Satu Tahun Untuk Selamnya

Satu Tahun Untuk Selamnya
part 49


__ADS_3

"Kinan, kau mau makan apa lagi ? tanya rangga tiba-tiba


"Aku sudah sangat kenyang, aku sudah tidak sanggup makan, kau belum makan benar tuan" ucap nya sambil sibuk memakai sabuk pengaman yang dari tadi ia coba pasangkan namun tidak juga terpasang.


Rangga menggelengkan kepalanya "Kemari kan ! ucap rangga sambil mengambil sabuk pengaman kinan lalu memasangkannya "Dasar bodoh begitu saja tidak bisa" ucapnya, namun kali ini ada senyuman di bibir rangga


Kinan langsung memalingkan wajahnya, "Kenapa ia tersenyum?membuat ku merinding saja" batinnya.


Ponsel kinan berdering "Mas Dafi"


"Haloo mas dafi, ada apa?


"Kau dimana kinan? tanya dafi


"Aku ...


Rangga mengambil ponsel kinan, "Dia bersamaku, kau jangan mengganggu " ucap rangga lalu mematikan ponsel nya.


"Ini ponsel mu" ucap rangga


"Tuan, kau tidak boleh begitu"


Rangga menepikan mobilnya,


"Apa maksud mu?


"Kau tidak boleh seperti itu pada mas dafi, aku takut dia marah."

__ADS_1


"Kau tidak takut aku marah ? tanya rangga tiba-tiba


"Anda kan memang selalu marah" ucapnya polos


"Hahahha jadi kau sudah terbiasa dengan sifat pemarah ku?


Kinan hanya menganggukan kepalanya


"Kau takut?


Kinan mengangguk kan kepalanya lagi


"Makanya, jangan pernah membuatku marah, kau mengerti? ucapnya lembut


Kinan kembali mengangguk


"Dia benar-benar sudah gila" batin kinan


Kinan segera membuang wajah, "ha ha, " jawab kinan hanya tertawa canggung dan rangga hanya tersenyum.


Suasana kembali hening, kinan mengeluarkan ponselnya lalu tersenyum,


"Kenapa kau tersenyum ? tanya rangga


"Ini, sari mengirimkan fotoku saat kami SMA dulu ... " ucap kinan sambil menunjukan fotonya


"Hahhaa kau jelek sekali, "

__ADS_1


"Huh, kau selalu menghinaku, biar jelek begini, dulu aku punya pacar" jawabnya sombong


"Hahahha, serius? dengan wajah jelek mu itu kau punya pacar?


"Iya dong, dulu sean sangat menyayangiku tuan muda, banyak yang menyukai sean, tapi sean malah menyukaiku, heheh aku juga sempat tidak percaya, tapi sean memang pria baik, coba saja aku lahir dari keluarga kaya, pasti aku masih bersama nya"


Rangga sedikit kesal mendengar cerita kinan.


"Sean itu pria yang kita temui saat lari pagi itu kan ? tanya nya sedikit cemburu


"Oia, kalian pernah bertemu, iya itu dia, dia tampan kan ? kemarin dia bilang juga, dia ingin kami kembali bersama,"


Rangga tiba-tiba mengerem mendadak, CEKITTTTTT


"Aw " .. rintih kinan


Rangga dengan mata terbelak bukan menanyakan kinan baik-baik saja, dia malah langsung bertanya pertanyaan tidak terduga, "Lalu kau menjawab apa saat ia meminta mu kembali padanya? tanya nya


"Hufttt .. apalagi, aku jawab aku tidak bisa, memangnya aku harus menjawab apa ? aku kan masih menikah dengan mu, walalupun ini hanya pura-pura, tapi kan ini pernikahan sungguhan di mata tuhan, mana mungkin aku meng iyakan, wanita macam apa aku" jawab nya sambil berusaha mengambil ponsel nya yang jatuh.


Rangga tersenyum mendengar jawaban kinan.  wajah nya terlihat sangat senang dan lega , namun tiba-tiba ia diam "Sialan juga bocah itu, beraninya dia mendekati istriku" batinnya


Sampai di rumah, rangga dan kinan langsung masuk ke dalam kamar, udara sangat dingin saat ini, "Huaa dingin sekali, ucap kinan sambil naik ke atas sofa tempat tidurnya, lalu menarik selimutnya.


"Kau tidak akan mencuci wajahmu? kau jorok sekali kinan"


"Biarkan saja, aku hampir mati kedinginan, lagi pula kita berjauhan aku jorok pun tidak akan menganggu mu tuan" jawabnya di balik selimutnya.

__ADS_1


"Cihhh,, dasar kau" ucapnya sambil tersenyum, tiba-tiba rangga tersenyum dan naik ke atas sofa disebelah kinan, rangga masuk kedalam selimut kinan, lalu memeluk kinan, kinan yang tadinya terus bergerak tiba-tiba diam, nafasnya terasa terhenti "Bernafaslah, kau bisa mati kalau kau seperti itu" ucap rangga dengan mata terpejam sambil memeluk kinan.


"Ada apa dengannya, kenapa ia terus melakukan hal seperti ini, tapi pelukannya sangat membuatku nyaman, apa yang harus aku lakukan tuhan" batin kinan.


__ADS_2