Satu Tahun Untuk Selamnya

Satu Tahun Untuk Selamnya
part 21


__ADS_3

Rangga dan kinan sudah sampai di restoran,


Rangga masih saja menahan tawa teringat kejadian tadi di mall,"Berhentilah tertawa tuan"


"Hahaha, iya iya, sorry , aku akan diam " ucap rangga sambil menutup mulutnya dengan telunjuknya.


Makanan pun sudah datang kinan dan rangga makan hidangannya dengan tenang, sesekali rangga selalu mencuri-curi pandang pada kinan, ada sedikit perasaan aneh hari ini, rangga merasa hari ini sangat menyenangkan.


Rangga dan kinan pun selesai makan, "Kau mau pergi kemana lagi ? tanya rangga


"Tidak, aku tidak ingin kemana-mana,apa kau sudah bosan ? kita pulang saja"


"Tidak mau, aku tidak mau pulang dulu" jawab rangga


"lalu tuan ingin pergi kemana lagi ? apa kau tidak lelah?


"Tidak, aku ingin pergi ke ...


"Kinan" Ucap seseorang yang menghampirinya


"sean" sapanya sambil tersenyum


"Pria ini lagi, untuk apa dia menyapanya lagi,sebenarnya siapa pria ini ?kenapa ia selalu tersenyum pada pria ini ? sangat menyebalkan !batin rangga kesal


"Kenapa kau tidak membalas pesanku ?


"Ponsel ku rusak sean,hehe"


"Yah sayang sekali, oia kinan, besok kamu senggang tidak ? bagaimana kalau kita bertemu, dimana kampus mu? besok aku akan menjemputmu"


"Besok ia sibuk, bahkan sangat sibuk, kau tidak menemuinya" ucap rangga


"Heheh apa maksud mu tuan? gumam kinan pelan


"Ayo pergi" ucapnya


"Sean aku besok sedikit sibuk, nanti aku saja yang menghubungimu, aku pulang dulu yah, dahh" ucap kinan terburu-buru meninggalkan sean


"Siapa pria itu ? Apa benar mereka hanya berteman ? kenapa ia terlihat menyukai kinan? batin sean


"Tuan, tunggu aku, ucap kinan mengejar rangga."kita kan kemana ? tanyanya


"Pulang" jawab rangga singkat

__ADS_1


"Loh bukannya kau bilang kau tidak mau pulang dulu?


"jangan banyak bicara, masuk lah! " ucapnya sinis sambil mematap tajam kinan


"Sorot mata itu ? batin kinan khawatir.


"Baiklah" jawabnya lalu masuk dan diam,kembali ia hanya sibuk melihat pemandangan diluar jendela.


Rangga dan kinan sama sekali tidak bicara sepanjang perjalanan. "Kenapa perasaan ku tidak enak? apa aku melakukan kesalahan? batin kinan sambil *******-***** ujung bajunya.


Rangga dan kinan sudah sampai di rumah, rangga keluar begitu saja dengan membanting pintu mobilnya, raut wajahnya sangat kesal, kinan hanya mengikuti nyadari belakang dengan perasaan khawatir.


Rangga sama sekali tidak menghiraukan  dafi yang sedang duduk di ruang tengah , ia naik begitu saja tanpa menyapa sepupunya, dafi melihat reaut wajah rangga yang tidak bersahabat. lalu ia melihat kinan yang berjalan dengan raut wajah khawatir di belakangnya "Kinan, ada apa ? tanyanya tanpa suara


Kinan hanya menggelengkan kepalanya lalu kembali mengikuti rangga.


Sampai dikamar rangga mengambil air minum di lemari es nya.


Kinan yang bingung memutuskan untuk masuk kedalam walk in closet menghindari rangga.


Rangga kesal, lalu membuka pintu dengan kasar , kinan yang sedang duduk memijat-mijat kakinya langsung melihat kearah rangga dengan kaget, "tuan muda ada apa ?tanyanya ketakutan.


"Sorot mata itu ? ibu tolong aku" batin nya


"Murahan ? ada apa tuan muda? aku tidak mengerti, tanya kinan polos


"Kau selama ini hanya berpura-pura polos kan? kau selalu tersenyum pada setiap pria, kau ini pelacur ? kau selama ini hanya berpura-pura bekerja kan? sebenarnya kau menjual diri kan ?  pantas saja kau mau langsung menerima tawaran ku, ternyata kau memang wanita murahan, untung aku tidak bisa tertipu olehmu ! hahha


Kinan mendengar semua itu hanya bisa menatap rangga dengan tatapan marah dan nafas yang tidak teratur, matanya memerah menahan air mata mendengar semua hinaan rangga yang tidak beralasan.


"Kenapa kau diam ? apa semua ucapan ku benar ? jawab aku wanita murahan ! ucap rangga sambil menggenggam pipi kinan dengan satu tanganya.


