Satu Tahun Untuk Selamnya

Satu Tahun Untuk Selamnya
part 40


__ADS_3

Hari sudah pagi, kinan terbangun. 


"Huaaa, sudah lama sekali aku tidak bangun siang" gumamnya sambil menggeliat. ia melihat kesekitar, "hah dimana aku? " Ia kembali menyadarkan tubuhnya sambil memeluk bantal mengingat kejadian semalam  "Dasar rangga brengsek, rangga singa gunung ! umpatnya, aku akan mendoakan mu semoga kau tidak pernah dapat tempat parkir seumur hidupmu!!!" umpat kinan kesal.


Kinan pun bangun mengambil ponselnya, lalu kembali mengaktifkan nya kembali. Begitu banyak pesan yang masuk, lebih dari 79 pesan dari rangga yang hanya bertanya "Kau dimana? "


"Sampai mati aku tidak akan memberitaumu aku dimana! ucapnya sambil menjitak ponselnya


"Suami? haha kau bercanda menamai dirimu suami? ucap kinan sambil menjitak ponselnya,


"Aku akan mengganti namanu, "SINGA GUNUNG" kinan mengganti kontak nama rangga. ia pun tertawa puas, namun tiba-tiba ia kembali diam "Kenapa kau sangat jahat padaku mas ? gumamnya lirih


 kinan pun kembali memeriksa beberapa pesan yang masuk, "MBA NIRA" "Dasar kau perebut kebahagian orang lain, lebih baik kau mati saja kinan, atau pergi yang jauh bawa juga ibu mu yang merepotkan itu !!!


"Wanita jahat" ucapnya.


"IBU" 


"Kinan, kamu sedang apa ? ibu tiba-tiba ingat kamu, apa kamu baik-baik saja ? ibu tadi lihat nira pergi membawa koper besar, ia terlihat sangat marah, hubungi ibu kalau ponselmu sudah menyala" 


Tidak menunggu lama kinan langsung menelfon ibu "Hallo ibu" sapanya


"Kinan, kau baik-baik saja ? hati ibu tiba-tiba gelisah dari semalam.


"Aku baik-baik saja bu, ka nira pergi ? 


"Iya, mba mu pergi, ia kelihatan sangat marah, kau tidak ada hubungan nya dengan kemarahan dia kan nak ?


"Tidak bu, mungkin ka nira sedang pusing dengan pekerjaannya" jawab kinan menenangkan ibu


"Iya mungkin yah"


"Bu, kinan pulang ke rumah yah, ibu tunggu kinan yah" 


"Baiklah, ibu sangat senang, kau mau ibu masakan apa ? 


"Ngga usah bu, kinan cuma pengen ketemu ibu aja" 


"Iya nak, kau izin dulu sama suami mu kalau mau berkunjung yah ?


"Iya bu" jawabnya pelan lalu mematikan telfonnya. 

__ADS_1


"Maafin kinan bu, kinan bohong" ucapnya sambil memeluk ponsel nya. 


Tring .. 


satu notikasi lagi masuk "Mas dafi" 


"Kinan, apa kau sudah bangun ? aku akan mampir ke sana, kau ingin aku bawakan apa ? 


Kinan tersenyum membaca pesan dafi,dan lekas membalasnya "Tidak usah mas dafi, aku akan berkunjung ke rumah ibu"


setelah membaca pesan kinan, dafi langsung menelfonnya "Hallo kinan"


"Iya mas, "


"Kau yakin mau berkunjung kerumah ibu ? 


"Iya, kenapa mas?


"Tunggu aku, aku akan membelikan mu pakaian yang layak, aku tidak akan lama, tidak mungkin kan kau pulang memekai pakaian ku kan ? 


"Oia ya benar juga, mas dafi aku jadi ngga enak, aku lagi-lagi ngerepotin mas dafi, terimakasih mas" ucap kinan canggung


"anytime nan, tunggu aku, aku akan sekalian membawakan mu makanan, dikulkas ku tidak ada yang bisa kaus makan" ucap dafi. 


"Dan beer heheh" ucap dafi 


"Heheh iya, kau sangat tidak sehat mas dafi" ucap kinan, 


Dafi tersenyum 


"hallo mas, kau masih mendengarku ? tanya kinan


"Iya aku masih mendengarmu, adalagi yang mau kau titip padaku ? 


"Tidak mas, Kalau begitu hati-hati di jalan yah"


"Baiklah"


Sambungan telfon pun mati, dafi tersenyum ia pergi dengan semangat.


Rangga baru saja bangun, ia langsung cek ponsel nya, pesan yang ia kirim pada kinan sudah centang biru, rangga pun langsung bangun dari tidurnya, dan segera memencet tombol panggilan untuk kinan, namun kinan sama sekali tidak menjawabnya.

__ADS_1


"Gadis ini !!! kau sengaja tidak mengangkat telfon ku ! ucap nya kesal.


Rangga bangun dari ranjangnya dan berjalan ke arah walk in closet tempat dimana kinan biasa tidur. " Sebenarnya kau ada dimana kinan?" batinnya sedih.


Ting tong ... suara bel berbunyi, kinan bergegas membuka pintu, "Pesanan datang, ucap dafi sambil mengkat semua papper bag ditangannya"


"Hehehe mas dafi" ucapnya sambil tersenyum lebar lalu mengambil semua bawaan dafi. dan duduk di kursi makan, dafi pun membantu nya membuka tas berisi sarapan yang ia bawa, mereka sangat akrab,, mungkin seharusnya kinan membuka pagi yang indah seperti ini bersama suaminya bukan dengan orang lain.


"Makan lah," ucap dafi lembut


"Hehe iya", eh mas dafi, ini kenapa? tanya kinan sambil menunjuk luka di dekat bibir dafi. wajah mereka sangat dekat saat itu, kinan menatap luka dafi dengan wajah polosnya, sedangkan dafi seperti mau mati kaku saat ia berdiri begitu dekat dengan wanita yang ia sukai.


Dafi menepis lembut jari kinan, dan segera duduk dengan canggung "Aku tidak apa-apa, makan lah" ucap dafi


Kinan memakan bubur yang dafi bawa, namun sesekali menatap dafi. "Bukan mas angga kan yang melakukannya?" tanya nya pelan.


"Bukan kinan, sudah jangan banyak bertanya, habiskan sarapan mu" ucap dafi lembu


"Baiklah"


Rangga baru saja selesai mandi, tiba-tiba ia teringat sosok kinan yang selalu mrnyiaokan segala kebutuhan paginya "Biasanya aku selalu memarahinya, duniaku terasa sepi tanpanya" batinnya,


Rangga menelfon sandy "San, cari tau keberadaan istriku" titahnya


"Baik tuan"


"Nampaknnya tuan muda sudah mulai menyukai nyonya muda" batinnya


Di apartement


Kinan sudah memakai baju yang dafi bawakan "Wah bajunya pas sekali untuku mas, kau benar-benar hebat. pujinya


"Kau sudah siap ?"


"Tentu"


"Biar aku antar"


"Tidak usah mas, aku sudah cukup merepotkanmu, aku pulang sendiri saja, kau pergilah bekerja, ini hari pertama mu kan ?"


"Kau yakin ?"

__ADS_1


"SANGAT YAKIN" jawabnya.


__ADS_2