Satu Tahun Untuk Selamnya

Satu Tahun Untuk Selamnya
part 12


__ADS_3

Kuliah kinan telah selesai, ia segera pergi ke restoran untuk bekerja paruh waktu.


"Kinan" seru sari sambil menghampiri kinan


"Sari" sapa kinan


"Kau mau kemana? buru-buru sekali? "


"Mau kemana lagi? ya kerja lah sar"


"Naik mobil ku saja, sekalian aku antarkan, kebetulan aku ada urusan di daerah sana"


"Serius? dengan senang hati" ucap kinan sambil membuka pintu mobil sari


"Kau ini kinan, titlle mu saja anak orang kaya, kau tetap miskin dari sejak aku mengenalmu" gurau sari


"Hahaha iya juga yah " hahahha jawabnya malah tertawa,


Sampai i restoran tempat kinan bekerja


"Bu dira, boleh saya bicara sebentar? tanya kinan pada manager restoran


"Tentu saja, boleh kinan, ayo masuk keruangan ku" ajak bu dira


"Bagaimana? apa yang ingin kau sampaikan ?


"Begini bu, kinan mau izin mulai besok apa kinan bisa dibayar perjam saja ?" tanya nya ragu


Bu dira mengerutkan dahinya "Kenapa ? ada masalah apa ? tidak biasanya kau punya permintaan aneh seperti ini?


"Aduh apa yang harus aku katakan, tidak mungkin aku bilang aku sudah menikah, tuan muda melarangku mngatakan itu di luaran, apa aku pakai ibu sebagai alasan ? kinan terliht berfikirkeras sampai akhirnya, batinnya "Begini bu, ibu kinan sekarang sering sendirian dan akhir-akhir ini ibu sering sakit lagi, makanya kinan harus selalu ada di rumah, apa boleh bu ?


"Hmmm ibu mu yah, baiklah, aku tidak mempermasalahkan itu, asal cara kerja mu tidak berubah, aku mengizinkannya"


Senyuman kembali merekah di bibir kinan, "Terimakasih bu dira"


"Bukan masalah, sudah kembalilah bekerja" ucap bu dira


Kinan pun pergi meninggalkan ruangan bu dira dan mulai bekerja.


Hari ini restoran tidak terlalu ramai, kinan pun pamit pulang padapukul 16.00


Sampai di rumah rangga


"Selamat datang nyonya, sapa pak reki


"Pak reki, jangan memperlakukan ku seperti itu, itu membuatku menjadi sangat canggung. ucapnya


Pak reki hanya tersenyum "Apa ada yang anda butuhkan nyonya ?


"Tidak pak, nanti kalau aku membutuhkan sesuatu aku akan mencari mu, aku pamit keatas dulu ya pak"


"Istri rangga sudah pulang ?seru oma dari pintu teras taman


"Sore oma, " sapa kinan


"Istri rangga, simpan tas mu, lalu kemari lah" ucap oma

__ADS_1


Kinan sempat kebingungan, lalu ia menaruh tas nya dan menghampiri oma, "Iya oma ada apa ? tanya nya


"Ambil ini, lalu bantu aku merapikan tanaman ku" ucap oma sambil memberikan sekop pada kinan


Tanpa berfikir panjang kinan langsung menghapiri oma dan mengambil sekop lalu membantu oma merapikan tanaman kesayangan oma.


"Lumayan juga anak ini " batin oma yang melihat kinan sangat sigap membantu oma.


"Pindahkan yang itu kemari" ucap oma


Kinan langsung menganggkat pot nya kearah yang oma tunjuk, "Ah tidak-tidak, bawa lagi kesana, sebaiknya yang itu saja yang diletakan kemari" ucap oma berubah fikiran


Kinan pun meletakan pot itu ke tempat semula lalu memindahkan pot lain ke tempat yang oma tunjuk.


"Ah tidak-tidak, lebih bagus yang sebelumnya"


"Iya oma, " kinan kembali memindahkannya


"Hmmm tidak bagus yang itu sepertinya" oma mulai berubah fikiran lagi


"Oma !!" ucap kinan


Oma langsung melihat kearah kinan "Kenapa dia memanggilku, apa dia kesal dengan ku ? batin oma


"Ada apa ? apa kau kesal padaku ? tanya oma


"Bukan aku kesal, tapi lihat, tata letak oma kurang bagus ... ini terlalu terlihat berwarna-warni " ucap kinan


"Tidak, ini sudah bagus" tegas oma


"benar juga yah "batin oma, tapi oma gengsi untuk mengakuinya"Tidak, ini sdah bagus menurutku"


Kinan menyapu ruangan di disekitarnya, terlihat ada salah satu pelayan yang sedang membersihkan guci guci milik oma "Mba, coba deh mba kesini sebentar, lihat, tata an tanaman oma kurang bagus kan ? tanya nya


Pelayan tersebut tidak berani menjawab, dengan gagap dia hanya bilang "Tidak nyonya, ini sudah bagus bila nyonya besar yang mengaturnya" ucapnya


"Kau dengar itu kan ? ucap oma dengan bangga


"Dia berbohong oma" ucapnya polos


"Pak reki, coba kemari, jawab dengan jujur, tata an ini kurang indah kan ?


