Satu Tahun Untuk Selamnya

Satu Tahun Untuk Selamnya
part 14


__ADS_3

Pagi hari nya, kinan sudah terbiasa bangun pagi, ia bangun lebih pagi dari rangga. "Dia masih tidur, aduh aku harus membangunkannya pukul berapa ? batinnya, Sebaiknya aku tanya pak reki. kinan pun turun kebawah untuk mencari pak reki, keadaan di bawah ternyata sudah cukup sibuk, beberapa pelayan sudah mulai memasak untuk membuat sarapan pagi, "Nyonya muda, apa yang kau lakukan disini? tanya pak reki sedikit panik melihat nyonya rumah berada di dapur


"Pak reki, aku ingin bertanya, jam berapa aku harus membangunkan tuan muda, ? tanya nya


"Tuan muda ? tanya pak reki bingung


"Bukan, maksud ku suamiku, mas angga"


"Oh tuan muda angga, biasanya tuan muda harus bangun pukul 06.25 lalu ia akan mandi setelah 5 menit ia melamun"  dan di jam 06.30 tuan muda mandi, lalu beragkat ke kantor" jelas pak reki


"Oh begitu, baiklah, terimakasih pak reki " ucap kinan lalu segera kembali ke kamarnya


Kinan memutuskan untuk mandi terlebih dahulu sebelum rangga bangun.


Kinan sedikit agak ragu membangunkan rangga yang terlihat tertidur pulas "Wajahnya saat tertidur tidak begitu menakutkan seperti saat ia bangun"  masih ada 5 menit, lebih baik aku menyiapkan air mandi nya saja dulu"


batinnya


"Tuan muda, bangun" ucap kinan hati-hati


Namun rangga masih saja belum bangun


"Tuan muda"


Akhirnya kinan memberanikan diri untuk menyentuh lengan rangga "Tuan muda bangun"


Rangga terbangun, lalu menggibaskan tangan kinan dengan kasar hingga tangan kinan terpelanting ke wajahnya dan membuat pipi kinan sedikit tergores oleh kukunya


"Aw.. rintih kinan


Rangga sedikit kaget, namun ia merasa kesal karena kinan menyentuhnya tanpa izin.


"Itu semua salah mu ! siapa yang menyuruhmu menyentuhku ! ucapnya lalu pergi meninggal kan kinan untuk mandi


"Aw, kenapa ada pria sejahat itu, aku kan hanya membangunkannya" gumam kinan sambil mengelus-ngelus pipinya. "sabar kinan, hanya satu tahun"  ucapnya menenagkan dirinya sendiri.


Kinan pun langsung membereskan tempat tidur rangga, lalu menyiapkan baju kerja rangga.


"Salah sendiri dia menyentuhku tanpa izin, lagipula aku tidak sengaja melakukannya" gumam rangga yang sebenarnya merasa bersalah.


Kinan melayani rangga seperti biasanya, seolah insident tadi tidak pernah terjadi.


Kinan memakaikan rangga dasi, kali ini kinan berhasil, kinan tersenyum bangga pada dirinya sendiri.


"Jangan tersenyum, memakaikan dasi itu sudah menjadi hal yang memang harus dikuasai wanita" ucap nya ketus

__ADS_1


Namun kinan tidak menggubrisnya.


Mereka turun ke bawah untuk sarapan.


"Istri rangga, ada apa dengan pipi mu ? tanya ama


/deg/ rangga langsung kaget mendengar pertanyaan oma.


"oh ini oma ? tanya kinan sambil memegang pipinya,


"Ini tadi tergores saat aku mencuci muka ku, heheh aku tidak hati-hati tadi" jawabnya


Rangga melihat kearah kinan, "kenapa ia berbohong?  batinnya


"Lain kali berhati-hatilah, bila orang lain lihat, orng akan salah faham melihatnya mereka akan kira cucuku telah memperlakukanmu dengan kasar" ucap oma


"Iya oma" jawab kinan


Selesai sarapan rangga menyempatkan diri mengobrol sebentar dengan oma, sedangkan kinan pergi ke teras depan untuk bertanya sesuatu pada sandy.


