
Kinan sudah masuk kedalam kamar, ia berusaha agar tidak mengeluarkan suara sedikit pun, ia melihat rangga sudah terbaring, padahal sebenarnya rangga belum tertidur. kinan masuk kedalam toilet lalu membersihkan dirinya.
"Syukurlah ia sudah pulang, lebih baik aku pura-pura tidur saja " batin rangga
Kinan masuk kedalam kamarnya lalu tidur.
Pagi harinya,
Suara ketukan dari kamar rangga membangunkannya, "Tuan muda, sudah waktunya bangun " Tok tok tok
Suara ketukan membangunkannnya, rangga melihat kearah jam dinding, "Kenapa pak reki yang membangunkan ku? gumamnya. Ia lekas berlari ke ruangan gantinya, Kinan sudah tidak ada di walk in closet. "Kemana ia pergi ? gumamnya.
"Tuan muda..." masih terdengar suara pak reki dari balik pintu.
Rangga membuka pintunya, "Iya aku sudah bangun" ucapnya
"Pak, apa kau melihat kinan? tanyanya
"Nyonya muda sudah berangkat pagi-pagi sekali tuan, katanya ada sesuatu yang harus nyonya kerjakan sebelum ke kampus" jelas pak reki
"Baiklah"
"Biar saya siapkan air untuk anda mand tuan" ucap pak reki
"Tidak, biar aku sendiri saja yang mengurusnya" ucap rangga lalu menutup pintunya
"Ia pasti sedang menghindariku"
"Kinan pergi ke kampus pagi-pagi sekali, ia memutuskan utuk tidur sebentar sebelum masuk kelasnya, karena memang masih terlalu pagi, kampus masih sangat sepi bahkan belum ada mobil mahasiswa yang terparkir.
Dirumah rangga
"Istrimu dimana nak ? tanya oma
__ADS_1
"Oh kinan, kinan tadi sudah pergi pagi-pagi oma, ada yang harus ia lakukan sebelum kelasnya" jawab rangga tergagap
"Oh begitu, kasian sekali, belikan ia mobil, aku tidak tega setiap hari melihatnya harus naik ojek "
"Kinan tidak bisa mnyetir oma"
"Supir kita da banyak, belikan saja mobil yang ia mau"
"Iya oma" jawabnya
"Kinan" sapa sari ..
"Kenapa kau tidur disini ? pasti si danira gila itu membuat masalah lagi dengan mu ? tanya sari
"Sari" ucapnya lemas
"Kinan, kau sakit ? tanya sari sambil memegang kening kinan
"Astaga, badan mu panas sekali nan" ucap sari
"Tapi nan, kau demam, wajahmu juga sangat pucat"
"Tidak apa-apa sari" kinan tetap bersikeras dan mereka pun masuk ke kelas.
Dikantor rangga, rangga juga uring-uringan, "ada pa tuan kenapa kau sangat khawatir ? tanya sandy
"Aku terlihat khawatir? kau jangan bercanda" ucap nya canggung
Sandy sangat mengenal rangga, ia mengerutkan dahinya "Ada apa tuan muda? "
"Tidak ada apa-apa, sandy belikan aku ponsel terbaru, aku ingin pulang cepat hari ini" ucapnya
"Ponsel untuk siapa tuan?
__ADS_1
"Kinan" jawabnya singkat,
Sandy hanya tersenyum mendengar jawaban dari tuan mudanya "Akhirnya kau bisa sedikit mmperhatikan gadis itu tuan" batinnya.
"Jangan berfikir aneh, aku hanya merasa bersalah karna telah merusak ponselnya" terang rangga tiba-tiba
"Aku sama sekali tidak bertanya tuan " jawab sandy dengan wajah meledek
"Sialan kau. keluar lah dan belikan aku ponsel" ucapnya salting.
"Baik tuan muda" ucap sandy lalu berpamitan.
Kinan telah selesai kelas "Kau yakin tidak apa-apa? tanya sari
"Sebaiknya aku mengantarmu pulang yah?"
Tidak apa-apa sar, aku tidak akan pulang, aku harus ke restoran, ucapnya
"Tapi nan, kau kan sakit"
"Tidak bawel, aku tidak sakit" ucap kinan sambil mencubit pipi sari
"Kau sangat keras kepala, baiklah kalau begitu biar ku antar kau ke restoran "
"Kalau itu aku setuju" ucap kinan sambil tersenyum
Direstoran kinan terlhat sedikit agak lemas, "Kinan, kau tidak apa-apa ? tanya salah satu temannya
"Tidak apa-apa" hehehe kinan tetap bersikeras.
Kinan banyak melakukan kesalahan hari ini hingga sudah beberapa kali ia kena teguran dari pelanggan.
"Nan ibu manager bilang sebaiknya kau pulang katanya"
__ADS_1
"Baiklah, aku juga tidak enak dari tadi aku membuat kesalahan terus.Aku pulang duluan yah. pamitnya lalu berjalan ke belakang untuk berganti pakaian.