Satu Tahun Untuk Selamnya

Satu Tahun Untuk Selamnya
part 47


__ADS_3

Kinan dan rangga turun ke bawah untuk sarapan, kali ini hanya ada dafi yang duduk menunggu mereka.


"Pagi mas dafi" sapa kinan


"Untuk apa dia menyapa dafi" batin rangga


"Pagi nan, ga "


"Hmmm" rangga hanya menjawab seperlunya.


Mereka bertiga pun sarapan.


Selesai makan Kinan mengantar rangga ke mobilnya seperti biasa. rangga pun naik, dafi menyusul dari belakang, "Nan, kamu mau pergi ke kampus? kita pergi bersama saja" ajaknya


"Apa boleh mas? tanya kinan senang, namun rangga yang mendengar itu langsung turun dari kursi belakang, "Tidak usah repot-repot, istriku akan ku antar." cepat masuk' ucap rangga sambil mendorong kinan masuk kedalam mobil dengan wajah bingung.


"Sudah, jangan terlalu banyak basi basi dengannya" ucap rangga.


"Itu namanya pamitan tuan muda, bukan basa-basi" jawab kinan sambil menahan tawanya


"Kau berani menertawakannku sekarang kinan? tanya nya kesal.


"Habis akhir-akhir ini anda aneh tuan muda" jawabnya polos. "Pagi mas sandy" sapa kinan


"pagi nyonya muda" jawab sandy ramah.


"Lihat kedepan, kau membawa nyawa orang berharga disini" ucap rangga sinis


"baik tuan muda, maafkan saya"


"Hmmm"


Kinan hanya bisa menggelengkan kepalanya, "Kenapa kau senyam senyum?" tanya rangga


"Tidak, aku hanya merasa lucu saja, ngomong-ngomong, terimakasih tuan muda mau mengantarku"


"Hmmm, mulai besok kau pergi ke kampus bersama ku, jangan ikut dengan orang lain" ucapnya datar


"Kenapa ? tanya kinan polos


"Karna kau bodoh, suruh siapa kau tidak bisa mengemudi"


Kinan memanyunkan bibirnya, dan mengerutkan dahinya.


"satu lagi jangan sering memanyunkan bibirmu seperti itu di depan ku, lipat saja bibir mu bila sedang bersamaku" ucap rangga


Kinan pun langsung reflek melipat bibirnya.


"Nah bagus, seperti itu saja" ucap rangga


Sandy hanya tersenyum melihat tingkah tuan mudanya. "Syukurlah kau sudah mulai menyukai nyonya kinan tuan," batinnya.


"Hahah iya seperti itu kinan hahha ucap rangga sambil tertawa.


Pagi itu perjalanan tidak semuram biasanya, pagi ini sangat ceria.


Sampai lah di kampus kinan, "Terimakasih tuan muda, mas sandy" ucapnya hendak keluar dari mobil, tapi rangga menahannya "Jangan lupa makan siangmu, jangan nakal disini" ucapnya


"Hahaha memangnya aku anak kecil, kau menyuruhku jangan nakal dan makan siang"


"Aku serius, ini pegang Kartu ku, jangan makan mie terus" ucap rangga sambil memberikan kartu nya pada kinan


Kinan terdiam dengan wajah bingung "Hehe Tidak usah tuan muda, aku tidak membutuhkannya" ucap kinan menolak kartu pemberian rangga, "aku sudah membawa bekal yang di bawakan pak reki untuku, aku pamit, sebentar lagi kelas ku dimulai" ucapnya lalu keluar. Rangga masih terdiam, ia seolah tidak percaya ada seorang wanita yang menolak sebuah jartu hitam tanpa batas yang diberikan padanya secara cuma-cuma.


"Sandy" ucapnya pelan


"Iya tuan?


"Apa kau lihat, dia baru saja menolak kartu ku?


"Iya tuan muda, nyonya kinan memang gadis yang berbeda"


"Dia bodoh atau tidak mengerti kartu apa ini ? tanyanya penasaran


Sandy hanya tersenyum tanpa menjawab.


