
Dafi turun ke bawah "Bagaimana istri rangga nak? tanya oma khawatir.
"Tidak apa-apa oma, kinan hanya demam saja, oma sebaiknya istirahat." ucap dafi lembut
"Baiklah, bantu rangga menjaga kinan yah"
"Iya oma"
Tok-tok
Dafi mengetuk pintu kamar rangga, rangga membukanya ia berdiri didepan pintu menghalangi jalan masuk, dafi melirik kedalam "Apa kinan belum bangun? tanya nya
"Itu bukan urusan mu, kemarikan ini dan pergilah" ucap rangga mengambil obat di tangan dafi lalu menutup pintunya kembali
Ia duduk disofa di depan ranjang ia memandang kinan yang masih terbaring, rangga sedikit tenang karna wajah kinan sudah tidak sepucat tadi, kinan bangun, ia membuka matanya perlahan, "Dimana aku ? gumamnya
"Kau sudah siuman ? tanya rangga khawatir
"Kau ? ucap kinan, lalu tersadar ia berada tepat diatas ranjang milik rangga, ia langsung terperanjat "aww" rintihnya
"Sudah, berbaringlah, ku pinjamkan ranjang ku hari ini untuk mu" ucapnya canggung. bukan cuma rangga,kinan juga merasakan kecanggungan yang sama, "Terimakasih atas ranjang nya, besok aku akan membersihkan nya untukmu".
Rangga duduk di samping ranjang kinan, "Makanlah" ucapnya sambil berusaha menyuapi kinan,
"Ada apa dengan nya ? batin kinan yang masih belum membuka mulutnya, "Tidak-tidak aku tidak boleh tertipu, kemarin dia baik-baik saja, tapi akhirnya ia mengamuk seperti orang gila"
"Tidak, biar aku saja tuan" ucap nya sambil mengambil mangkuknya lalu memakannya dengan segera.
"Pelan -pelan saja, nanti kau tersedak" ucap rangga lembut
Kinan selesai dengan makanannya, rangga memberikan obat nya untuk kinan "Minum ini" ucapnya lembut
"Apa ini ?
"Ini namanya obat, dasar bodoh" ucap rangga
"Aku tau ini obat, tapi obat apa ? itu maksud ku " ucap kinan kesal mengambil obatnya.
"Hahaha kau sangat pemarah kinan" ucap rangga sambil menyipitkan matanya. rangga bangkit dari kasurnya lalu mengambil papperbag berlogo apel yang ada diatas meja "Ini untuk mu" ucapnya
"Apa lagi ini ? tanya kinan penasaran
"Matanya terbelak melihat isi papperbag nya, isinya ponsel keluaran terbaru, "Kau buang saja ponsel mu itu, gunakan ini saja, kau pasti sangat membutuhkan ponsel ini, untuk urusan pribadi dan menghubungi ibumu kan?" ucap rangga sambil meluarkan ponsel nya dari dalam dus.
Kinan menatap rangga" Ternyata ia tidak seburuk yang aku fikirkan" batin kinan.
"Berbalik lah" ucap rangga
"Berbalik ? tanya kinan bingung.
"Sudah cepat berbalik" ucap rangga sambil membalikan tubuh kinan
__ADS_1
Rangga menyinkapkan baju kinan .
"hei apa yang kau lakukan ?" ucap kinan lalu kembali menutup bajunya kembali.
"Jangan berfikir yang tidak-tidak" ucapnya lalu kembali mnyingkapkan kembli baju kinan dan mengoleskan salep di memar kinan. Kinan pun diam, kinan tidak bisa berkata apa-apa, dia hanya diam.
"Apa ini sakit ? tanya rangga
Kinan hanya mengangguk tanpa menjawab.
"Sudah selesai, tidurlah" ucap rangga
kinan masih hanya menjawab dengan anggukan.
"Maaf" ucap rangga pelan
Kinan menarik selimutnya dan menutupi wajahnya "Ada apa dengan nya, kenapa aku sangat senang ? batinnya
Rangga turun kebawah setelah memastikan kinan sudah tertidur, Ia pergi ketaman, ia melihat dafi sedang duduk sambil menikmati kopinya, rangga menghampirinya, dafi menyadari kedatangan rangga "Apa kinan sudah tidur? tanyanya
"Hmm .. rangga hanya menjawab dengan deheman, "Dari kapan kau tau ? tanya nya ragu
Dafi tersenyum "Aku sudah tau dari awal, ada yang tidak beres dengan pernikahan ini, itu tidak penting, tapi aku cukup merasa senang."
