
"Ngga, mulai minggu depan dafi sudah mulai masuk ke perusahaan, oma berharap kalian bisa mengembangkan perusahaan dengan baik yah" ucap
"Oma tenang saja, perusahaan akan semakin berkembang ditangan kami, iya kan ngga ? tanya dafi
"Hmmm" Rangga hanya berdehmmm tanpa menjawab
"Wah senang sekali kalian bisa bekerja bersama" ucap kinan sambil tersenyum
"Diam, jangan berisik , habiskan saja makananmu" ucapnya ketus
"Iya,
"Aku sudah selesai, aku kekamar duluan, kau cepat, ikut aku ke kamar juga" perintah nya pada kinan
"Iya mas,"
Rangga langsung memelototi kinan , "Iya sayang" ucapnya pelan
Rangga pun tersenyum.
"Dasar gila" batin kinan
"Rangga-rangga" batin dafi
"Oma aku pamit keatas yah" pamit kinan
Rangga sudah naik, kinan mengikutinya dari belakang,
"Kinan" seru dafi
"Iya mas, kenapa? "tanya nya
"Selama ini aku belum hafal no mu, ucap dafi sambil memberikan ponselnya
"Oia, benar juga, sini biar aku simpan nomor ku" ucap kinan sambil mengambil handphone dafi, "Mas miscall aku aja, ponsel ku, masih ada dikamar"
"Baiklah" ucap dafi dan kinan pun langsung naik keatas.
"Kenapa lama sekali ? tanya rangga kesal
"Oh tadi aku ... "
"Sudah, tidak usah beralasan, duduk saja disini" ucapnya sambil menunjuk kearah sofa.
__ADS_1
Kinan pun menuruti permintaan rangga dengan pasrah "Kenapa dengannya,kenapa ia bertanya kalau tidak mau mendengarkan" batinnya.
Rangga duduk di meja kerjanya yang langsung menghadap sofa, ia membuka laptopnya dan sibuk memeriksa semua email yang masuk, sedangkan kinan terlihat sibuk dengan ponsel baru nya, wajah kinan terlihat senang, ia sibuk menginstall aplikasi ponselnya, sesekali rangga melirik kearah kinan dan tersenyum.
"Ya ampun" ucap kinan tiba-tiba
"Ada apa ? tanya rangga lalu menghampiri kinan
"anda mengagetkan saya tuan" ucap kinan sambil melihat rangga
"Tadi kau terlihat kaget, makanya aku kemari, ada apa ? tanyanya
"Ini. aku lupa pass instagramku" ucap kinan polos
"Apa ? kau sekaget itu hanya karna kau lupa pass media sosialmu ? tanya rangga kesal
Kinan hanya mengangguk polos
"Kau benar-benar bodoh" ucap rangga sambil mengambil ponsel nya
"Kau mau apa tuan ? tanya nya polos
"Menurutmu ?
"Mana emailmu?
"Itu sudah benar, hanya pass nya yang aku lupa"
"Baiklah"
Rangga terlihat sangat serius mengotak ngatik ponsel kinan, sampai akhirnya instagram kinan bisa terbuka.
"Yeayy terimakasih tuan muda " ucap nya senang sambil mengambil ponselnya.
"Memang nya apa yang ada di instagramu? coba sini aku lihat" ucap rangga kembali merebut ponsel kinan.
"Mana wajahmu ? kenapa isinya hanya langitt dan gelang-gelang seperti ini saja? tanya rangga bingung
"Untuk apa aku memposting wajahku? tidak akan ada yang melihatnya, jawab kinan polos.
"Kau merasa wajahmu jelek yah? tanya rangga smbil tertawa,
"Hahaha iya, jawab kinan polos sambil tertawa.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari mereka tertawa bersama dengan bahasan receh, mereka duduk sangat dekat, tiba-tiba keakraban mulai terjalin diantara mereka.
Sampai akhirnya
Tring.. notifikasi whatsaap kinan muncul, no yang tidak dikenal.
"Kinan, kau besok ada waktu ? -sean-
"Sean?" gumamnya
"Tidak, aku tidak punya waktu, bahkan untuk bernafas pun aku sibuk !" tiba-tiba rangga membalas pesan sean,
Kinan melihat kearah rangga, dan tiba-tiba tertawa, "Hahaha apakah aku sesibuk itu ?"
Rangga yang tadinya kesal mejadi ikut tertawa mendengar perkataan kinan.
Namun diam - diam rangga memblokir no sean.
"Ini ponsel mu, aku akan kembali bekerja" ucap rangga
Kinan pun mengiya kan.
Kinan tiba-tiba bangkit dari tempat duduknya.
"Mau kemana? tanya rangga
"Aku ? aku mau bekerja, kenapa tuan ?
"Kau kan belum sembuh total, tidak, tidak boleh" ucapnya ketus
"Aku sudah sembuh, aku sudah baik-baik saja"
"Baik-baik saja kepala mu, kemarin kau sudah seperti orang yang hampir mati, masih saja kau bilang kau baik-baik saja"
"Tapi tuan"
"Tidak ada tapi-tapian , duduk lah dengan tenang, jangan ganggu aku, aku harus bekerja" ucapnya ketus
Kinan tidak punya pilihan lain kecuali menuruti rangga, kinan kembali duduk, namun ia ternyata tertidur karena bosan.
Rangga diam-diam memperhatikan kinan yang sedang tertidur pulas.
Rangga tersenyum "Ada apa denganku, kenapa aku merasa nyaman di dekatnya, tidak rangga, kau milik danira !" batin rangga.
__ADS_1