Satu Tahun Untuk Selamnya

Satu Tahun Untuk Selamnya
part 34


__ADS_3

Pagi hari nya.


Perlahan rangga membuka matanya, namun wajah yang ia lihat pertama kali bukannya wajah kinan, melainkan wajah pak reki. "Kau ? kenapa kau yang membangunkanku? mana si bodoh itu?, maksudku, mkemana kinan? tanya nya


"Nyonya muda pergi pagi-pagi sekali tuan, katanya ada urusan penting" jawabnya.


Bukannya rangga kesal, rangga malah tersenyum "Pasti si bodoh itu sedang menghindariku gara-gara semalam" batinnya sambil senyam senyum. kemudian Rangga melirik meja kerjanya, ada segelas air putih yang tertutup rapi, ia tersenyum


"Ada apa tuan muda ? tanya pak reki


"Haha tidak, keluarlah, aku akan mandi, oia tolong bawakan sarapan ku kemari, aku akan sarapan di kamar saja hari ini.


"Baik tuan muda"


Mood rangga sangat baik hari ini, ia mengambil ponselnya, pertama kontak yang ia buka adalah kontak kinan. "SI BODOH" rangga membuka profile picture  kinan, ia membukanya. "kenapa ia selalu menyembunyikan wajahnya, padahal ia mempunyai wajah yang manis. batinnya sambil tersenyum. "Hei rangga sadar, manis dari mana, wajah bodoh yang lebih tepat" ucapnya sambil melempar ponselnya keatas ranjang.


Rangga selesai mandi, ia tersenyum, ternyata sebelum pergi kinan sudah menyiapkan semua kebutuhan rangga, ia sudah menggantungkan pakaian kerja rangga, mnyiapkan sepatu,kaos kaki dan dasi untuk rangga, rangga kembali tersenyum.


Di kampus


"Aduh, apa ia akan mengamuk kalau tau aku tidak ada dirumah ? masa bodoh lah, aku tidak sanggup menghadapinya" gumamnya


"Dor" sapa sean mengagetkan


"Ah sean, kau membuat ku kaget" ucap kinan


"Sean duduk di samping kinan, "Apa yang kau fikirkan pagi-pagi begini kinan? tanyanya sambil menyandarkan kepalanya kepunda kinan.


"Sean, jangan begini" ucap kinan sedikit menghindar


"Kenapa nan? ini kan kebiasaan kita saat pacaran dulu" ucap sean


"Heheh, tapi kan kita sudah tidak berpacaran"


"Kalau begitu kita pacaran saja lagi kinan, bagaimana? Tanya sean dengan mata berbinar


"Hahahha, kau sudah mulai melantur, ayo berdiri, kelas akan segera dimulai" ajak kinan


"Aku serius kinan" batin sean.


SIang hari nya,


Kinan, sari dan sean sedang mengobrol, tiba-tiba ponsel kinan berdering "SUAMIKU" betapa kaget nya kinan saat melihat notifikasi ponselnya.


"Ada apa kinan? siapa yang melefon? kenapa kau sangat kaget? tanya sean


"Siapa nan? tanya sari


"Hehe ibu, aku angkat telfon sebentar yah"


"Halll.....


"Kenapa lama sekali menjawab telfon ku ?! seharusnya kau langsung menjawab begitu melihat notifikasi dari dariku, bukannya malah tertawa bersama teman-temanmu seperti orang bodoh !"Teriak rangga dari sberang,


Kinan menjauhkan sedikit ponselnya dari telinga setelah mendengar teriakan rangga.


Wajahnya terlihat kaget, ia celingak celinguk kiri kanan "Bagaimana ia tau aku sedang tertawa disini? batinnya.


Berhenti celingak celinguk seperti orang bodoh, kemari, aku ada di parkiran, kinan melihat kearah parkiran, lalu melihat mobil rangga yang mengedipkan lampu jauhnya.


"Apa yang ia lakukan dikampusku?" batinnya


"Iya tuan, aku akan segera kesana" ucapnya lalu mematikan telfonnya

__ADS_1


Rangga tersenyum sambil melihat ponselnya.


"Senyum itu ? seperti nya tuan muda sudah mulai, ah tidak mungkin, tuan muda sangat mencintai pacarnya, itu hanya kebetulan saja" batin sandy yang dari tadi memperhatikan rangga dari balik spion.


"Teman-teman, aku duluan yah, aku ada urusan mendadak" ucapnya


Sean mengejar kinan, "kamu mau keman? aku antar yah?" ajak sean sambil memegang tangan kinan


Kinan perlahan melepaskan genggaman tangan sean, "Tidak usah, aku sendiri saja, dah sean" pamitnya


"Pria itu lagi, apa yang ia lakukan dikampus kinan? kenapa ia memegang tagan istriku? gumamnya


"Istri?" tanya sandy yang reflek melihat kearah rangga. Rangga merasa malu dengan refleknya, "Maksud ku si bodoh itu ! ucap rangga dengan penuh penekanan. sandy tidak berkomentar apa-apa, ia hanya tersenyum.


Kinan masuk kedalam mobil, "Kenapa kau lama sekali ! apa kau fikir aku ini sopir mu?! ucap rangga kembali ke tabiat aslinya


"salah sendiri kenap harus repot-repot kemari?" ucap kinan asal


"Hai mas sandy, sudah lama tidak bertemu" sapa kinan dengan senyum sumeringah


"Jangan terlalu ramah dengan semua orang, kau sangat terlihat bodoh dengan senyumu itu" ucap rangga kesal


Kinan pun melipat bibirnya lalu duduk bersandar dengan tenang.


