
Kinan pergi kerumahnya, sedangkan dafi sudah tiba di kantor. Rangga sudah duduk di kursi kebesarannya dengan titlle PRESDIR. Rangga duduk dengan tumpukan dokumen di depannya, hari ini rangga sangat terlihat tidak fokus, sandy pun menyadari itu.
"Tuan muda, apa ada hal yang mengganggu anda?" tanya nya hati-hati.
"Aku? hahaa kau bercanda? aku tidak pernah tidak fokus dalam bekerja, jangan kau lontarkan pertanyaan bodoh untuk ku" hahaa jawab nya canggung
"Anda yakin?
Rangga memelototi sandy " Kalau kau berada disini hanya untuk mengganggu, sebaiknya kau keluar !" ucap nya sinis lalu melanjutkan kembali aktifitasnya menandatangani beberapa dokumen.
"Maaf kan saya tuan muda"
Kinan sampai di rumah ibu,
Ting -tong
Kinan memencet bel rumahnya, Mba yu membukakan pintu untuk kinan.
"Eh non kinan"
Tingtong kinan memencet bel rumah,
setelah beberapa saat, mba yu membukakan pintu rumah.
"Non kinan? sapa mba yu yang terlihat sibuk dengan beberapa tas di tangannya.
"Mba mau kemana ?" tanya kinan bingung
"Loh, non kinan ga dikasih tau ? ibu masuk rumah sakit non"
"Ibu ? ucap kinan kaget.
"Kenapa ibu mba ? tanya nya panik.
"Tadi pagi, tiba-tiba ibu jatuh non. sebaiknya kita pergi kerumah sakit saja non, kasian ibu sendiri disana" ucap mba yu terburu-buru
Kinan pun pergi bersama mba yu, dalam perjalanan kinan hanya bisa menangis, sesampainya di rumah sakit, terlihat papa nya sedang menunggu di luar
"Kinan"
__ADS_1
Kinan berlari menghampiri papanya "Bagaimana keadaan ibu pah ? tanya kinan yang sudah berlinang air mata.
"Ibumu kritis nak, papa tidak tau, tadi pagi ibu mu tiba-tiba terjatuh, dokter bilang ibu terkena serangan jantung"
"Hiks-hiks astaga ibuuuu " tangis nya pecah, lutut nya seakan melemah.ia menangis sejadi-jadinya.Ia marah, marah dengan takdirnya.
Kinan menatap ibu dari balik kaca ruangan ibu yang masih belum bisa di jenguk. ia hanya menangis sambil menatap tubuh ibunya yang sedang terkulai lemah didalam dengan banyak sekali selang di tubuhnya. Hati nya hancur sehancur-hancurnya.
Sandy masuk keruangan rangga dengan tergesa-gesa. Brukkk !!!!
"Tuan muda, ada berita buruk" ucapnya dengan wajah serius
"Aku tau, aku bisa lihat dari caramu masuk ke ruangnan ku, ada apa? tanyanya santai.
"Ibu nyonya kinan masuk rumah sakit, saya dengar mertua anda terkena serangan jantung tuan"
"Apaaaa??!!!" kinan sudah tau ?
"Dari informasi yang saya dapat nyonya muda sudah sampai disana"
"Rumah sakit mana?"
"Rumah sakit xxxx"
"Baik tuan muda"
Rangga pergi dengan tergesa-gesa, dafi tidak sengaja berpapasan dengan rangga "Mau kemana dia? kenapa ia pergi tergesa-gesa? batinnya.
Rangga melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. sesampainya di rumah sakit, rangga melihat kinan yang sedang duduk memeluk kedua kakinya sambil menangis sendirian di luar ruangan ICU, matanya terlihat kosong, ia hanya sesekali mengelap air matanya. perlahan rangga menghampiri kinan, perlahan kinan menanggahkan kepala melihat siapa orang yang tiba-tiba berdiri di hadapannya.
Kinan menatap rangga dengan tatapan yang sulit diartikan. Dan rangga balik menatap kinan dengan tatapan iba.
Kinan bangun dari duduk nya "Aku mohon, jangan ganggu aku sekarang, aku tidak punya cukup tenaga untuk menghadapi mu" ucapnya dengan berlinang air mata dan pergi.
Rangga menarik tangan kinan, sampai kinan tertahan, kinan pun menghentikan langkahnya dan berbalik kearah rangga sambil menghempaskan tangan rangga dengan kasar. "Lepaskan aku !! ucapnya kasar lalu pergi begitu saja.
Untuk pertama kalinya rangga melihat kemarahan di mata kinan, tatapan kinan menunjukan kebencian yang sangat dalam. rangga pun melemah, ia duduk dengan perasaan yang campur aduk. Kring kring.. suara ponsel rangga berdering "Oma"
"Iya oma" sapa rangga lemas
__ADS_1
"Nak, apa benar mertuamu masuk rumah sakit?
"Iya oma, ini aku sedang di rumah sakit"
"Bagus, kau temani istrimu disana yah, jangan kemana-mana , istrimu pasti sangat sedih saat ini"
"Iya oma"
"Ya sudah, titip salamku untuk istrimu"
"Iya oma"
"Jangan lupa ingat kan ia makan"
"Iya oma"
"Baiklah ,aku tutup telfonnya.
Kinana berjalan keruangan administrasi, mencari papanya, namun kinan tidak sengaja mendengar percakapan papanya di telfon "Ia nak, tapi ini istri papa, papa tidak mungkin tidak membayar tagihan rumah sakitnya, ini istri papa"
bla bla bla bla ................
"Terserah, ini keputusan papa, kau memang tidak pernah dewasa ! ucap papa sambil mematikan ponselnya. "
Tanpa di beritahu, kinan sudah tau siapa yang sedang berbicara dengan papa tirinya, siapa lagi kalau bukan danira, "Aku yakin, pasti mba melarang papa untuk membayar biaya rumah sakit ibu"batinnya.
Kinan menghampiri papanya, ia berusaha tegar dan tersenyum "Papa" sapanya
"Kinan, kau sudah makan nak ?"
"Sudah, papa sebaiknya makan dulu,"
"Papa sudah makan nak, papa urus ini dulu yah" ucap papa sambil menunujukan tagihan rumah sakit
"Papa, boleh kinan lihat tagihannya ?
Papa tersenyum, "Ini tanggung jawab papa, kau jaga saja ibu disana ya" ucap papa lembut
"Pah," ucapnya sambil memeluk papa nya, "Terimakasih, kinan janji, kinan pasti ganti uang papa buat ibu"
__ADS_1
Papa mengelus kepala kinan dengan lembut, "Ibu mu istri papa, kamu anak papa, tidak ada aturan anak harus mengganti uang orangtuanya, jangan berfikir aneh yah" ucap papa lembut
Kinan merasa lega, ia sangat bersyukur papa sangat mencintai ibunya, dan tidak menelantarkan ibunya, walaupun ia tau, danira akan marah setelahnya.