Satu Tahun Untuk Selamnya

Satu Tahun Untuk Selamnya
part 30


__ADS_3

Rangga dan kinan masuk kedalam kamar. 


Rangga tiba-tiba mendorong tubuh kian ke tembok, 


Rangga kini tengah berdiri dihadapan kinan, wajah mereka sangat dekat, kinan terus tertunduk takut seperti seekor anak kucing. "Ada apa lagi ini, kenapa ia melakukan ini ?" batin kinan sembari memalingkan wajahnya.


"Kenapa kau menunduk seperti itu ? apa aku akan memakan mu ? tanya nya


"Tidak" jawabnya dengan nada bergetar


"Lalu kenapa kau selalu tegang saat bersama ku, lihat aku kalau kau sedang bicara padaku !"


Perlahan kinan menanggahkan kepalanya dan memandang rangga yang tepat ada di hadapannya. 


Mata mereka saling menguci dengan jarak yang sangat dekat, suasana tegang malah berubah menjadi canggung,


"Apa ini, kenapa aku merasa canggung, aku akan memarahinya, kenapa mulutku seperti terkunci" batin rangga


"Kenapa jantungku seperti akan meledak berdiri berdekatan dengannya" batin kinan


Rangga yang tadinya marah ia malah melepaskan geggaman tangannya dari bahu kinan, 


Ia berbalik memunggungi kinan "Sudahlah, bersihkan dirimu, kau sangat bau ! ucap nya ketus

__ADS_1


"Iya tuan" ucap kinan lalu pergi perlahan meninggalkan rangga dan masuk kedalam toilet. 


Rangga mengelus kasar kepalanya. 


"Ada apa denganku !" batinnya kesal 


Kinan menyandarkan tubuhnya ke dinding pintu kembali memegang dadanya "Ada apa denganku, kenapa setiap kali aku berdekatan dengannya jantungku seperti akan meledak ? apa aku menyukai mas angga?" batinnya.


Kinan keluar dari toilet ...


"Kau lama sekali" ucap rangga canggung 


"maaf" ucapnya lalu masuk ke dalam walk in closet. 


Kinan langsung menghentikan langkahnya,"Aku akan masuk kedalam kamarku, mau kemana lagi memangnya aku ? ucapnya kesal 


Rangga malah tertawa mendengar jawaban kinan "Hahahah kau kesal yah ? hahha kau sangat lucu kinan, duduk disini jangan bergerak sebelum aku selesai mandi" ucap rangga yang tiba-tiba tertawa sementara kinan sudah kesal setengah mati. 


Kinan pun menurut dan duduk di sofa. 


"Kenapa sih dia? tidak mungkin aku menyukai pria seperti itu" batinnya kesal


"Lama sekali, aku sudah mengantuk" gumamnya, ia menyandarkan kepalanya kesamping sofa, dan kembali ia tertidur. 

__ADS_1


Rangga keluar dari toilet, ia mengusap rambutnya dengan handuk, dan tersenyum melihat kinan yang tengah tertidur dengan lelap. Rangga perlahan menghampiri kinan yang sedang tertidur "Dasar bodoh, aku suruh tunggu kau malah tertidur gumamnya sambil tersenyum memandang kinan.


Rangga duduk ujung meja di depan sofa, ia malah duduk dan memandang kinan dengan tatapan yang sulit diartikan. 


"Tidak mungkin aku menyukai gadis bodoh ini" batinnya. Ia pun sadar lalu segera bangkit dari duduk nya lalu menyimpan handuk nya dan naik keatas tempat tidur nya. 


Pagi harinya, kinan terbangun "Ya ampun, kenapa aku tertidur disini? aku harus segara membereskannya, aku tidak mau ia mengamuk pagi-pagi" gumamnya terburu-buru dan ia kembali mandi lalu menyiapkan segala kebutuhan rangga.


"Tuan muda, bangun tuan, sudah pagi" ucapnya pelan


Rangga tak kunjung bangun, "tuan muda, bangun nanti kau bisa terlambat" ucap kinan


Rangga hanya bicara tidak jelas entah apa yang ia katakan, kinan perlahan mendekat, "Apa yang kau katakan tuan muda? lekas bangun" ucapnya dari dekat.


Rangga tiba-tiba menarik tubuh kinan sampai kinan terjatuh ke ranjang rangga, dan rangga langsung memeluk tubuh kinan "Diam lah, biar aku tertidur 5 menit lagi" gumamnya


Kinan hanya bisa terdiam mematung, matanya seperti hampir copot, jantung nya seperti akan meledak, kinan berusaha melepaskan pelukan rangga, namun rangga menahan tubuh kinan dengan lengan kekarnya, perlahan rangga membuka matanya "Diam lah, tetap seperti ini, hanya 5 menit" ucapnya lembut lalu ia kembali memejam kan matanya.


"Ada apa dengan orang ini? apa ia mengira aku mba nira ? batinnya dengan tubuh tidak berdaya.


5 menit berlalu, rangga perlahan melepaskan pelukannya pada kinan, ia langsung bangun dan berjalan ke toilet tanpa berkata sepatah katapun meninggalkan kinan yang masih mematung seperti orang bodoh.


"Apa ? dia hanya bangun dan meninggalkan ku begitu saja ? hahaha apa aku ini baginya" batin kinan

__ADS_1


__ADS_2