Kinan masih tidak menjawab ia hanya terus memandang rangga dengan tatapan marah.


"Jawab aku bodoh!"  ucap rangga yang langsung mendorong kinan hingga kinan terjatuh,


"Aw!! rintih kinan sambil memegang pinggangnya


Rangga tersenyum meremehkan "Kenapa kau tidak melawanku? apa karna semua perkataan ku benar ?


Kinan berusa untuk kembali berdiri sambil menahan sakitnya. "Aku akan keluar" ucapnya berusaha menghindari rangga, ia tau, saat ini rangga tidak bisa diajak bicara.


Rangga segera menahan lengan kinan dengan kasar, "Mau kemana kau ? kau akan menemui pria itu ? dibayar berapa kau dalam semalam ?

__ADS_1


"hentikan ucapan mu tuan ! ucap kinan yang sudah mulai tidak tahan dengan segala tuduhan rangga.


Kinan menghempaskan tangan rangga, Lepaskan aku ! lalu keluar dari kamar nya.


Kinan turun dari tangga, melewati dafi, kinan hanya berjalan dengan marah, pandangannya lurus kedepan tanpa memperdulikan sekitarnya.


"kinan" seru dafi, tapi kinan sama sekali tidak memperdulikannya, ia terus berjalan keluar, dafi yang khawatir, dafi melihat kearah kamar rangga. namun rangga tidak muncul, akhirnya dafi memutuskan untuk mengikuti kinan tanpa kinan tau, dafi hanya berjalan mengikuti langkah kinan yang terus berjalan tanpa arah "ada apa dengan nya? mau kemana dia malam-malam begini ? dafi mengikutinya tanpa bicara, kinan sudah berjalan cukup jauh, sampailah disebuah taman, kinan tiba-tiba menghentikan langkah nya, lalu ia berjongkok meyilangkan kedua tangannya lalu  menundukan kepalanya , dan menangis sendirian, tangis nya terasa sangat menyakitkan untuk didengar, dafi bisa merasakan kesedihan kinan lewat suara tangisanya.


"Ada apa dengan mu ? apa rangga menyakitimu lagi ? batin dafi


Sudah cukup lama kinan menangis, akhirnya ia berhenti menagis, ia berdiri lalu berjalan menuju sebuah bangku taman, ia duduk sendirian sambil mengelap air matanya sendiri. ia masih terisak sendirian dan terus mengelap air matanya, pandangan nya hanya lurus kedepan.


Dafi memutuskan untuk menemani kinan dari jauh, hingga beberapa saat kinan melihat jam tangannya, ia melihat kiri kanan, nampaknya ia baru sadar ia berada di taman yang cukup jauh dari rumah rangga.


"Aku harus kemana ? aku tidak mungkin pulang kerumah  ibu"  kinan memegang kepalanya dengan kasar. "Pasti pria jahat itu sudah tidur, sebaiknya aku pulang" kinan masi tertunduk seperti sedang mengumpulkan kekuatannya untuk berdiri.


Dikamar rangga,


Rangga tidak bisa tidur, rangga merasa khawatir karna kinan sudah pergi cukup lama.


"Apa aku tadi sudah keterlauan ? apa dia marah ? apa dia kabur? kemana sebenarnya dia pergi? apa aku harus menelfonnya? ahh ! ponseknya kan rusak, lagi pula aku tidak punya nomor nya, ia pergi kemana ? apa sekarang ia sangat membenciku?  kemana sebenarnya ia pergi apa ia punya uang, tapi ia pergi tanpa membawa apa-apa, . apa yang harus aku lakuakan !!  gumam rangga kesal , tidak tenang dan merasa bersalah.


"aw.. rintinya sambil memegang pinggangnya. kinan membuka sedikit kaosnya dibagian belakang, ia melihat pinggang nya memar, ia kembali menutupnya lalu tertawa dengan wajah sedih. "Pantas saja sangat sakit" ucapnya


Kinan kembali berdiri lalu berjalan.


"Ada apa dengan pinggang nya, kenapa ia berjalan seperti orang kesakitan ?" batin dafi dari jauh


Kali ini kinan berjalan dengan pelan, ia berhenti di depan sebuah apotek, ia meronggoh semua sakunya, hanya ada beberapa puluh ribu disaku celananya, ia pun masuk ke aptek tersebut.


"Permisi, aku ingin membeli koyo dan salep untuk memar, yang murah saja" ucapnya


"Ini nona, semuanya 75 rb"


"aku ambil koyonya saja bu, ucapnya


"bail, semuanya 25 rb"


"Ini uangnya" ucapnya.


Kinan mengambil koyonya dan menempelkannya di bagian pinggangnya. lalu kembali berjalan pulang.


Kinan sudah kembali kerumah, dafi memutuskan untuk pulang setelah memastikan kinan sudah pulang.

__ADS_1


__ADS_2