
Kinan menyusul rangga ke ruang kerjanya.
"Lama sekali" ucap rangga dengan nada datarnya
"Iya maaf tuan muda, aku kan tadi sembari memilah -milah dulu bukuku juga" jawab kinan menjelaskan sedangkan tangan nya sibuk meletakan laptop rangga. Sedangkan rangga hanya duduk sambil bersandar seperti anak kecil yang sedang dilayani oleh ibunya.
"Terimakasih" kata rangga tiba-tiba
Kinan berbalik heran sambil melihat kearah rangga.
"Ada apa, kenapa kau melihatku seperti itu?" tanya rangga dengan nada sinis khasnya.
"Hahahha, nah kalau seperti ini aku yakin kalau itu anda tuan" jawab kinan
"Dasar kau ! ucap rangga kemudian menyalakan laptop nya.
Mereka berdua sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.
"Kenapa dia tidak berisik yah, tumben sekali" batin rangga sambil melirik kearah kinan,
muncul ide untuk mengerjai kinan, aditya menggeliat seakan badannya sangat pegal. "Aduh pegal sekali" ucapnya, namun kinan tidak menggubrisnya. "Hei kinan" kinan masih tidak menggubris rangga.
"Kinan aku memanggilmu" seru rangga.
__ADS_1
Kinan pun merespon. "Iya tuan muda" tanyanya.
"Aku sangat pegal, boleh kau pijat aku sebentar? rangga.
"Iya tuan, 5 menit lagi boleh tidak? tanyanya.
"Memangnya apa yang sedang kau lakukan? kenapa kau sangat serius? tanya rangga sambil menghampiri kinan, rangga duduk disofa sambil melihat isi laptop kinan.
"Tugas mu banyak? tanya rangga lembut
Kinan hanya meganggukkan kepalanya, "banyak sekali tugasku." ucapnya.
"Aku mendapatkan pertanyaan semacam ini, Apa yang harus dilakukan seorang pimpinan bila data perusahaannya bocor, kira-kira apa yang akan kau lakukan tuan ?
"Kau bercanda yah? data perusahaanku tidak akan pernah bocor, aku membayar it yang sangat mahal, data perusahaan ku tidak akan pernah bocor kemana pun" jawabnya angkuh
"Hei kau tadi bilang apa ?
"Tidak, aku tidak bilang apa-apa" jawab kinan bangun dari duduk nya menghindari rangga.
"Tidak, aku sangat jelas mendengarmu mengatakan sesuatu, ayok katakan padaku"
"Tidak, hahah" jawab kinan dan mulai lah pertengkaran mereka, namun bukan pertengkaran sebenarnya, pertengkaran ini terasa sangat lucu bagi keduanya.
__ADS_1
Diam-diam dafi mendengarkan tawa mereka dari balik pintu ruang kerja rangga. "Syukurlah kinan sudah baik-baik saja" ucapnya lalu meninggalkan ruang kerja rangga.
Sudah malam, rangga mengajak kinan untuk kmbali ke kamarnya, "Ayo kita naik kinan, aku sudah lelah" ajaknya
"Tugas ku belum selesai tuan muda," tolaknya
Rangga melirik laptop kinan, "apa masih banyak ?"
"Tinggal sedikit lagi tuan muda"
"Baiklah aku akan menemani mu"
"Eh tidak usah, anda naik saja duluan" ucapnya
"Kenapa ? tidak, aku mau tetap disini, ucap rangga sambil merebahkan tubuhnya di sofa. kinan hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya lalu kembali duduk mengerjakan tugasnya kembali.
Kinan kini mulai fokus lagi mengerjakan tugas, rangga sudah terlihat bosan, rangga memain mainkan rambut kinan, menarik-nariknya lalu menggulung-gulung rambut kinan.
"Aw" rambut ku tertarik tuan" ucap kinan sambil melihat kearah rangga, mata mereka kembali saling menatap, jarak mereka sangat dekat, mulut keduanya saling mengunci dan hanya saling menatap. "Kinan, apa kau membenci ku? tanya rangga lembut
Kinan hanya mengangguk. "jangan membenciku" ucap rangga lembut dan tiba-tiba bibir lembut nya mendarat di bibir kinan. bibir mereka hanya saling menempel. kinan masih membuka matanya, rangga pun membuka matanya, lalu tersenyum, lalu ia menutup mata kinan dengan telapak tangan nya dengan lembut, aneh, kinan hanya bisa menerimanya tanpa perlawanan sama sekali. "Aneh, kenapa aku merasa nyaman" batin kinan. Mereka pun berciuman, ciuman yang lembut, ciuman yang terjadi begitu saja tanpa ada nya paksaan dari salah satu pihak. setelah berciuman mereka berdua saling membalikan tubuh mereka canggung, rangga bangun dari duduknya, tingkahnya tidak seperti biasanya, ia terlihat kikuk, begitu pula kinan. rangga pun memutuskan untuk naik ke kamar nya terlebih dahulu. sedangkan kinan masih memilih untuk duduk sementara waktu unttuk mencerna apa yang baru saja terjadi.
Kinan duduk di sofa sambil memegang dadanya,"Apa yang terjadi padaku? apa yang baru saja aku lakukan? kenapa aku menikmati kelembutan mass angga? ada apa denganku? dasar kinan bodoh" ucapnya sambil menjitak kepala nya sendiri.
__ADS_1
"Aduh, bagaimana aku mauk ke kamar nanti? aku sangat malu" gumam kinan khawatir sambil menatap pintu keluar.
Bukan hanya kinan, rangga pun sangat gelisah, tapi di balik kegelisahaannya ada sedikit kebahagiaan yang ia sendiri juga tidak tau perasaan apa itu, malam yang canggung, namun sangat indah untuk keduanya.