"Tuan, apa sebaiknya kita jalan sekarang?


Rangga hanya mengangguk tidak percaya, iya melihat kartu nya dan tersenyum tiba-tiba.


"Sandy" gumamnya


"Iya tuan muda?"


"Apa aku menyukai nya ? aku merasa hari ku sekarang sangat berbeda saat bersama nya"


Sandy kembali tersenyum "Pertanyaan itu hanya anda yang bisa menjawabnya"


"Kinannnnnn si anak hilang, kau pergi kemana saja selama ini ? tanya sari sambil berkacak pinggang


Kinan tersenyum lalu memeluk sari "heheh "

__ADS_1


"Jangan tertawa, aku sedang serius, kau kemana saja ? kau sangat aneh akhir-akhir ini"


"Sari, nanti pasti aku ceritakan, tapi ga sekarang" ucap kinan


"Kenapa tidak bisa sekarang???


"Karna kita ada kelas" jawabnya asal


"Oia benar"


Kinan dan sari pun tertawa bersama.


Dikelas sean tiba lebih dulu, "Pagi kinan, ini untuk mu" sapa sean sambil memeberikan hot chocollate untuk kinan.


"Kinan doang nih? aku ngga ?


"ini untuk mu juga"


"Gitu dong, ucap sari sambil mengambil cup miliknya.


Kinan tersenyum


"Kinan, nanti kita makan siang bersama yah? sudah lama kita tidak makan bersama" ajak sean


"Tidak bisa sean, aku harus pergi bekerja sehabis kelas"


"Kalau begitu kita makan malam saja"


"Tidak bisa juga, aku harus pulang"


"Hmmm kalau begitu aku akan mengantarmu pergi bekerja"


"Hmmmm"


"Ya, kau tidak bisa menolak, aku akan mengantarmu" ucapnya sambil tersenyum


"Aduh bagaimana ini, kenapa ia selalu memaksa" batinnya


Satu notifikasi masuk ke dalam kotak pesan kinan


"Manusia labil " siapa ini ?


"kau sedang apa ? 


p


p


p


isi pesannya.


"oh iya, semalam aku mengganti kontak mas angga lagi. hehe batinnya tersenyum


"Kuliah" jawaban singkat dari kinan


"Apa -apaan dia ? ucap rangga di tengah rapat paginya


Semua mata tertuju pada rangga yang tiba-tiba kesal, rangga pun tersadar, lalu ia menundukan kepalanya karena malu."Kenapa aku jadi bodoh sepertinya" batinnya sambil menutup wajahnya dengan satu tangannya dan kembali duduk.


Siang hari nya, rangga masih sangat gelisah, ia sangat ingin sekali tau kabar kinan.


Tringgg satu notifikasi lagi dari rangga,


"Manusia labil"


"Apa yang sedang kau lakukan ? apa kau sudah makan siang? kau sedang apa? kau dimana? 


"Dengan siapa ?"


"Kau dimana?"


P


P


P


P


Rangga menunggu balasan kinan dengan hati gelisah


Tringg.. satu notifikasi masuk


"Gadis bodoh"


"Kerja"  kembali kinan menjawab pesannya dengan singkat. 


Rangga mulai kesal, "Sial ! kenapa ia sangat dingin? apa ia tidak ingin tau apa yang sedang aku lakukan ?gumamnya kesal.


Setelah membalas pesan rangga kinan pun bergati pakaian dan menyimpan ponsel nya dalam loker, sedangkan rangga nampak frustasi kinan tidak mengangkat telfonnya.

__ADS_1


"Sial! kenapa ia membuatku gila" gumamnya frustasi


Tok.. tok ..


"masuk" ucapnya


Sandy pun masuk, Tuan anda mau kemana? tanya nya penasaran


"Aku ada urusan sebentar, tolong kau urus perusahaan sebentar" ucap nya lalu pergi.


Siapa sangka, ia pergi terburu-buru hanya untuk mendatangi kinan.


