Satu Tahun Untuk Selamnya

Satu Tahun Untuk Selamnya
part 31


__ADS_3

Rangga benar-benar bersikap dingin dingin dia seperti nya benar-benar melupakan sikap manis nya tadi pagi pada kinan.


Seperti biasa, kinan menyiapkan dan membantu rangga merapikan pakaian nya, sama sekali tidak ada sepatah kata pun keluar dari keduanya, sampai saat nya sarapan pagi bersama,


Terlihat hanya ada dafi yang duduk, "Mas dafi, kemana oma ? tanya kinan


"Oma bilang sedang tidak enak badan, makanya oma ingin makan dikamar katanya"


"oh begitu, sebaiknya aku lihat oma" ucapnya hendak pergi


Tiba-tiba rangga menarik tanganya, "Mau kemana? siapkan dulu sarapan untukku" ucapnya datar


"Tapi, baiklah. " ucap kinanĀ  kembali berbalik lalu menyiapkan sarapan untuk rangga, "Kau juga makan dulu, oma pasti sudah sarapan, duduklah" ucap rangga dingin


"Iya mas" Ucapnya.


Rangga memelototi kinan, dan berbisik, "panggil aku sayang" gumamnya kesal


"Tidak mau"


"Kalau kau tidak mau aku akan menelan mu hidup-hidip"


Kinan mengerutkan dahinya "Iya"


"Bagus" ucapnya sambil tersenyum menyebalkan


"Dasar gila" batin kinan


Dafi merasa tidak nyaman dengan pemandangan pagi itu, hatinya terasa sakit, iya menyimpan sendok dan garpunya,dan segera bangkit "Aku sudah selesai, aku akan lihat oma dikamar" ucapnya


"aku ikut mas" ucap kinan reflek


Rangga menarik tangan kinan dengan kasar "Duduk ! " ucapnya kasar


Dafi hanya bisa melihat kinan dengan pandangan iba lalu pergi.


Suasana kembali canggung beberapa saat, keduanya kembali diam sampai akhirnya suara rangga yang memecah keheningan "Jangan terlalu dekat dengan sepupuku, kau masih istriku, jangan bertingkah murahan di rumah ini" ucap rangga ketus lalu pergi meninggalkan kinan sendirian


Kinan merasa syok mendengar kalimat menyakitkan rangga pagi itu, ia hanya terdiam tanpa bicara, air matanya tiba-tiba menetes.


Rangga menghentikan langkahnya "Apa yang kau tunggu, bawakan tas ku ke mobil" ucapnya dingin tanpa perasaan


Pagi ini, kinan sangat membenci rangga tapi ia hanya bisa menuruti perintah rangga tanpa membantah seperti yang biasa ia lakukan.


Rangga hendak masuk kedalam mobil, kinan memberikan tasnya pada rangga dan kembali diam sampai mobil rangga menghilang perlahan.


Kinan menatap kepergian rangga dengan tatapan penuh kebencian.


"Dasar laki-laki brengsek " gumam nya dengan penuh rasa benci kemudian ia masuk kembali kedalam rumah, Diam-diam dafi memperhatikannya dari balik jendela kamar oma,


"Sedang apa nak ? tanya oma


"Tidak oma,aku hanya sedang melihat langit pagi ini"


"Cuaca sangat bagus, sayangnya kesehatan ku sedang tidak baik"


"Kau akan segera pulih" ucap dafi lembut

__ADS_1


Tok.. tok terdengar suara ketukan dari pintu kamar oma


Kinan mendongkak kan kepalanya terlebih dahulu "Oma... boleh aku masuk ?ucapnya ceria


"masuklah, untuk apa kau mengintip"


Dafi kembali tersenyum


"Oma, aku dengar kau sedang tidak enak badan ? apa yang terasa? tanyanya dengan penuh perhatian


"Aku tidak apa-apa, aku hanya sedang malas untuk berjalan saja, kau mau pergi kuliah ?