"Sudah bagus nyonya"


Oma kembali tersenyum penuh kemenangan.


"Kenapa semua orang berbohong", batinnya sambil memjukan mulutnya melihat oma yang masih tersenyum penuh kemenangan.


"Benar oma, tatanan nya sedikit berantakan," ucap seseorang yang tiba-tiba memecah kebingungan


"Mas dafi? gumam kinan sambil tersenyum dengan wajah dan tangan yang penuh dengan tanah.


"Apa iya ? tanya oma


"Coba lihat itu oma, lebih baik bila tanaman yang satu warna di letakan di tempat yang sama, pasti terlihat lebih indah" ucap dafi


Oma terdiam beberapa saat "Benar juga yah, baiklah, istri rangga, tolong pindahkan lagi ketempat semula" Ucap oma dengan nada gengsi

__ADS_1


Kinan masih memanyunkan mulutnya sambil melihat oma


"Kenapa kau memelototiku ? kau marah ? tanya oma


"Tidak, tapi aku kesal, kenapa oma tidak percaya apa yang aku katakan tadi" ucapnya


Dafi tertawa mendengar kinan melawan oma, karena mereka berdua tampak lucu,


"Sudahlah aku tidak mau bicara dengan mu" ucap oma lalu pergi


Dafi hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan kedua wanita itu.


"Biar aku bantu kinan, ucap dafi.


"Tidak usah mas, nanti baju mu kotor, biar aku saja, kau temani oma saja, ajak dia mengobrol agar ia tidak berubah fikiran lagi, hehe" ucapnya sambil tertawa kecil


Tanpa sengaja dafi malah terpesona dengan tawa kinan saat itu, dan ia tersenyum kecil tanpa ia sadari.


Kinan mengibas-gibaskan tangannya tepat di depan wajah dafi "Mas .. mas dafi " ucap nya


Dafi menggelengkan wajahnya agar tersadar "oh sorry, baiklah, aku akan temani oma saja" ucapnya lalu pergi


Tidak terasa, kinan yang masih sibuk dengan tanaman oma, lupa dengan perintah rangga yang mengharus kan ia menyambutnya saat pulang dari kantor.


Rangga hari ini pulang lebih cepat, pukul 17.30 mobilnya sudah terparkir di halaman rumahnya, semua pelayan menyambutnya yang baru turun dari mobil. rangga menyisir semua orang yang ada di hadapannya "Kemana wanita itu ? batinnya


"Dimana kinanti ? kenapa ia tiak menyambutku ? tanya rangga ketus


"Nyonya muda masih aa di halaman belakang tuan" pak reki menjawab nya dengan hati-hati


Seolah kesal rangga langsung masuk dan berjalan menuju taman belakang "Apa yang kau lakukan ? kenapa kau tidak menyambutku saat aku pulang?! teriaknya kesal yang membuat kinan kaget


"Tuan, Mas angga? ucapnya kaget


"Ada apa ga ? tanya dafi yang ikut kaget mendngar teriakan rangga.


"Jangan ikut campur, ini bukan urusan mu" jawabnya ketus


"Maaf mas angga, tadi oma memintaku untuk membantunya, aku tidak melihat jam, aku tidak tau kau akan pulang jam segini" ucapnya,


Rangga melihat tubuh kinan dari atas sampai bawah yang berlumuran tanah, "Benar -benar tidak tertolong" gumamnya


"Bersihkan tubuhmu dan naik lah keatas" ucapnya lalu pergi begitu saja.


"Iya" jawab kinan lemas


Kinan melihat kesekitar, semua orang melihatnya dengan wajah iba, tapi sempat-sempatnya kinan masih tersenyum kepada semua orang,"Kenapa ia mengomeliku di hadapan semua orang" batinnya, kinan pun menunduk malu lalu mencuci tangan dan kaki nya.


"Kinan, tidak akan terjadi masalah kan ? tanya dafi khawatir


"Tidak, aku memang salah, tidak apa-apa , mas angga marah nya hanya sebentar ko mas" jawabnya sambil berusaha tetap tenang


"Sebenarnya hanya dia dan tuhan yang tau apa yang akan dia lakukan padaku, pasti ia sudah menyiapkan kata-kata pedasnya untuk ku" batin kinan


"Aku keatas yah mas" pamitnya


"Baiklah"

__ADS_1


__ADS_2