"Tuan muda? sedang apa kau disini ? tanya kinan kaget


"Kau ? kenapa kau tidak mengangkat telfon ku ? tanyanya kesal


Kinan melihat kiri kanan, lalu menuntun rangga ke samping "Tuan muda, ada apa ? pelan kan suara mu, nanti aku bisa dimarahi bosku"


"Masa bodoh" kenapa kau tidak menjawab telfonku ?


"Aku sedang bekerja, aku tidak membawa ponsel, ada apa ? kelihatannya sangat mendesak" tanya nya penasaran.


Rangga memutar bola matanya, hmmm tidak, aku hanya sangat lapar, aku ingin makan" jawabnya asal


"Astaga tuan muda, kau kan tinggal makan, kenapa kau mencari ku?


"Ayo makan bersama" ajaknya sambil menggandeng tangan kinan sampai mencuri banyak banyak mata yang melihat.


"Tuan lepaskan, nanti bosku marah"


Rangga membuang nafas kesal, "aku bos mu, restoran ini miliku" ucap rangga


"Apa??? kinan kaget mendengarnya.


"Tuan rangga, ada apa ? sapa manager resto


"Aku akan makan dengannya, siapkan private room untuk kami" ucapnya.


"astaga dia benar-benar pemilik tempat ini, kenapa aku tidak tau ? batinnya sambil melihat ke arah rangga.


"Kenapa melihat ku seperti itu? kau baru tau yah kalau suami mu sangat kaya? tanyanya sombong


"Kinan hanya mengangguk tanpa menjawab.


"Ayo" ajaknya sambil berjalan ke private room.


Rangga dan kinan pun makan siang bersama, "kenapa kau diam saja? tanya rangga


"Tidak"


"Hei, bicaralah"


"Tuan muda, kau jangan seperti ini di tempat kerja ku, aku tidak enak dengan karyawan lain, aku juga takut dengan pandangan yang lain, aku makan dengan pemilik restoran kan tidak bagus kelihatannya" ucapnya ragu


"Kenapa ? kau kan sedang makan dengan suamimu"


"Tuan muda, jangan seperti ini, ini kan hanya sementara, kenapa anda tidak berfikir panjang, mereka tidak tau, lagi pula, pernikahan kita kan hanya tinggal beberapa bulan lagi, aku masih perlu pekerjaan ini, bagaimana kalau aku di keluarkan ?


"Siapa yang berani memecatmu"


"Sudahlah, habis kan makanan mu, lalu pergi, kau kan masih harus bekerja" ucapnya


"Apa sikap ku ini salah ? dia terlihat kecewa, padahal aku hanya ingin melihatnya saja" batin rangga


"Baiklah, jangan cemberut, aku tidak akan melakukannya lagi, salah mu sendiri kenapa kau tidak menjawab telfonku" ucap rangga masih tidak mau kalah


"Mana mungkin aku membawa ponsel saat bekerja, lagi pula biasanya juga tidak ada yang menghubungiku, untuk apa aku membawanya,"jawabnya kesal


Rangga tersenyum, "memangnyatidak pernah ada yang menghubungimu yah ?


Kinan mendelik kesal, "Cepat habiskan makananmu, ini jam sibuk tuan muda"


"Bailk lah" ucap rangga sambil tersenyum senang


"Kinan"


"Hmmm"


"Kenapa kau membalas pesan ku sangat singkat?


"Memangnya aku harus membals apa? aku menjawab pertanyaan mu kan?


"Lalu, kau tidak penasaran apa dengan apa yang aku lakukan juga?Tanya nya antusias.


"Tidak" Jawab kinan polos


Rangga terlihat kesal


"Mulai sekarang kau harus selalu mengirimi ku pesan, kau sedang apa ,dimana dan pergi kemana, kau mengerti ?


"untuk apa ?

__ADS_1


"Jangan banyak bertanya, pokonya kau turuti saja, aku sudah kenyangm, kau makan yang banyak yah" ucapnya sambil mengelus kepala kinan lalu pergi sambil tersenyum


Kinan melihat kepergiannya sambil mematung"Seperti nya dia benar-benar sudah gila" gumamnya


__ADS_2