Satu Tahun Untuk Selamnya

Satu Tahun Untuk Selamnya
part 27


__ADS_3

Danira mendorong kasar tubuh kekar rangga, "Kau selalu seperti ini! apa aku masih kurang menarik untuk mu?" ucapnya kesal


"Bukan begitu nira, aku kan sudah bilang dari awal, kita hanya boleh melakukan nya kalau kita sudah menikah, makanya aku sudah sering melamarmu, aku sangat ingin melakukan nya dengan mu, dengan gadis yang paling aku cintai" ucapnya lembut sambil memegang kedua pipi danira.


"Kenapa dikepala mu hanya menikah, dan menikah terus sih sayang ? kita bisa melakukannya tanpa harus menikah dulu kan? ucapnya menggoda


"Sayang, aku tidak mau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sudah jangan marah, bukan nya tadi kamu bilang kamu bosan ? bagaimana kalau aku mentarktirmu berbelanja, agar suasana hati mu kembali baik ?"


Danira tersenyum licik, "Baiklah, mungkin dengan berbelanja suasana hatiku bisa menjadi baik lagi"


"Ya sudah, lekas ganti baju mu" ucapnya lembut.


Danira pun bersiap, setelah beberapa lama ia datang dengan baju yang super pendek.


"Nira, apa menurutmu pakaian mu tidak terlalu terbuka ?"


"Apa sih kamu? kenapa kamu jadi senorak ini, ini pakaian yang biasa aku pakai, kamu dulu ga pernah komentar, kenapa sekarang jadi cerewet ?" danira kembali mengomel


"Iya, iya maaf, ayo kita pergi" ucapnya lalu menggenggam tangan danira.


"Kinan tidak pernah berpakaian terbuka seperti ini" batinnya


"Loh, kenapa aku membandingkan pacarku dengan si bodoh itu ? ada apa denganku?". Batinnya kembali bingung


"Hei sayang, kenapa melamun ? kenapa kau tidak segera jalan ? kamu sedang memikirkan apa sih ? aku perhatikan fikiran mu dari tadi tidak disini !".

__ADS_1


"Iya maaf sayang, banyak sekali masalah dikantor akhir-akhir ini, sekarang kita jalan yah"


"Baiklah"


Rangga pun menginjak pedal gas nya, di perjalanan tangan rangga selalu menggenggam tangan danira. Satu tangan danira selalu sibuk dengan ponsel nya. "Simpan ponsel mu, apa tidak mau mengobrol denganku"


"Sebentar sayang, aku sedang melihat koleksi baru brand L xxxx


"Baiklah" jawab rangga pasrah.


Tring .. suara notifikasi dari ponsel rangga berbunyi.


"Nira, tolong lihat siapa yang mrngiriku pesan" pinta rangga sambil memberikan ponselnnya. danira pun langsung mengambilnya dan membacanya.


"Siapa?"


Tiba-tiba rangga menginjak pedal rem nya tiba-tiba


Cekitttttttttt ..


Rangga!!!! "Kau sudah gila ?!! teriak danira kesal


"Maaf kan aku, kau tidak apa-apa ?" tanyanya panik


"Ada apa dengan mu ?! kenapa kau sekaget itu?! tanya danira

__ADS_1


"Aku kaget ? bukan begitu, barusan ada kucing yang melintas, makanya aku mengerem mendadak"


"Oh, aku kira kau kaget dengan pesan ini"


"Tidak" kita jalan lagi ya ?


"oke"


Perjalanan kinan dan dafi


"Mas dafi, mas angga belum membalas ?


"Belum, tapi ia sudah membacanya, kenapa ?


"Tidak, eh mas itu tempat nya" ucap kinan sambil menunjuk sebuah gedung bertingkat berwarna biru di depannya"


Kinan dan dafi sudah turun, wajah kinan terlihat sumeringah, pernak pernik warna warni semakin membuat senyum kinan berseri -seri.


"Kau senang disini ?"


"Sangat, pernak pernik warna-warni disini selalu membuat suasana hatiku gembira"


Dafi kembali tersenyum melihat sederhananya kebahagiaan untuk kinan


"Kau sangat berbeda kinan, kesederhanaamu membuat ku jatuh cinta" batin dafi yang tiba-tiba terlihat sedih mengingat kinanti adalah istri sepupunya.

__ADS_1


Rangga dan danira sudah sampai ke pusat perbelanjaan bergengsi di kotanya. Danira seperti orang yang sangat gila belanja, rangga hanya duduk menunggu dengan sabar, namun terlihat gelisah "Kemana yah pergi nya mereka ? kenapa mereka pergi? sudah jelas aku menyuruhnya untuk tinggal dirumah, dasar istri pembangkang" batinnya.


__ADS_2