Satu Tahun Untuk Selamnya

Satu Tahun Untuk Selamnya
part 35


__ADS_3

Selamat datang tuan muda, nyonya muda.


"Malam pak reki" jawab kinan ramah


"Kemana semua orang dirumah ?tanya rangga sambil menyisir setiap sudut rumah


"Semua nya sudah pergi, nyonya besar pergi dari salon, sedangkan tuan besar katanya mau menunggu di hotel.


"Oh, salon? tiba-tiba rangga melihat ke arah kinan.


"Kenapa anda melihatku ? tanya kinan polos


"Kau bisa smake up? tanya rangga ragu


"Bisa, lihat ini apa anda tidak melihat aku memakai make up ? ucap kinan sambil menunjukan wajah polosnya yang hanya memakai bedak bayi dan sedikit lip tint.


Rangga menyeringai "Kau sedang bercanda?


"Hehe" kinan malah balik menyeringai ..


"Baiklah, ayo pergi" ucapnya sambil menuntun kinan pergi


"Oia san, aku akan pergi kesalon biasa, aku akan membawa mobil sendiri, kau menyusul saja bawakan setelan ku dan baju nya" ucapnya sambil menunjuk kinan.


Mereka berdua pun pergi, "Tuan, kenapa kita harus kesalon segala ?


"Kau ini bodoh yah, acara ini adalah acara ku, disana kita bintang utamanya, jangan sampai orang mengira aku sedang membawa salah satu pelayan ku" ucapnya


"Memang nya wajah ku sangat jelek yah?" gumamnya sambil membuka cermin yang ada di tasnya .


Rangga melirik kinan sambil tertawa "Bagaimana? jelek kan ? hahha "ucapnya sambil tertawa geli..


"Jahat sekali anda tuan" ucap kinan kesal


Rangga masih tertawa dengan tingkah kinan.


Tiba disalon


"Selamat datang tuan muda, kami siap melayani anda"


"Ubah dia, jadikan ia angsa hari ini" ucap rangga


"Angsa? kau fikir aku unggas" batinya


"Baik nona silahkan ikut kami" ajak salah satu pegawai


Kinan mengangguk setuju lalu mengikutinya,


Tidak berapa lama sandy pun datang dengan membawa setelan, gaun dan semua perlengkapan rangga dan kinan.


Tidak butuh lama untuk mengubah rangga jadi pria yang sangat tampan, rangga sudah sangat tampan seperti biasa, namun malam ini rangga lebih terlihat sangat tampan.

__ADS_1


"Tuan rangga, anda memang sangat sempurna" ucap pemilik salon tersebut.


Rangga hanya tersenyum angkuh seperti biasanya, rangga kembali dudk di sofa, ia melihat jam tangannya, "Kenapa lama sekali" ucap nya kesal, namun baru saja rangga beranjak bangun, tirai kinan sudah terbuka, Kinan sangat cantik sekali dengan gaun navy nya, make up nya yang natural, namun terlihat elegan membuat kinan terlihat sangat anggun.


"Kinan" Gumam rangga yang terlihat takjub sampai ia hanya bisa menatap tanpa berkata-kata, matanya terus tertuju pada kinan dengan mata yang tidak berkedip sama sekali.


"Tuan muda, bagaimana? tanya kinan, namun rangga masih belum menjawab dan masih memandang kinan.


"Tuan muda" sapa nya sambil berjalan mendekati rangga, sehingga membuat rangga tersadar dan memalingkan wajahnya.rangga terlihat salah tingkah " hmmmmm lama sekali" ucapnya tanpa menatap kinan.


"Sial, apa benar ia kinan istriku? kenapa ia terlihat sangat cantik malam ini?" batin rangga


"Nyonya kinan, kau sangat cantik malam ini" puji sandy


"Benarkah, wah aku jadi malu" ucap kinan tersipu


"Cih, kau masih jelek" ucap rangga berbohong sambil berjalan meninggalkan kinan menuju mobil .


"Tuan tunggu" ucap kinan. Namun kinan menghentikan langkah nya dan mengangguk mengucapkan terimakasih pada penata riasnya.


Rangga meninggalkan mobil nya yang ia pakai bersama kinan tadi, sandy kembali menemani mereka, rangga dan kinan duduk di belakang, mereka tidak bersuara sama sekali, namun diam - diam rangga nampak mencuri-curi pandang pada kinan, sampai akhirnya tanpa sengaja kinan menangkap pandangan rangga.


"Tuan, kenapa? apa aku terlihat aneh ? ucapnya ragu


"Hmmm, kau memang selalu terlihat aneh, begitu saja masih bertanya" ucap rangga


"Lalu bagaimana baiknya? aku tidak mau nanti anda malah dibicarakan orang-orang kalau anda berjalan bersamaku, apa kita harus pura-pura tidak kenal? ucap nya polos yang membuat rangga tertawa.


