
Pagi telah tiba, seperti biasanya kinan sudah mempersiapkan keperluan rangga. "Tuan muda, aku sudah menyiapkan semua nya, aku akan membantu membuat sarapan dibawah, apa tidak apa-apa?" tanya nya canggung
"Baiklah, oia kinan, aku ingin sarapan dengan nasi goreng buatan mu" ucap rangga.
Kinan tersenyum, "Baiklah tuan muda, aku akan membuatkannya" ucapnya lalu pergi
Ranga tersenyum melihat kepergian kinan "Hahhaha aku merasa menjadi suami istri sungguhan dengan nya" gumamnya lalu pergi ke toilet untuk mandi.
Kinan pun pergi kedapur lalu membantu para pelayanan menyiapkan sarapan, "Kinan kamu sedang apa ? tanya dafi yang baru datang setelah lari pagi.
"Mas dafi" sapa nya sambil tersenyum
Dafi duduk di meja makan sambil mengelap keringatnya, "Ini untukmu, kau pasti sangat haus" ucap kinan sambil meletakan jus untuk dafi
"Terimkasih kinan" ucapnya sambil tersenyum.
"Iya sama-sama" jawab nya
"Kemana rangga? tanya nya sambil menyisir seluruh ruangan.
"Mas rangga masih mandi, ia ingin sarapan nasi goreng, makanya aku kebawah untuk memasak"
"Nasi goreng? apa aku boleh mau sarapan itu juga? tanya dafi
"Tentu saja, aku membuatnya banyak, hehe" jawabnya
"Semakin hari aku semakin menyukaimu kinan" batin dafi sambil melihat punggung kinan yang tengah sibuk memasak.
"Pagi" sapa seseorang yang menghampiri kinan dan dafi di ruang makan.
Semua orang menengok kearah sumber suara.
"Mba danira ? gumam kinan kaget
"Danira? gumam dafi.
"Hei ada apa? kenapa kalian terlihat kaget ? ada yang salah ? tanya danira yang tiba-tiba duduk di sebelah dafi
"Mba, apa yang sedang mba lakukan disini ? tanya kinan pelan dan canggung
"Apa aku harus menjawab pertanyaan bodohmu ? jawabnya ketus
"Setidaknya kau adalah tamu, dan ia nyonya dirumah ini, jawab lah pertanyaan tuan rumah dengan sopan" ucap dafi ketus
Danira, menatap tidak suka pada dafi, "Pantas saja kalian akrab, kedua benalu bertemu pastilah sangat cocok" ucap nya lalu berdiri dan hendak pergi.
Kinan menahan tangan danira, "Mba mau kemana? tanyanya
Danira menghempaskan tangan kinan, "Hei kau sedang apa ? berani sekali kau menahan ku?
__ADS_1
"Bukan begitu mba, mas angga masih dikamar, biar aku saja yang panggilkan, ucap kinan
"Aku tau dimana kamar nya, kau jangan ikut campur" ucapnya ketus
Dafi menghadang danira tepat didepannya "Setidaknya hargai kinan, ada banyak pelayan disini, kau harus memepertimbangkannya" ucap dafi
"Terserah lah, minggir kalian" ucap danira yang lalu pergi tanpa memperdulikan ucapan dafi dan kinan.
Danira berlari gembira menju kamar rangga, upsss, kamar rangga dan kinan tepatnya.
Kinan terdiam, tubuhnya seakan membeku, ada perasaan sedih, dan cemburu dalam dirinya.
"Kinan, apa kau baik-baik saja ? tanya dafi ragu
Kinan berusaha tersenyum, "aku baik-baik saja" ucapnya dengan wajah senyum, namun mata nya terlihat sangat sedih.
Cekrekkkkk danira membuka pintu kamar rangga, saat itu rangga tengah memakai pakaian.
"Sayang, akudatang" ucap danira sambil mengahamburkan pelukan ke dalam pelukan rangga, namun siapa sangka, expresi rangga sangat lah terlihat kaget.
"Danira, apa yang sedang kau lakukan ? tanyanya kaget
"apalagi, aku sedang meluapkan rasa rinduku padamu" jawab nya masih dalam keadaan memeluk
Rangga tiba-tiba melepaskan pelukannya, "Hei, kita sedang dirumahku" ucapnya
"Lalu? kenapa? aku tau doma dan orangtua mu sedang tidak ada, apa yang kau khawatirkan ? tanya danira.
"Istri? siapa yang sedang kau sebut istri? tanya danira terlihat kesal.
Rangga terlihat sangat frustasi, ia bolak balik panik.
"Apa yang harus aku katakan pada kinan nanti" batinnya
"Rangga!" ucap danira sambil memegang lengan rangga, dan tiba-tiba mencium bibir rangga, rangga terlihat sangat kaget, dan diwaktu yang sama kinan masuk kedalam kamar, Rangga langsung melihat kearah pintu, ia melepaskan ciuman danira. "Kinan" ucapnya kaget
Kinan menundukan kepalanya, tidak berani melihat dan tidak mau percaya dengan apa yang ia lihat, "Maaf aku mengganggu, aku hanya ingin bilang, sarapan sudah siap" ucapnya kemudian langsung keluar dan menutup pintu nya kembali.
Danira menatap curiga pada rangga yang terlihat gelisah, "Sayang, aku berharap apa yang aku fikirkan ini salah" ucapnya
"Apa maksud mu? apa yang kau fikirkan ?
