Satu Tahun Untuk Selamnya

Satu Tahun Untuk Selamnya
part 42


__ADS_3

Kinan kembali duduk di bangku tunggu tepat didepan ruangan ibu. Lagi-lagi rangga menghampiri nya "Makanlah ini, dari tadi kau masih belum makan" ucap rangga sambil menyodorkan makanan ke arah kinan, namun kinan enggan mengambilnya ia malah buang muka, rangga merasa kesal dengan sikap kinan. ia duduk disamping kinan dan membuka makanan yang ia bawa, "Makan ini, kau tidak boleh sakit, kau masih butuh tenaga untuk menjaga ibumu dan menghadapiku, kau tidak boleh sakit, cepat buka mulutmu" ucap rangga sambil berusaha menyuapi kinan, namun kinan hanya memandangnya dengan heran,


"Cepat buka mulutmu" perintahnya. kinan pun terpaksa smembuka mulutnya karena ia memang sudah kehilangan tenaga untuk berdebat. "Bagus" ucap rangga sambil tersenyum.


"Berikan padaku, biar aku makan sendiri" ucap kinan hendak mengambil makanan di tangan rangga.


"Sudah, biar aku saja yang menyuapimu" ucap rangga lembut. "Buka lagi mulutmu"


Kinan pun kembali membuka mulutnya "Maaf kan aku kinan, aku sungguh minta maaf atas kejadian malam itu" ucap rangga lembut. dengan penuh penyesalan.


"Ada apa dengannya" batin kinan


"berikan ini padaku" ucap kinan sambil mengambil makanan ditangan rangga, namun kali ini rangga membiarkannya.


"Aku mohon padamu, jangan bahas masalah itu dulu, aku sedang tidak ingin membicarakannya"ucap kinan


"Baiklah, maaf kan aku"


Kinan hanya diam dan meneruskan makannya.


"Aku sudah berbicara dengan dokter disini, aku akan mengurus kepindahan perawatan ibumu di kolombia, rumah sakit disana termasuk rumah sakit terbaik untuk ibumu, aku juga sudah bicara dengan papa mu, papamu bersedia menemani pengobatan ibumu disana.aku sudah menghubungi rumah sakit disana, dan proses pemindahan nya juga sudah aku atur, aku sudah menyiapkan jet pribadi keluargaku, dan aku juga sudah menyiapkan tempat tinggal untuk ayahmu disana, dan aku akan mengirimkan juga seseoramg yang bisa membantu mereka disana. semuanya akan, baik-baik saja "


Kinan kaget dengan apa yang baru saja di katakan oleh rangga, "Bagaimana dengan ku? apa kau mau melepaskannku?  tanya nya tiba-tiba


Rangga diam mendengar pertanyaan kinan. *"Jadi kau ingin lepas dariku?" *batinnya.


Rangga menatap kinan dengan tatapan yang sulit diartikan, rangga bangun dari duduk nya "Kau tetap disini, anggap itu adalah syarat dariku" ucap rangga tegas


Kinan tersenyum sinis, "Lagi-lagi aku kalah oleh mu tuan, dia ibuku, mana mungkin aku meninggalkannya?


"Itu syarat dariku, fikirkan lah dengan bijak, dokter menyaranku untuk segera memindahkannya, semuanya tergantung padamu, beritahu aku keputrusanmu besok" ucap rangga lalu pergi meninggalkan kinan.


Lagi-lagi, kakinya terasa lemas, tapi ia segera bangun dan lari mencari dokter.


"Dokter"


"Iya nona,apa anda sudah membuat keputusan?tadi suamimu sudah menemuiku, kita sudah berkonsultasi, saya yang menyarankan kepindahan perawatan ibumu disana, tapi suamimu bilang semua keputusan ada pada anda, saya berharap anda bijak memikirkannya, demi kesembuhan pasien" ucap dokter

__ADS_1


"Apa menurut anda itu keputusan terbaik? tanya kinan ragu


"Iya, itu keputusan terbaik, Namun biaya nya pun tidak sedikit, tapi suami anda sudah menyanggupinya, anda sangat beruntung memiliki suami sepertinya" ucap dokter sambil tersenyum.


