
"Kemana pergi nya mas angga yah ? apa dia masih sangat marah ? apa dia akan bilang sama mba danira ? dia sudah pergi cukup lama, apa aku harus meminta maaf ? kalau mba danira tau, aku takut ia akan menumpahkan kekesalannya pada ibu, baiklah lebih baik aku meminta maaf saja pada mas angga saat ia pulang " batinnya.
Kinan menunggu rangga pulang di sofa kamarnya,
Waktu sudah menunjukan pukul 22.00
Rangga masuk kedalam kamar, "Tuan kau sudah pulang ? sapa kinan
Rangga sama sekali tidak menggubris kinan, ia langsung masuk kedalam toilet, lalu kinan langsung mengikutinya,
"Hei apa yang kau lakukan ?! ucap rangga kesal
"Biar aku siapkan dulu air hangat nya untuk mu" ucap kinan sambil tersenyum
"Ada apa dengan wanita ini ?" batin rangga lalu keluar,
"Tuan muda air nya sudah siap"
Rangga masih tidak memperdulikan kinan dan masuk begitu saja, kinan segera menyiapkan setelan tidur untuk rangga, "Rangga telah selesai mandi, "Tuan ini teh hangat untuk mu, hmmm soal tadi siang, aku minta maaf, aku sudah sangat kasar,tolong tidak usah di ambil hati dan jangan mengatakan hal tu pada mba nira" ucapnya pelan
"Oh jadi ia takut kalau aku mengadu pada danira" batin rangga sambil tersenyum licik
Rangga melihat kearah kinan dengan wajah liciknya
"Jadi kau takut aku akan mengadu pada danira ? baiklah aku akan menelfonnya sekarang" ucapnya sambil mengangkat ponselnya
"Jangan tuan" ucapnya panik
Tapi tidak disangka danira benar-benar menelfon rangga
__ADS_1
"DANIRA SAYANGKU"
"Danira? gumamnya sambil melihat layar ponselnya
"Minggir kau" ucap rangga datar
"Hallo sayang, kenapa kau baru menghubungiku? tanyanya lembut
"Cih ..memang mba danira yang bisa jadi pawangnya, tapi biarkan saja yang penting aku sudah minta maaf" ucapnya lalu masuk kedalam kamarnya, iya kamar, versi orang-orang, namun untuk kinan kamarnya adalah walk in closet.
"Sayang aku kangen" ucap danira
"Aku juga, kenapa lama sekali baru menghubungiku ? tanya rangga
"Iya sayang aku sangat sibuk disini, aku hanya ingin mengabari mu aku akan pulang besok lusa, kamu jemput aku yah dibandara"
"Baiklah sayang, aku mencintaimu, kamu jangan nakal yah"
"Kamu tenang saja, aku hanya mencintaimu" ucapnya lembut
Tut .. tut .. sambungan terputus
Rangga tersenyum sambil memeluk ponselnya, "Eh mana si bodoh itu, aku belum selesai dengannya" batinya tiba-tiba teringat kinan.
Ia segera menyusuri ruangan mencari kinan, ia pun membuka walk in closetnya, ia melihat kinan yang sudah terlelap. anehnya bukan perasaan kesal tapi ia tersenyum, "Bisa-bisa nya ia tidur sebelum aku bilang aku memaafkan nya" batinnya , lalu ia menutup kembali pintu nya
"Apa badan nya tidak sakit setiap hari ia tidur di lantai seperti itu ? batinnya, masa bodoh ah" yang penting ia disini, eh tunggu, kenapa aku perduli ia disini atau tidak, ih " batinnya sambil membrigidigkan tubuhnya.
Keesokan paginya, mereka sudah selesai sarapan, rangga terlihat sangat bosan duduk di sofa kamar nya, "Aku sangat bosan" batinnya. tiba-tiba kinan masuk, rangga langsung melihat kearahnya sambil tersenyum jahil dan muncul lah ide untuk mejahili kinan ,
__ADS_1
Kinan pun sadar, "Ada apa dengan tatapannya, pasti ia ingin mengerjaiku, kinan pun segera masuk menghindari rangga, rangga malah mengejarnya masuk ke walk in closet "Hei mau kemana kau ? tanya nya
"Aku mau kesini, kau kan lihat aku masuk kesini, kenapa masih bertanya? tanya nya
"Badan ku sakit, pijat aku cepat, " ucapnya sambil menarik kinan keluar, "Tapii aku .. "..
"Jangan banyak bicara ayo pijat pundakku" ucapnya sambil menepuk pundak nya sendiri.
Dengan kesal kinan memjijat rangga, tanpa sengaja rangga melihat tangan kinan yang masih merah karena ulahnya kemarin.
"Tangan mu masih merah ? tanya nya
"Tentu saja, kemarin kau menariknya lalu membantingnya dengan sangat kera" ucap nya sambil memeriksa tangannya
"Apa sangat sakit? tanya rangga sambil memeriksa tangan kinan
"Ada apa dengannya? apa kepalanya terbentur ? batin kinan
Kinan segera melepaskan tangan nya dari tangan rangga, "Sudah, tidak apa-apa tuan" ucapnya
"Makanya kau jangan melawanku, jangan membuat ku marah, apa itu sudah kau obati ? tanya nya lembut
Kinan memnganggukan kepalanya "Sudah, oma sudah mengoleskan salep untuk ku"
"Bagus lah, mandi dan ganti pakaian mu, kita akan pergi" ucap rangga datar lalu sibuk kembali dengan ponselnya
"Iya" kinan hanya mengiya kan
"Kalau kau mengajaku pergi, hati ku selalu was-was tuan" batinnya
__ADS_1