
Kinan pulang lebih awal,
Ia melihat dafi yang sedang mengobrol dengan oma, "Sore oma, mas dafi " sapa nya
"Istri rangga, kemari lah makan puding bersama kami" ajak oma
Kinan tersenyum, lalu menghampiri oma dan duduk bersama mereka,
"Dafi sekarang akan tinggal disini, aku tidak setuju ia tinggal di apartemen padahal disini rumahnya sangat besar" ucap oma
Kinan hanya tersenyum mendengarkan oma, wajahnya sangat pucat.
"Wajahmu sangat pucat, kau sakit? tanya oma
"Tidak oma, aku hanya sedikit lelah saja" ucap kinan
"kau sangat pucat kinan" ucap dafi yang terlihat khawatir lalu memegang kening kinan.
"Tidak apa-apa mas" ucapnya sambil memundurkan sedikit kepalanya.
"Maaf" ucap dafi dengan nada penuh kekhawatiran
Oma melihat sorot mata dafi saat melihat kinan. "Ada apa dengan cucuku dafi?apa ia menyimpan perasaan pada istri rangga?"batin oma
"Kalau begitu kau pergilah ke kamar, istirahat, akan ku panggilkan dr ibnu kemari" ucap oma
"Tidak usah oma, aku hanya butuh tidur sebentar saja, ucapnya lalu pamit ke kamar
Kinan masuk kedalam kamar, lalu masuk ke walk in closet, ia mengeluarkan bantal dan selimutnya dari lemari dan menggelarnya seperti biasa dilantai, ia memegang jidatnya sendiri "Ternyata benar aku demam" ucapnya lalu meneguk obat dan berbaring.
Selang beberapa lama rangga pulang lebih cepat. Rangga melirik kesebuah koper disamping sofa "Kau tinggal disini sekarang ? tanya nya pada dafi.
Dafi hanya tersenyum "Apa yang kau bawa?
"Ini ?ucap rangga sambil mengangkat sebuah paperbag berlogo apel.
"Kau membeli ponsel baru ?
__ADS_1
Rangga hanya tersenyum yang tidak bisa diartikan sambil melihat papperbag nya
"Kinan sudah ada diatas dari tadi" ucap dafi
"Ia sudah pulang ? ucapnya sambil melihat ke atas
"Bagus lah kalau ia sudah pulang" batinnya
"Kalau begitu aku akan naik" ucapnya lalu pergi
Ia masuk kedalam kamar, tapi ia tidak melihat kinan didalam, "Apa ia di toilet? ucapnya sambil membuka pintu toilet, namun kinan tidak berada disana. Rangga pun membuka pintu gantinya, Ia melihat kinan sedang tertidur menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. "Cihh dasar tukang tidur" ucapnya , "Hei kau, bangun, lihat apa yang aku bawa, aku membelikan mu ini, lihat lah, anggap sebagai permintaan maafku karena perilaku ku semalam" ucapnya sambil tersenyum melihat papperbag nya, Namun kinan tidak menggubrisnya dan membuat rangga kesal lalu menghampiri kinan. "Hei kau pasti berpura-pura tidak mendengarku yah, sudahlah kinan lupakan yang semalam, suasana hatiku sedang buruk kemarin" ucapnya. Namun kinan masih tidak menjawab membuat rangga semakin kesal, Rangga membuang nafas kasar "Berhentilah bermain-main, ayo bangun !" ucapnya sambil menarik selimut kinan dengan paksa, terlihat kinan masih menutup matanya dengan keringat yang sangat banyak diseluruh tubuhnya.
"Kinan?" ucap rangga kaget, lalu memegang kening kinan yang saat itu terasa sangat panas. Rangga berteriak sekuat tenaga memanggil pak reki, namun dafi lah yang datang duluan ke kamar rangga, dafi melihat kinan yang sedang tertidur di lantai ruang ganti rangga. rannga kaget melihat dafi yang masuk, "Kinan" ucapnya ia melihat kinan tertidur dilantai, betapa sakit hatinya melihat keadaan kinan, lalu lagsung datang kearahnya saat rangga akan menggendongnya ke ranjang. Dafi menahan lengan rangga "Biar aku saja yang menggendongnya" ucapnya datar
"Apa-apaan kau ini " ucap rangga sambil menghempaskan lengan dafi lalu menggendong kinan ke ranjangnya.