"Tuan muda, kenapa kau kemari? ada apa ? tanyanya penasaran


"Kenapa? kau merasa aku sudah menggangumu dengan pria itu ? tanya nya ketus


"Bukan begitu, aku hanya penasaran saja"


"Kau ini pikun ? sore ini hari peresmianku, kau harus bersiap untuk pesta. ucapnya


"Oh iya benar, lalu apa yang harus aku lakukan disana? tanya nya polos


"Oke, aku hanya cukup diam dan bicara seperlunya saja yah, baik tuan muda, aku mengerti" ucapnya sambil mengangguk-nganggukan kepalanya


"Satu lagi,"


"Apa tuan ? tanya kinan dengan wajah polosnya


"Panggil aku sayang saat di pesta" ucapnya dingin sedikit ragu


Sandy yang terlihat diam, nyata nya dia sangat sekali ingin tertawa mendengar perintah tuannya.


"Tidak mau, aku tidak nyaman dengan panggilan itu" jawab kinan polos


"Lalu kau akan memanggilku apa ? Tuan muda? orang akan berfikir kau pelayanku, bukannya istriku"


"Kita cari panggilan lain saja, bagaimana kalau mas angga ? saran kinan polos


"Tidak mau !


"Kenapa? tanyanya polos


"Aku tidak mau kau memanggilku sama dengan cara kau memanggil semua orang" ucapnya seperti anak kecil


"Bagaiamana kalau rangga ? ucap kinan sambil tersenyum


"Cihh dasar bodoh, kau seperti sedang memarahiku bila kau memanggil namaku seperti itu. ucapnya sambil tertawa, "Sudah, panggil aku sayang saja"


"Baiklah" ucapnya sambil membuang nafas


"Kau tidak suka ?"

__ADS_1


"Bukan begitu .. tapi ..


Hahhahahhaha bla bla bla pertengakaran receh dan perdebatan tidak penting ini malah membuat tawa disepanjang perjalanan pulang, rangga sangat terlihat nyaman saat sedang berdebat dengan kinan walaupun lebih sering kinan lah yang lebih sering terintimidasi oleh rangga.


Sepanjang perjalanan mereka tertawa sampai pada ponsel rangga berdering.


"Danira sayang"


Kinan dan rangga tiba-tiba diam, rangga memalingkan wajah dan mengangkat tefon di samping kinan "Sayangggggg, lama sekali mengangkat telfonku, kau sedang sibuk? tanya danira


"Tidak sayang, barusan aku tidak melihat ponsel ku saja, Ada apa sayang?


Wajah ceria kinan tiba-tiba menghilang, ia hanya diam mendengar kan percakapan antara suaminya dan kakaknya.


"Kamu sedang apa nira? Tanya nya lembut.


"Aku sedang bersiap untuk datang ke acara peresmian mu sayang, aku akan menjadi wanita paling cantik disana."


"kau akan datang?


"Iya, kenapa ? kau tidak senang ? pokoknya kau jemput aku.


"Tidak bisa nira"


"kenapa ? kau tidak mau menjemputku ? tanyadnaira kesal


"Bukan seperti itu, aku tidak bisa menjemputmu, aku harus pergi bersama kinan. Mama, papa, dafi dan oma juga ikut, aku tidak mungkin pergi sendirian, kamu ngerti yah? jelasnya lembut


"Hmmm gila, adiku yang hebat itu benar-benar sangat hebat ternyata, bisa membuatku seperti orang bodoh, pokoknya kau harus membalasnya, karna dia aku menjadi no.2" ucap danira


"Dia tidak salah sayang, keadaan lah yang membuatnya seperti ini"


"kau membelanya ?


"Bukan, sudahlah, jangan marah, aku akan memberimu hadiah, tapi kau jangan marah yah.


Danira tersenyum licik di balik ponselnya "Baiklah, aku tidak akan marah lagi, asalkan ...


"Apa? kau sedang menginginkan apa ?


"Aku ingin membeli mobil baru, teman-temanku banyak yang mengganti mobil mereka, sedangkan aku masih memakai mobil lama, aku malu sayang" ucap danira dengan nada kesal yang di buat-buat.


"Baiklah, kau pilih saja mobil nya, beri tau aku seri ke berapa dan warna apa, besok aku akan suruh sandy carikan mobil baru untuk mu" aku tutup dulu yah, sampai bertemu disana" ucap rangga. lalu mematikan ponselnya.


Suasana berakhir canggung, "Hmmm"kau.. ucap rangga


"Aku? tanya kinan


"Kau mau mobil apa ? kau mau mengendari mobil apa ? tanya nya canggung


"Tidak, aku tidak mau mobil, untuk apa aku memiliki mobil?


"Sudahlah, cepat jawab saja, kau mengingkan mobil apa ? besok aku akan membelikannya! ucap rangga kesal


"Kenapa kau kesal, aku kan tidak mau mobil"


"Kau ini yah, sudah cepat bilang"


"Tidak mau, aku tidak mau membeli mobil"


Lagi-lagi hasil dari obrolan mereka adalah pertengkaran kecil yang akhirnya berakhir dengan tawa.


"Nyonya muda memang sangat berbeda dengan nenek sihir itu" Batin sandy

__ADS_1


__ADS_2