Satu Tahun Untuk Selamnya

Satu Tahun Untuk Selamnya
part 16


__ADS_3

"Kenapa ia tidak bersuara?" batin rangga, lalu ia melihat kearah kina


"Cihh, si bodoh itu, ia malah tertidur di ruang kerjaku," gumamnya, tanpa sadar ia tersenyum lalu perlahan menghampiri kinan yang sedang terlelap sambil memegang kepalanya.


"Ternyata ia cukup berguna" batinnya


"Hei kau," ucap rangga sambil menendang-nendang kai kinan dengan kakinya


Kinan yang kaget langsung terperanjat, ia tertidur sambil memegang ponselnya, saking kagetnya kinan langusng bangun terperanjat sampai ponsel nya terjatuh


"Yah.. ponsel ku" ucap kinan merasa sedih


"Itu salah mu, salah siapa kau bodoh" ucap rangga saat meilhat ekspresi kecewa kinan


"ponsel kupatah padahal tadi ia tidak terjatuh dengan keras" gumam kinan tanpa memperdulikan ucapan rangga.dan malah sibuk membolak balikan ponselnya.


"Ah sudahlah, ayo naik ke atas, aku sudah selesai" ucap rangga datar lalu meninggal kan kinan, kinan masih terdiam sambil memeriksa ponselnya. "Hei bodoh ayok pergi kenapa kau masih disitu ?


"iya" ucap kinan lemas


"Kenapa kau mengagetkanku, bagaimana ini, ponsel ku jadi rusak, aku sudah tidak punya uang, uang gajiku sudah kupakai membayar biaya kuliahku, kenapa lagi-lagi hidupku sangat sial" batin kinan .


Masuk kedalam kamar, kinan masih terlihat lemas, "Matikan lampunya aku ingin istirahat." titahnya


"Iya"


Kinan pun masuk ke dalam kamarnya (Walk in closet)


Tiba-tiba ia mendapatkan ide, untuk mencoba untuk mengelem ponsel nya.

__ADS_1


"Sepertinya si jahat itu sudah tidur, aku akan keluar mencari lem untuk ponsel ku" gumamnya lalu diam-diam ia keluar.


Namun ternyata rangga masih belum tertidur, "Mau kemana dia ? batinnya


Kinan menemukan lem super glue dilaci dapur. "Nah ini dia yang aku cari" kinan pun duduk lalu membuka lemnya, namun siapa sangka ternyata lem nya bocor, lem nya menetes ketangan kinan, dengan panik kinan mencoba mengelapnya,tapi tangan kinan malah merekat satu sam lain, wajahnya sangat panik "ah, kenapa jadi saling merekat seperti ini ? bagaimana ini ? gumamnya panik.


"Kenapa ia belum kembali ? sebenarnya apa yang di lakukan si bodoh itu ? gumam rangga yang merasa sangat penasaran , hingga akhirnya rangga memutuskan untuk mencari kinan kebawah, dari balik pintu rangga bisa melihat kinan yang sedang bergerak tidak jelas dari belakang, rangga menggeleng-gelengkan kepalanya sambil bersandar dan melipat kedua tangannya diatas dada. "Benar saja apapun yang ia lakukan selalu terlihat bodoh" batinnya


"hei, apa sedang kau lakukan ? tanyanya tiba-tiba


Kinan kaget mendengar suaranya lalu ia menyembunyikan tangan nya. "Ada apa tuan muda? kenapa kau turun kebawah ? tanya kinan seolah tidak terjadi apa -apa.


Rangga mengerutkan dahinya dan berjalan perlahan kearah kinan, "A . Ada apa? tanya kinan panik


"Apa yang sedang kau lakukan ? kenapa kau menyembunyikan tanganmu ? tanya rangga sambil mendekatkan wajahnya ke wajah kinan


Rangga hanya menaikan satu alisnya tanpa bicara.


"Ahh.. baiklah, lihat ini" ucap kinan sambil menunjukan kedua tangannnya yang saling merekat


"Tadi aku ingin memperbaiki ponselku, tapi ternyata lem nya malah merekat disini" ucapnya sambil mengangkat kedua tangannya, "Tapi sudah lah jangan perdulikan aku, aku tidak akan berisik, setelah ini terpisah aku akan kembali ke kamar" ucapnya


Lagi-lagi rangga hanya menaikan alisnya,


"Tuan muda tolonglah, kalau kau ingin marah, simpan saja dulu untuk besok, aku akan fokus dengan tanganku dulu" ucap kinan pasrah


"Simpan untuk besok? sepertinya kau sudah mulai terbiasa dengan omelan ku?


kinan membuang nafas kasar nya "Bukan seperti itu, tapi "

__ADS_1


Rangga membekam mulu kinan tiba-tiba, "Sudah diam lah, kau sangat berisik, duduk disitu" ucapnya, lalu pergi kebelakang.


Beberapa saat rangga datang ke meja makan sambil membawa mangkuk yang berisi air hangat, "Masukan tanganmu kemari " ucapnya sambil mengetuk mangkuk yang ia bawa


"Dia membantuku ? ternyata ia tidak seburuk yang aku kira" batinnya.


"Fokus dengan tanganmu, jangan banyak melihatku, nanti kau bisa jatuh cinta padaku" ucapnya sambil mengetuktangan kinan dengan sendok


"Cih, sampai matipun aku tidak akan pernah menyukaimu" batin kinan


Rangga memasukan tangannya kedalam mangkuk yang sama, lalu mengelus-ngelus tangan kinan dengan lembut dibagian lem nya mnempel, "Aku heran bagaimana ada orang sebodoh dirimu, bahkan kedua tangamu juga bodoh" ucapnya sambil tertawa


"Jangan...


"Diam jangan bicara, kau sangat berisik " ucapnya datar namun tangan nya masih memebrsihkan tangan kinan.


Kinan melipat mulutnya dengan rapat agar tidak mengeluarkan suara, kinan menutup mulutnya, namun ia pun ikut menahan nafasnya, rangga menyadari apa yang dilakukan kinan, da kembali tertawa, "Hahahhaha Aku hanya menyuruh mu untuk menutup mulutmu, kenapa kau malah ikut menahan nafasmu ? hhahaa"


"Anda kan tadi bilang aku jangan bersuara" jawabnya polos


"Kinan-kinan" ucapnya smabil mengeleng-gelengkan kepalanya, tanpa sadar menyebut nama kinan


Kinan menatap rangga "Dia memanggil namaku? batinnya


Rangga tersadar, ia ttidak sengaja tersenyum sambil memanggil nama kinan, ia alu kembali dengan watak aslinya, ia menghempaskan tangan kinan, "sudah selesai, bereskan ini, lalutidur, jangan membuat masalah lagi" ucap rangga salah tingkah lalu ergi begitu saja .


Kinan menelan ludahnya sendiri, lalu menggelengkan kepalanya "Kutarik lagi ucapanku" ucap nya setelah melihat rangga melakukan hal kasar lagi padanya


"Ada apa denganku, kenapa aku membantunya? tanya nya pada diri sendir, rangga segera mengecek ponselnya untuk melihat apa danira sudah membalas pesan nya atau tidak, tapi ternyata tidak ada satupun pesan dari danira, rangga membuang nafas kasar,lalu melemppar ponselnya, ia merebahkan tubuhnya diatas kasur dan tiba-tiba ia teringat tingah bodoh kinan, dan ia pun kembali tertawa. kinan sudah masuk kedalam kamar, ia masuk kedalam walk in closet dan mereka pun tertidur di ruangan nya masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2