Satu Tahun Untuk Selamnya

Satu Tahun Untuk Selamnya
part 5


__ADS_3

Di ruang makan rumah rangga.


Hanya ada oma dan rangga yang sedang menyantap makan malam nya,


Tiba-tiba datang seseorang yang langsung memeluk oma "ah oma, aku sangat merindukan mu"ucapnya lembut


"Cucu ku sayang, akhirnya kau pulang ke Indonesia" ucap oma memeluk lalu mencium kening Dafitama, sepupu Rangga


"Bagaimana aku tidak pulang, begitu mendengar saudaraku tersayang ini akan menikah" jawabnya sambil memeluk rangga


"Ah diam kau, tidak usah berkomentar" ucap rangga dingin


"Kau masih saja sedingin es" ucap dafi sambil tersenyum


"Cepat duduk, lalu Makan" ucap rangga dingin


Selesai makan malam, rangga dan dafi mengobrol di taman belakang.


"Akhirnya kau berhasil mengajak danira menikah" ucap dafi sambil meminum teh nya


"Aku akan menikahi adiknya, danira tidak mau aku ajak menikah"


"Uhukk-uhukk, apa maksud mu ? tanya dafi bingung


"Cerita nya sangat rumit daf,intinya aku terpaksa harus menikahi adiknya".


Dafi hanya mengerutkan dahinya masih belum mengerti maksud dari pembicaraan Rangga.


Hari pernikahan


Rangga mengajukan syarat pada papa nya untuk membuat pesta kecil-kecilan saja, hanya keluarga besar dan kolega bisnis pentingnya saja yang bisa datang.


Di kamar pengantin pria


"Wah rangga, kau sangat tampan" ucap dafi menggoda sepupunya


"Jangan banyak bicara, duduk dan diam lah" jawabnya dingin


"Tersenyum lah ga, jangan kerutkan wajah mu seperti itu, para tamu akan salah faham nanti"


"Aku tidak perduli dengan pandangan orang lain"


Dikamar Pengantin wanita


"Kamu sangat cantik nak, tersenyum lah, maafin ibu ya nak, kamu harus menderita lagi karena kesalahan ibu" ucap ibu dengan air mata yang sudah berlinang


"Jangan nangis bu, kinan ga apa-apa, kinan baik-baik saja, kinan sudah bertemu dengan pacar mba danira, mas rangga orang baik ko bu. ibu jangan banyak berfikir, aku akan baik-baik saja" ucap nya menenangkan ibu


"Semoga saja aku akan benar-benar baik-baik saja" Batin kinan


Brukkk.. Danira masuk ke kamar ganti kinan


"Wah kinan, seberapa mahal make up dan bajumu kau tetap saja terlihat tidak cantik" ucap danira


"Nak, jangan bicara seperti itu, hari ini kinan sangat terlihat cantik " Jawab ibu


Kinan hanya memegang tangan ibu, lalu menggelengkan kepalanya, "sudahlah bu, tolong tinggalkan aku bersama mba sebentar boleh ? tanya nya lembut.

__ADS_1


"Baiklah" ibu pun keluar


"Mba, tolong jangan bicara seperti itu, kasian ibu" ucap kinan


"Masa bodoh, itu ibumu bukan ibuku" jawabnya menyebalkan


"Kalau mba tidak bersikap baik sama ibu, aku akan membatalkan pernikahan ku hari ini" ancam kinan


"Coba saja kalau kau berani meninggalkan pesta ini, kau akan tau akibatnya" ucap danira sambil menunjuk wajah kinan


"Dasar wanita tidak berperasaan" batin kinan


Dipelaminan


Rangga selesai mengucap ijab qabul, semua orang tersenyum bahagia, kecuali Rangga, Kinan dan Danira.


"Selamat ya Rangga, dan kau Kinan" ucap dafi


Kinan hanya tersenyum canggung, karena dia tidak tau dngan siapa ia sedang bicara.


"Aku dafi, sepupu rangga, mulai hari ini kita akan sering bertemu" ucap dafi ramah


"oh iya, heheh. jawabnya canggung


Ibu menghampiri kinan dan rangga yang sedang berbincang dengan dafi.


"Nak rangga, ibu titip kinan anak ibu ya, sayangi dia, ibu mohon " ucap ibu dengan penuh harapan


"Ibu" ucap kinan yang tiba-tiba menangis memeluk ibu


Seolah tidak percaya kinan langsung melihat kearah Rangga, tidak percaya si pria kasar ini berbicara lembut pada ibunya.


Dafi tersenyum melihat pemandangan itu.