"Kau menyukai adik tiriku ?
Rangga terlihat kaget dengan perkataan dnaira "Hahaha kau sudah gila" ucapnya kikuk,
"Semoga saja ini hanya fikiranku" ucap danira
"Sudahlah, ayo kita turun, kita sarapan dulu lalu kita bicara" ajak rangga sambil menuntun danira keluar.
__ADS_1
Kinan sengaja menyuruh para pelayan untuk tetap di belakang, tidak ada satupun pelayan yang keluar, termasuk pak reki.
Kinan dan dafi sudah duduk menunggu danira dan rangga. Danira sangat terlihat menempel pada rangga, kinan sama sekali tidak mau melihat adegan mesra keduanya, ia terus menundukan kepalanya, dafi merasa sangat kasihan pada kinan, namun dafi tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa menemani nya.
Mereka berempat pun makan, suasan terasa sangat canggung, namun pada akhirnya, kinan mengalah, kinan bangkit dari duduk nya, "Maaf aku lupa, aku harus membeli sesuatu sebelum ke kampus, aku duluan, silahkan lanjutkan sarapannya"ucapnya dengan nada ceria.
"Duduk" ucap rangga dengan nada tegas yang langsung mampu menghentikan langkah kinan.
"Iya? tanya nya bingung
"Aku bilang duduk, habiskan makanan mu"
Kinan menoleh kearah dafi, dafi mengangguk memberikan kode agar kinan kembali duduk.
kinan pun duduk kembali ke tempatnya. "Kenapa ia menghentikanku,kenapa ia ingin aku menyaksikan kemeseraan mereka, setidaknya ia menjaga perasaan ku, istrinya, walaupun aku hanya istri palsu" batinnya sedih.
"Sayang, makan ini" ucap danira sambil berusaha menyuapi rangga.
"Kau tidak punya tangan sampai kakaku harus menyuapimu? batin kinan,
Rangga menolak, namun danira sangat memaksa, sampai akhirnya rangga mengalah.
"Danira, apa kau tidak bisa makan dengan tenang? tanya dafi ketus.
Ranggamalah tersenyum mendengar ucapan dafi, Danira merasa tidak sennag, ia menyimpan sendoknya. "Apa kau juga tidak bisa makan tanpa bicara? tanya danira.
"Setidaknya aku tidak bertingkah menggelikan seperti mu" ucap dafi,
"Kau !!! ucap danira kesal.
"Sudahlah, kalian membuatku kehilangan nafsu makan" ucap rangga kesal membuat semuanya diam. "Danira, kita harus bicara, ikut aku, kita bicara di perjalanan saja" ucap rangga sambil menarik tangan danira.
"Bagus, bawa pacarmu pergi, membuat kepalaku pusing saja" ucap dafi.rangga dan danira pun berjalan keluar, namun rangga menghentikan langkahnya, lalu menoleh kebelakang dan melihat kearah kinan yang sedang memainkan mulutnya seperti anak kecil yang kebingungan. mata mereka bertemu, kinan masih menggembungkan mulutnya. "Ada apa tuan ? tanyanya bingung
"Kau tidak mengantarku? lalu siapa yang membawakan tas kerjaku? tanyanya.
"Oia " ucapnya lalu berdiri dan mengambil tas kerja milik rangga.
Danira tersenyum sinis, "Kau memang cocok membawa tas" ucapnya ketus
Sandy sudah menunggu di samping mobil, betapa kagetnya dia melihat rangga keluar di temani danira, ia hanya bisa mengeluarkan expresi kaget tanpa bisa bicara. Danira masuk kedalam mobil duluan, kinan memberikan tas kerja rangga dengan expresi wajah yang sulit dijelaskan, "Ini tas mu tuan, hati-hati dijalan" ucapnya lalu membalikan badannya hendak pergi, namun rangga memegang lengannya berusaha menahan kinan, kinan pun berbalik, "Kau melupakan sesuatu" ucap rangga
Kinan mengerutkan dahinya dengan bingung, ia melihat rangga dari atas sampai bawah. "Semuanya sudah rapi, apa yang aku lupakan? tanya nya bingung.
Rangga tersenyum, lalu memberikan punggung tangan kanannya" Kau melupakan ini" ucapnya lembut
Kinan langsung menatap nya, ia melihat kearah danira, namun rangga menahan wajah kinan agar kinan menatapnya kembali "Cium tangan suamimu, suamimu akan pergi bekerja" ucapnya lembut.
Kinan terbuai dengan kalimat rangga yang menenangkan nya ia pun mencium punggung tangan rangga. "Aku berangkat" ucap rangga tersenyum lalu masuk kedalam mobil.
__ADS_1
Kinan masih terdiam melihat kepergian rangga, ia yang sempat terbuai dengan kalimat terakhir rangga yang menyebutnya "Suami" tiba tiba tertawa kesal sambil memukul kepalanya sendiri "hahah dasar kau bodoh kinan, kenapa kau luluh dengan kalimat menggelikan tuan muda arogan itu? ucapnya kesal , tapi ia kembali diam "Kenapa hatiku terasa sangat sakit melihat mereka? hei kinan jangan bodoh, kau bukan siapa-siapa" gumamnya dalam hati, lalu kembali tertawa bodoh. di balik jendela dafi melihat kinan dengan perasaan sedih.