Rangga menjentikan jari nya dengan lembut ke kening kinan" Kau ini bodoh yah, mana mungkin kita berpura-pura tidak kenal di acara itu, kita berdua akan menjadi sorotan disana, haaha" rangga kembali tertawa


"Hei, kenapa kau membuang muka ? tanya nya datar


"Tidak apa-apa, aku hanya gugup " jawabnya dengan suara sedikit bergetar


Rangga tiba-tiba tersenyum, dan menggengam tangan kinan "Jangan gugup, kau wanita yang paling di hormati nanti disana, lagi pula malam ini kau sangat cantik, tegakan kepala mu disana , kau istri dari rangga prayoga" ucapnya


Kinan hanya bisa menatap tanpa bisa berkata apa-apa, dengan perilaku lembut rangga.


"Tuan muda, nyonya kita sudah sampai" ucap sandy memecah keheningan.


"Ayo turun" ucap rangga setelah seorang doorman membuka pintu mobilnya.


Mereka pun saling berjalan beriringan, kinan menggandeng tangan rangga, an mereka pun masuk kedalam ballroom, semua mata tertuju pada mereka. Apa yang difikirkan kinan ternyata salah, semua orang kagum dengan keanggunan kinan, termasuk dafi yang sudah dari tadi memeperhatikannya dari jauh. Sampai pada acara inti dari acara tersebut, yaitu penyerahan jabatan perusahaan dari papa rangga.


Ya malam ini adalah malam yang sangat dinantikan rangga, mulai hari ini rangga ada pemimpin perusahaan, dan memegang penuh seluruh urusan perusahaan.


Dan malam itu pun keluarga prayoga memperkenalkan kinan secara resmi sebagai istri dan menantu keluarga prayoga kepada seluruh kolega nya.


"Apa kau senang ? tiba-tiba tedenar suara yang familiar untuknya


Gadis cantik yang memakai gaun merah sambil memegang gelas wine menatap tajam dengan penh benci pada kinan.

__ADS_1


"Mba nira" ucapnya kaget.


"Jangan terlalu senang, di dunia ini tidak ada yang nama nya Cinderella kinan, kau harus sadar siapa dirimu" ucapnya tajam


"Terimakasih sudah mengingatkan aku mba, aku tidak akan pernah lupa siapa aku, mba nira tenang saja" ucapnya


"Baguslah kalau kau sadar" ucapnya lalu pergi


Mata kinan langsung terlihat lesu, ia merasa apa yang dikatakan nira itu benar.


"Nyonya prayoga" sapa sesorang


Kinan tersenyum, "Mas dafi"


"Kenapa wajah mu murung ?


"Tidak mas, aku hanya merasa aku tidak cocok aa disini, bagaimana kalau kita mencari udara segar? ajak nya


"Dengan senang hati, aku juga sudah tidak betah memakai jas ini, sama sekali tidak cocok untuku" bisik dafi membuat kinan tertawa.mereka pun keluar.


"Ahhh segarnya" ucap kinan


"Kau merasa lebih nyaman disini ?


Kinan mengangguk yakin


"Aku merasa tidak nyaman, didalam sana sangat jauh sekali dengan duniaku, aku tidak cocok disana" heheh


"Kenapa ? kau adalah menantu dari keluarga prayoga sekarang, itu dambaan para gadis di luar sana"


Kinan tersenyum kecil "Iya, hahaha aku sangat beruntung" ucapnya canggung


"Kinan, apa kau bahagia? tanya dafi tiba-tiba yang mampu membuat kinan terdiam beberapa saat


"Apa yang kau katakan ? tentu saja aku bahagia." jawabnya canggung


"Apa kau menyukai rangga?


Kinan kembali diam "Apa aku menyukai tuan muda? " batinnya pada diri sendiri.


"Ada danira dihatinya" ucap dafi tiba-tiba dengan nada serius


"Aku tau, tapi sepertinya mas dafi tidak pantas berbicara seperti itu padaku, bagaimanapun aku istri mas angga"


"Istri sementara" ucap dafi lemah


Kinan tersentak mendengar kat-kata dafi.


"Mas, apa maksud mu? tanya nya


Dafi diam, pandangannya lurus kedepan "Aku tauhubungan mu dengan rangga sejak awal, awalnya aku tidak tertarik dan tidak perduli dengan alasan kalian menikah, tapi lambat laun perasaan tidak perduliku berubah menjadi perasaan kasian, dan lambat laun aku merasa aku selalu ingin melindungimu, haha ini memang bodoh, aku menyukai istri dari sepupuku, aku nampak bodoh, namun aku tidak bisa menyangkal perasaan ku kinan, semakin hari perasaan ku padamu semakin tumbuh, ingin rasanya aku merebutmu dam membawa mu pergi dari rangga, "

__ADS_1


"Stop mas, jangan di teruskan,mas dafi tidak boleh berbicara seperti itu, aku harus kembali, mas angga pasti mencari ku" ucap kinan dengan suara bergetar lalu berpamitan ,


Kinan baru berjalan beberapa langkah kinan pergi, kinan melihat suaminya rangga dan danira yang sedang berciuman. Entah kenapa, perasaan nya tiba-tiba seketika hancur, air matanya tiba-tiba menetes melihat rangga, namun dafi menarik tangan kinan sampai tubuh kinan berbalik, "Jangan dilihat" ucap dafi sambil menyandarkan kepala kinan di dadanya.


__ADS_2