jauh" ucap rangga, setelah menyisir seluruh lobby rangga pun mengambil mobilnya yang terparkir di basement. dan berniat mencari kinan dengan mobilnya.


Kinan sudah jauh lebih tenang, ia hanya diam dan sesekali terisak, dafi hanya diam menemani kinan yang masih belum bicara, Dafi tidak pernah melepaskan pandangan nya dari kinan, ia merasa sangat marah, entah apa yang telah dilakukan rangga, namun ia melihat bukti nyata, bahwa kinan sangat ketakutan dan pakaian yang ia kenakan sudah tidak karuan. hatinya sangat marah saat ini.


Kinan menanggahkan kepalanya, dan tiba-tiba tersenyum ke arah dafi, "hehe mas dafi, apa sekarang aku terlihat sangat jelek ? tanyanya tiba-tiba sambil mengelap air matanya.


Dafi tersenyum sedih sambil menggelengkan kepalanya, "Tidak, bahkan kau lebih cantik saat menangis" goda dafi.


Kinan tertawa kecil, "Cih, kau memang bermulut manis mas" ucapnya


Dafi perlahan mendekatinya, ia berjongkok di hadapan kinan "Apa kau sudah merasa lebih baik? tanyanya dengan tatapan lembut

__ADS_1


Kinan menganggukan kepala.


Dafi bangun dan mengulurkan tangannya pada kinan, "Ayo kita pergi" ajaknya


Kina perlahan bangun, "Aku, aku tidak mau pulang" ucapnya pelan.


"Aku tidak akan membawa mu pulang, aku akan mengantarmu ketempat aman" jawab lembut dafi


Kinan memandang dafi, saat ini dafi memang satu-satu nya orang yang bisa ia percaya, ia pun meng iya kan ajakn dafi, namun ia masih tidak bergerak,. "Kenapa nan? tanya nya lagi


Kinan melihat kondisi pakaian nya saat itu, lalu menutupinya dengan kedua tangannya,.Dafi tersenyum lalu membuka blazer yang ia pakai dan mengenakannya di tubuh kinan. "Sekarang sudah baik-baik saja, ayo kita pergi" ucapnya lembut.


Mereka berdua pun keluar dan berjalan menuju basement. 


"Mas dafi, kita mau kemana? tanya kinan


"Tenang kinan, aku akan membawa mu ke tempat yang aman" ucap dafi  dan kinan pun mempercayai dafi.


Rangga sepanjang malam berkeliling kota, menyusuri jalanan jakarta namun tidak menemukan keberadaan kinan, ia menepikan mobilnya, dan memukul stir! "Kemana perginya dia ?! kalau terjadi apa-apa padanya, kau tidak akan pernah termaafkan rangga ! umpatnya pada dirinya sendiri.


Ponsel rangga berdering, rangga segera mengambilnya dari saku celan, berharap itu kinan, namun ternyata itu panggilan dari danira.


"Danira Sayang"


Ia membuang nafas kasar, untuk pertama kalinya rangga mengabaikan panggilan dari danira.


"Sialan kau rangga, berani-beraninya kau tidak mengangkat telfon ku" umpatnya sambil melempar ponsel nya.


Dalam perjalan, rangga terus menelfon kinan berkali-kali.

__ADS_1


"Ponsel mu dari tadi berdering kinan, kamu tidak mau mengangkatnya? tanya dafi


Kinan hanya melihat notifikasinya, "Tidak mas, ini hanya spam, ucapnya berusaha tenang. dafi pun hanya tersenyum walau sebenarnya ia tau siapa yang terus menghubungi kinan.


__ADS_2