"Mas sandy,"


"Iya nyonya ? ada apa ? kenapa kau sampai berlari,lalu ada apa dengan pipimu  ? tanya sandy


"oh ini? hmm ini hanya karna kecerobohanku saja, mas, aku boleh minta sebuah catatan jadwal tuan muda dan apa saja yang tidak disukainya?


"Aku tidak butuh yang ia sukai, lebih baik aku tau apa yang tidak ia sukai saja, supaya aku bisa aman satu tahun kedepan" ucapnya polos


"Nyonya, pelankan suaramu, "


"Oia maaf, bagaimana? apa kau mau membantuku ? bisik nya


"Baik nyonya, nanti akan saya buatkan"


"terimakasih mas " ucapnya lalu pergi


Kinan kembali k dalam, menunggu rangga selesai bicara pada oma, barulah ia mengantaran rangga kedalam mobil.


"Hati-hati dijalan" ucapnya


"Hmmm, jaga sikap mu, jangan buat masalah hari ini, mood ku sudah sangat jelek" ucap rangga ketus


"Iya mas angga"


Rangga pun pergi ke kantor, dan kinan pun bergegas pergi karena gojek yang ia pesan juga sudah menunggu di luar gerbang, kinan berlari lalu menghampiri gojek yang menunggu nya mangambil helm dan naik keatas motor.

__ADS_1


Mobil rangga, tersusul oleh motor kinan, "Tuan itu nyonya kinan" ucap sandy . rangga hanya menoleh lalu kembali sibuk dengan ponselnya.


Sepert biasa, selesai kuliah kinanpergi untuk bekerja, kebetulan rangga dan klien nya ada di restoran yang sama.


"Hei pelayan, apa kau bodoh ? kenapa kau memberikan ku ice capucinno ! aku memesan hot ! ucap salah satu pelanggan sambil berteriak membuat semua pandangan tertuju pada mereka.


"kinan" batin rangga


"Pelayan sekarang memang sedikit ceroboh" ucap klien rangga


Rangga hanya tersenyum tanpa merespon lebih.


Ia kembali melihat kearah kinan yang hanya bisa tertunduk saat segala makian ditujukan padanya.


Dikantor rangga


Rangga duduk di ruangannya "Jadi ia bekerja disana ? tangguh juga dia, pantas saja aku sering menjahatinya tapi ia tidak pernah menangis, ternyata ia cukup terlatih menerima segala penghinaan" batinnya


"Surprise !!!!!


Tiba -tiba terdenagr seruan dari belakang rangga, lalu memeluknya .


"Danira" ucapnya sambil tersenyum dan balik memberikan pelukan.


"Apa yang sedang kau fikirkan? kau sedang memikirkan ku yah? tanyanya


"Iya, aku selalu memikirkan mu, sedang apa kau disini ? bagaimana jalan-jalan mu kemarin? tanya nya lembut


"Cukup menyenangkan, lihat ini tas yang baru aku beli kemarin, bagus kan ? tanya danira


"Bagus, tas itu sangat cocok untukmu" jawab rangga


"Sayangm aku akan ke singapur sore nanti, "


"Singapur? berapa lama ? tanya rangga


"Hanya satu minggu, tidak apa-apa kan? tanya nya


"Memang harus yah? tanya rangga


"Iya, aku akan ikut audisi disana, jadi aku sempatkan kemari untuk pamit pada pacar tersayangku"


Rangga tersenyum namun sedikit kecewa, "baiklah kalau itu membuat mu senang, aku akan mengantarmu" ucap rangga.


"Tidak usah, aku pergi sendiri saja, kau jangan nakal yah disini" ucapnya lalu mencium bibir rangga

__ADS_1


Rangga langsung tersenyum membalas ciuman danira, "Kau tidak perlu khawatir, bagiku tidak ada gadis yang lebih cantik dan menarik selain kau"


Danira pun tersenyum.


__ADS_2