"Iya oma"


"Pergilah, jangan khawatirkan aku, ucap oma"


"Hmmm boleh aku pinjam ponsel oma? tanya kinan


"Untuk apa ? tanya oma bingung lalu memberikan ponselnya


Kinan mengambil ponsel oma lalu meng save no nya di ponsel oma, "Oma, no kusudah aku setting di panggilan cepat no 2, kalau kau membutuhkan sesuatu segera telfon aku yah" ucap kinan


Oma tersenyum "Iya, iya, sana cepat, nanti kau terlambat" ucap oma


"Baiklah, aku pergi ya oma, dah mas dafi" pamitnya


"Kinan, aku akan mengantarmu, kebetulan aku akan bertemu temanku di dekat kampus mu " ucap dafi lalu berpamitan.


Kinan dan dafi pun pergi bersama, "Ah untung ada mas dafi, senang nya diantar" ucapnya asal


Kinan mengangguk yakin.


"Kalau begitu aku akan mengantarmu setiap hari", bagaimana?


"Hahaha tidak, tidak, aku hanya bercanda" ucapnya


"Aku serius kinan" batin dafi


Sampai dikampus


Kinan berpamitan "hati-hati ya mas dafi" ucapnya


Dafi tersenyum lalu pergi


Dikelas sari sudah menunggu kinan "Kau lama sekali, aku kira kau tidak akan datang ke kampus" ucap sari


"Mana mungkin aku tidak ke kampus, kau fikir kuliah ku gratis" ucap kinan


"Eh kinan, bagaimana kabar sepupumu ? tanya sari ber api-api


"Mas dafi ? haha kenapa kau menanyakannya ? kau menyukainya ya?


"Hehehe keliatan yah ?


"Sangat!!" ucap kinan sambil mendekatkan wajahnya pada sari


"Kinan" tiba-tiba seseorang menyapanya

__ADS_1


"Sean ? ucapnya kaget sambil tersenyum


"Eh sean, sedang apa kau disini ? tanya sari kaget


"Aku kuliah disini juga,aku baru mengurus kepindahan ku hari ini" jawabnya sambil menarik kursi samping kinan dan duduk.


"Wah ternyata kita ada dikelas yang sama" ucap kinan


"Cie kinan" bisil sari


"Diam" gumam kinan pada sari


"Kau masih tidak berubah sari" ucap sean


"Aku selalu seperti ini, memangnya kau, hanya karena keputusan orang tua mu kuliah di luar negri kau meninggalkan temanku" jawabnya asal membuat kinan dan sean menjadi kikuk. Untungnya dosen segera masuk dan sedikit mengatasi rasa canggung diantara keduanya.


Kelas telah berakhir, "Kinan, sepulang kampus kau senggang tidak ? tanya sean


"Aku harus ke restoran"


"Kau mau makan? tanya sean polos


"Dia mau bekerja, bukannya mau makan bodoh" ucap sari asal


"Kau bekerja? kalau begitu boleh aku antar?


"tidak usah sean, aku bisa sendiri"


"Tidak apa-apa? apa pacarmu marah kalau aku mengantarmu ? Kau sudah punya pacar ? apa pria yang kemarin?


"Pria yang mana nan? tanya sari


"Hahha bukan, itu temanku hahha" jawab kinan canggung


Dikantor rangga


"Apa jadwal ku hari ini ? tanya rangga pada sandy


"Siang ini anda ada rapat Direksi, untuk acara peresmian jabatan anda besok tuan, tuan besar dan nyonya besar juga hari ini akan pulang untuk acara besok, dan sore hari nya anda senggang"


"Baiklah, sekalian kau kabari wanita itu untuk membeli pakaian untuk besok, jangan memakai baju lusuh dan jangan sampai mempermalukanku di acara besok."


"Baik tuan, saya akan mengabari nyonya kinan"


"Tidak sebaiknya kau antar dia juga saja, aku tidak yakin dengan seleranya" ucap rangga


"Baik tuan"


sandy hendak pergi namun rangga kembali memanggilnya, tidak-tidak biar aku yang mengantar nya, kau tanyakan apa jadwalnya sore ini"


"Baik tuan "


"Kenapa tidak kau saja sendiri yang menanyakan jadwalnya, kau kan suaminya" batin sandy


sebaiknya kita ke ruang rapat sekarang tuan,


"Baiklah"

__ADS_1


__ADS_2