Satu Tahun Untuk Selamnya

Satu Tahun Untuk Selamnya
part 39


__ADS_3

Dafi sampai di kediaman prayoga, "Selamat malam tuan muda" sapa pak reki ''


"Dimana rangga? tanya nya dengan nada marah  sambil melihat kesekitar


"Tuan muda ada di taman tuan, " jawab pak reki.


Dafi pergi kearah taman dengan tergesa-gesa, ia melihat rangga sedang berdiri menghadap kolam renang,


"Dasar brengsek ucapnya sambil memukul keras wajah rangga sampai rangga terjatuh kedalam kolam, masih belumpuas dafi pun menjatuhkan dirinya kedalam kolam, mereka berkelahi di dalam kolam. "Apa yang kau lakukan ? kenapa kau emmukulku brengsek ?! tanya rangga lalu balik memukul dafi, mereka berkehai di dalam air, saling memukul dan saling mengumpat Dafi mencengkarm kerah baju rangga "Apa yang sudah kau lakukan pada kinan? jawab aku brengsek !


Rangga tertawa sinis, "Jadi kau bersama nya ?, kau sembunyikan istriku dimana brengsek ?! tanya rangga lalu memukul rangga kembali. dan lagi-lagi mereka kembali saling memukul


Oma datang dengan di temani pa reki "Apa yang kalian lakukan ?! cepat naik ?!! teriak oma


Mereka pun berhenti walaupun tangan mereka saling mencengkram kerah masing-masing, mereka pun saling mendorong, rangga dan dafi naik keatas , para pelayan pun membawakan mereka handuk masing-masing.


"Reki tolong bawakan teh hangat untuk cucu-cucu preman ku ini" titah oma

__ADS_1


"baik nyonya"


"Apa yang kalian lakukan ?! tanya oma sambil menampar kedua cucunya.


"Apa kalian sudah tidak menghargai keberadaan ku disini? apa yang kalian ributkan ? aku tidak pernah mengajarkan kalian seperti ini ! ucap oma dengan nafa sterengah-engah.


Namun rangga dan dafi memeilih untuk diam tidak menjawab pertanyaan oma dan keduanya masih menunduk.


"Baiklah kalau kalian tidak mau bicara, Duduk lah, dan bicara kan permasalahan kalian berdua dengan tenang, dasar brengsek ! ucap oma sambil meninggalkan kedua cucunya dan masuk kedalam kamar.


"Reki" panggil oma lirih


"Ada apa dengan cucu-cucuku ? apa yang membuat mereka sampai berkelahi seperti itu ? untuk pertam kalinya aku takut mati bila melihat keadaan rumah ku berantakan seperti ini reki" ucap oma menteskan air matanya


"Tidak nyonya, mereka hanya salah faham, jangan berfikiran negatif, mereka akan segera berbaikan, anda percaya saja pada cucu-cucu hebat anda" ucap pak reki


"Semoga saja apa yang kau katakan itu benar" ucap ama sambil memandang rangga dan dafi dari balik jendelanya.

__ADS_1


Rangga dan dafi masi diam, sejak oma pergi,mereka hanya saling memandang dengan tatapan saling membunuh "Kau sembunyikan istriku dimana?


Dafi tersenyum sinis, "Jangan membuatku tertawa, siapa yang kau sebut istri ?


Rangga kembali emosi,ia bangun lalu menggebrak meja taman. "Kendalikan dirimu, oma sedang memperhatikan kita" ucap dafi sambil meneguk teh nya.


Rangga pun kembali tenang dan duduk kembali.


"Urusan kita belum selesai ! ucap rangga lalu pergi meninggalkan dafi


"Serah kan kinan padaku " ucap dafi tiba-tiba


Rangga menghentikan langkahnya lalu berbalik kearah dafi ia ternsenyum sinis "Jangan terlalu bermimpi yang melampaui batas mu" ia kembali berbalik dan pergi.


Rangga membanting pintunya kamarnya lalu merebahkan tubuhnya di sofa. "Kau diaman kinan? gumam rangga, ia pun kembali bangun lalu memeriksa ponselnya, namun tidak ada satupun panggilan atau pesan dari kinan, dan ponsel kinan pun sekarang sudah tidak aktif. ia kesal setengah mati, ia hendak melempar ponselnya namun ada satu notifikasi masuk pesan dari danira "Aku sangat marah padamu, aku akan pergi ke singapore untuk menangkan diri, kita putus rangga!


Rangga hanya membacanya , rangga kembali memegang kasar kepalanya. namun ia sama sekali tidak membalas pesan danira, sedngkan di rumah danira tersenyum licik "Kau pasti sangat sedih sekarang karna ancamanku rangga" gumamnya percaya diri.

__ADS_1


__ADS_2