Setelah itu banyak sekali tamu yang terus berdatangan untuk memberikan selamat, namun di tengah acara rangga menghilang, ternyata rangga datang menemui danira yang sudah menunggu dikamar hotel di atas.


Ting tong


Rangga menekan bel kamar


Danira membuka pintu dengan raut wajah kesal "Kenapa lama sekali, apa kau menikmati pesta nya ? ucapnya kesal sambil melipat kedua tangan nya di dada


"Bagaimana mungkin aku menikmati acara ini, seharusnya aku berada disana bersamamu, sudah lah jangan marah, maafkan aku" ucap rangga sambil memeluk erat tubuh danira. Danira pun tersenyum setelah berpura-pura kesal.


"Danira melingkarkan tangan nya ke leher rangga, dan rangga melingkarkan kedua tangan nya kepinggang danira, dan mereka pun kembali berciuman, di tengah kesibukan pesta dibawah.


"Kemana dia ? kenapa dia meninggalkan ku sendirian disini, dari tadi aku bersalaman dengan orang yang tidak aku kenal" batin kinan sambil menyapu seluruh ruangan.


"Kau sedang mencari siapa ? tanya dafi yang ikut menyapu ruangan


"Aku mencari pria gila itu" jawabnya reflek


"Hah? pria gila? tanya dafi dengan wajah kebingungan


"Ups apa yang aku katakan?" batin kinan sembari menutup mulutnya dengan tangannya


"Heheheh maksud ku mas rangga" ucapnya sambil tersenyum canggung

__ADS_1


"Oh rangga.. hahahhaha ku sangat lucu kinan" jawab nya sambil tertawa


"Yang lucu itu garis hidupku bukan diriku mas" batinnya sambil tersenyum canggung


"Acara hampir selesai, kau di cari oma barusan." ucap dafi


"Oma ? tanya nya bingung


"Iya, oma mencari mu" jawab dafi sambil mengangguk "ikut dengan ku, akan aku antar ke kamar oma" ucapnya


"Baik lah, tapi aku akan berpamitan dulu pada papa dan ibu yah mas" jawabnya dengan wajah datar lalu pergi begitu saja


Entah mengapa dafi merasa kalau sikap kinan yang cuek sangat lah lucu,


"hahaha gadis itu sangat lucu" batinnya.


"Papa, aku titip ibu, doakan kinan yah pah, bu" ucap kinan sambil memeluk papa dan ibunya


"Kau tidak usah khawatir, papa akan menjaga ibu dengan baik" ucap ayah


"Terimakasih pah"


"Ibu, jangan telat minum obat, kinan pastikan walaupun kinan sudah menikah, kinan akan terus menemani ibu cuci darah"


"Terimakasih nak, fokuslah dengan suami mu sekarang, jangan pusingkan ibu" ucap ibu


"Tetap saja, kinan sangat sayang sama ibu" ucap kinan sambil memeluk ibu


"Hei kamu sudah menikah, berhenti lah bermanja-manjaan pada ibu, bermanja lah dengan suami mu" ucap ibu


"Hehe iya " ucap kinan canggung


"Aku malah merasa seperti akan datang ke kota yang dipenuhi zombie kalau ibu ingin tahu" batin kinan


"Baik lah, papa dan ibu pulang dulu, baik-baik yah di rumah suami mu" ucap ayah


Kinan tersenyum, papa dan ibu pun pamit pulang, kinan berjalan lemas menghampiri dafi.


"Mas dafi, ayo bertemu oma" ucapnya


Dafi mengangguk lalu mereka pun berjalan menuju salah satu kamar hotel tempat oma beristirahat, saat berjalan dafi melihat kinan merasa kerepotan dengan pakaiannya "Apa kau perlu bantuan ku untuk memegang bajumu? tanya nya


Tawaran bantuan dari dafi seolah seperti angin segar untuk kinan, kinan tersenyum lebar "Aku akan sangat berterimakasih" ucap nya polos


"Hahahah kau lucu sekali,kenapa kau tidak meminta bantuan ku dari awal ? ucapnya sambil menganggkat ekor baju  belakang kinan.


"Aku kira semua keluarga mas rangga sama sepertinya, ternyata mas dafi sedikit berbeda" ucap kinan polos


"Hahaha rangga sebenarnya pria yang baik, kau belum mengenalnya saja" jawab dafi


"Iya baik, baik pada kakaku" batinnya


"Ngomong-ngmong, dari tadi aku tidak melihat rangga, dimana dia ? tanya dafi


"Entah lah" ucapnya polos


Kembali dafi di buat tertawa oleh kinan.

__ADS_1


__ADS_2