"Fikirkan lah, ini semua demi kebaikan ibu anda" ucap dokter lalu pamit.


"Ternyata mas angga tidak seburuk yang aku fikirkan, ini semua demi ibu, aku harus segera menemuinya" batin kinan lalu berlari ke halte untuk pulang menemui rangga.


Kinan sampai dirumah, ia berlari ke kamar dengan tergesa-gesa, rangga baru selesai mandi, ia masih belum memakai baju, ia hanya bertelanjang dada dan hanya memakai handuk.


Brukkk !!! Tuan muda .. ucapnya


"Ah kenapa kau tidak mengetuk pintu "ucapnya menutupi dadanya, Kinan pun menutup wajahnya dengan kedua tangan nya.


"Maaf tuan muda, aku tidak tau kau belum berpakaian "


"Tunggu disana aku" ucapnya lalu masuk kedalam walk in closet. setelah beberapa lama rangga pun keluar.


"Bagaimana? kelihatannya kau sudah membuat keputusan." ucap rangga sambil meneguk teh nya


Rangga mendengarkan kinan yang terus bicara tanpa nafas.


"Ternyata dia sama sekali tidak memikirkan uang untuk dirinya sendiri" batin rangga.


"Hahaha, apa kau tidak lelah berbicara cepat seperti itu ? ucapnya sambil tertawa dan memberikan segelas teh pada kinan. rangga duduk di ujung meja tepat di hadapan kinan.


"Apa enak?"


Kinan menganggukan kepalanya dengan yakin sambil tersenyum dengan nafas yang masih terengah-engah. rangga masih tersenyum, "Dasar bodoh, bila aku tau waktu berfikir nu hanya tidak lebih dari 2 jam, kau tidak usah repot-repot berlari kesini, kau cukup memintaku menunggu disana. ucap rangga lembut. lalu berjalan


"Tuan muda" panggil kinan.


"Ya? ucapnya sambil berbalik kearah kinan


Kinan mengulurkan tanganya, "Kita salaman dulu tanda setuju" ucapnya yakin.


Rangga tertawa mendengar ucapan kinan yang terdengar lucu untuk nya "Hahaha baiklah" ucapnya lalu bersalaman.

__ADS_1


mereka berdua pun bersalaman sambil tersenyum satu sama lain.


"Baru kali ini aku melihat nya tersenyum tulus padaku" batin rangga


Setelah bersalaman, kinan pun melepaskan tangan rangga lalu pergi ke ke ruang ganti.


"Hei kau mau kemana?" tanya rangga sambil mengikuti kinan yang terlihat terburu-buru memasukan beberapa pakaian nya ke dalam tas.


"Kau mau kemana lagi? ini sudah malam" tanya rangga


"Kemana lagi, aku akan bersama ibu"


"Tidak" ucapnya reflek


"Kenapa?" tanya nya sambil mengerutkan dahinya.


"Bukan tidak boleh, maksud ku, hmmm ini sudah malam, aku akan mengantarmu, tunggu sebentar.ucap rangga belaga dingin.


"Hehe ternyata dia pria yang baik" batin kinan sambil tersenyum senang.


Kinan dan rangga sudah sampai rumah sakit.


"Terimakasih tuan muda sudah mengantarku"


"Eh tunggu dulu, aku ikut dengan mu".


Kinan menatap heran,


" Jangan menatapku, nanti kau bisa jatuh cinta padaku" ucapnya sambil menarik tangan kinan.


Kinan pun mengikutinya "Hehehe, tenang saja tuan muada, aku tidak akan menyukai mu, aku berani bersumpah" jawab kinan asal.


//Deg// tiba-tiba rangga menghentikan langkahnya.


"Ada apa tuan ?"


"Tidak, ayo jalan" ajaknya.

__ADS_1


__ADS_2