"Apa maksud mu? Rahasiakan ini dari kinan, dan keluarga, anggap kau tidak mengetahui apapun" ucap rangga masih dengan angkuh lalu pergi
"Berikan kinan untuk ku" ucap dafi tiba-tiba hingga mampu menghentikan langkah angkuh rangga
Esok paginya, seperti biasanya kinan bangun lebih pagi, ia melihat rangga yang sedang tertidur di sofa, kinan tersenyum,ia melepaskan infusnya. lalu ia turun dari ranjang rangga,
Ia pergi ke toilet dan mandi, lalu menyiapkan air mandi untuk rangga.
"Tuan muda, bangun" ucapnya hati-hati
Rangga masih memejamkan matanya, "Tuan muda bangun, kau akan terlambat bila kau tidak bangun" ucapnya
Rangga perlahan membuka matanya, tiba-tiba ia tersenyum "Kau?" ucapnya
"Kenapa ia tersenyum kepadaku? batin kinan mundur perlahan.
Rangga yang sadar telah tersenyum kemudian duduk, wajahnya malu, ia terlihat salah tingkah, "ini minum mu tuan " ucap kinan, namun rangga malah pergi begitu saja dan masuk ke toilet tanpa memperdulikan kinan. "Ada apa dengan ku kenapa aku tersenyum padanya ? batinnya
Kinan sudah menyiapkan pakaian untuk rangga, "Ini pakaian mu"
"Tidak, hari ini aku tidak akan pergi bekerja, berikan aku polo shirt saja.
"Kenapa ?apa kau sakit? tanyanya
"Hmmm iya sepertinya aku sakit, ini semua salahmu, kau mengambil ranjangku, jadi aku harus tidur di sofa yang dingin itu" ucapnya sambil menunjuk ke arah sofa.
Kinan mengerutkan dahinya "Apa kabar dengan ku yang selalu tidur di lantai setiap hari" batinnya
__ADS_1
"Maaf kan aku, mana coba aku periksa" Kinan mendekatkan diri kearah rangga menempelkan telapak tangan nya ke jidat rangga, lalu memeriksa jidatnya, "Tampaknya aku lebih panas dari mu" ucapnya
"Sudahlah, pokonya aku sakit, kalau aku bilang aku sakit itu artinya aku sakit, kau jangan banyak bertanya lagi" ucapnya gugup
"Baiklah" ucap kinan "Ayo kita turun seperti nya oma dan mas dafi sudah menunggu"
"Eh kinan, nanti di bawah kau panggil aku sayang yah ?
"Hah ? anda sudah gila ? tidak mau" ucap kinan menolak permintaan rangga mentah-mentah.
"Pokoknya kau harus memanggilku sayang ! titah rangga kesal
"Ada apa dengan mu, aku tidak mau, jangan bercanda tuan" "Apa dia sudah benar-benar gila " batinnya
"Sudah! jangan banyak bertanya, pokoknya kau turuti saja perintahku!" ucapnya lalu menarik tangan kinan untuk turun
"Selamat pagi oma, mas dafi" sapa kinan
"Istri rangga, bagaimana keadaanmu? tanya oma
"Aku sudah baik-baiksaja oma" jawab kinan kembali ceria.
"Syukurlah"
"Makanlah yang banyak kinan, lalu minum kembali obatmu dan beristirahatlah" ucap dafi
"Iya mas, aku akan meminumnya sebelum berangkat ke kampus"
"Kau akan pergi kuliah ? tanya dafi
"Kau tidak usah ke kampus hari ini" ucap rangga
"Tidak bisa mas angga" ucap kinan,
Rangga menendang kaki kinan dari bawah, kinan melihat kearahnya yang sedang memelototinya, "Panggil aku sayang, gumamnya pelan" "Tidak mau" gumam kinan canggung sambil tertawa agar tidak ada yang curiga
"Cepat" gumam rangga kembali menendang kaki kinan lagi. "Ada apa dengan pria ini sih" batin kinan "Baiklah" gumam kinan
"Sayang, kau mau makan dengan apa? tanya kinan canggung menahan kesal
Rangga tersenyum penuh kemenangan "Ambil kan aku roti saja sa.. yang" ucapnya sambil tersenyum senang.
Dafi membuang tawa kesal nya dan hanya menggeleng-gelengkan kepalnya melihat kelakuan rangga.
"Sayang minum ini " ucap rangga sambil mengambilkan susu untuk kinan, kinan hanya tertawa canggung
"Kalian semakin romantis saja, ini sangat bagus, aku harap kalian selalu akur" ucap oma
"Iya dong oma, kami kan pasangan yang bahagia" ucap rangga yang tiba-tiba merangkul kinan, "iya kan kinan?
"Heheh iya" jawabnya sambil tersenyum canggung
__ADS_1
"Ada apa dengan pria gila ini"batinnya sambil berusaha melepaskan rangkulan rangga