"Tuan muda ada apa ? tanya pak reki.
"Panggilkan Dr. Ibnu dekarang juga ! Teriaknya
"Baik tuan muda" ucapnya lalu bergegas
"Nyonya muda demam nyonya, aku akan memanggil dokter ibnu. "
"Iya, cepat panggil dia" titah oma.
"Bantu aku naik keatas" ucap oma.
"Sebaiknya anda tunggu disini saja nyonya, kau akan lelah jika naik keatas" Ucap pak reki
"Baiklah, beri tahu aku perkembangan nya" ucap oma
Di kamar rangga, rangga terlihat frustasi, ia semakin kesal melihat dafi yang malah duduk disamping kinan.
Kinan terbaring dengan wajah yang sangat pucat, "Ibu tolong kinan, sakit bu" kinan mengigau sambil memegang pinggangnya lalu merunah posisi tidurnya, air mata jatuh dalam tidurnya. Seperti orang yang sangat menderita.
Dafi tidak sengaja melihat memar di pinggang kinan saat kinan merubah posisi tidurnya, Betapa kagetnya dia saat melihatnya "Kinan?" ucapnya dengan mata terbelak.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan, minggir, jangan dekati istriku" ucap rangga sinis
Dafi tersenyum sinis, "Hmm istrimu? ucapnya sinis
"Apa maksud mu?! Keluar lah!"
"Aku akan tetap disini, aku tidak bisa meninggalkan nya bersama laki-laki brengsek seperti kau !
Mata rangga lansgung terbelak mendengar ucapan dafi, ia menarik kerah baju dafi "Apa maksud mu !!! ucapnya
Dafi tersenyum sinis sambil melepaskan tangan rangga dari kerah nya, ia berbalik sambil melihat kearah balkon, ia memasukan kedua tangan nya kedalam saku celananya "Aku sudah mendengar semuanya, pernikahan kontrakmu"
Rangga sangat kaget mendengarnya "Apa yang kau bicarakan !? jaga bicaramu, ucapnya kembali marah dan kembali menarik kerah baju dafi. Namun Dr Ibnu datang, Dr. Ibnu masuk sambil menggelengkan kepala "Apa kalian akan bertengkar di depan pasien ? ucapnya santai. Dr ibnu adalah dr keluarga prayoga sejak 5 tahun lalu menggantikan ayahnya, dengan kata lain, ibnu adalah teman rangga dan dafi. "Minggir kalian, jangan menghalangiku" ucapnya sambil meletakan tas dokter nya, lalu segera memeriksa kinan.
Demam nya sangat tinggi, tekanan darahnya sangat rendah, sepertinya ia mengalami stress berat dan ia s kurang gizi, "Bagaimana ini rangga, apa istrimu tidak kau beri makan dengan benar? ucapnya
"Stress ? kurang gizi ? apa kau bercanda ? ucap rangga tertawa tidak percaya
"Iya, jangan buat ia tertekan selama beberapa hari ini, nanti demamnya akan susah sembuh" ucap ibnu sambil memasangkan infus untuk kinan. "aku akan menuliskan beberapa resep untuknya," dafi tiba-tiba mengambil resep itu dari tangan ibnu, "Biar aku saja yang membelinya" ucapnya lalu bergegas
"Cih.. apa-apaan dia ? ucap rangga kesal .
Ibnu duduk di sofa kamar rangga, "Apa yang kau lakukan ? kenapa kau bukan pergi ? tanya rangga
Ibnu melihat kearah rangga sambil menyipitkan matanya "Aku yang seharusnya bertanya padamu, apa yang kau lakukan ? salah satu penyebab ia demam juga salah satunya karena luka memar di tubuhnya, apa kau yang melakukannnya ? tanya ibnu
Rangga dia beberapa saat, Iya, aku yang melakukannya, aku tidak sengaja nu. jawabnya
"Kenapa kau nikahi dia ? kalau kau tidak menyukainya, bukannya kau punya danira ?
"Dia adik danira, "
Ibnu kembali dibuat bingung oleh rangga, "Apa maksud mu ? "
"Ceritanya sangat panjang, kau tidak akan mengerti"
"Baiklah kalau kau tidak ingin menceritakannya padaku, aku pamit, pastikan ia makan setelah bangun, lalu habiskan resep yang ku beri"
__ADS_1
"Baiklah" ucapnya