Satu Tahun Untuk Selamnya

Satu Tahun Untuk Selamnya
part 9


__ADS_3

"Hahahah, melihat raut wajahnya pasti dia sangat merasa kesal, siapa yang suruh kau menggantikan posisi daniraku, rasakan saja penderitaan mu" gumamnya


Kinan menyandarkan tubuhnya dibalik pintu "Ada apa dengan nya, kenapa dia selalu bersikap kasar padaku ? bukan salah ku menggantikan posisi mba danira, apa dia benar-benar menganggapku hanya sebagai wanita pengganti yang hanya mengharapkan uang ? tapi mau bagaimana lagi, memang benar aku ada di posisi itu, aku harus menerimanya" batin kinan


"Hei siput cepatlah, aku sduah sangat lapar" teriak rangga di balik pintu


"Iya, jawabnya keluar dari toilet, rambut kinan yang hitam panjang masih basah, kinan keluar sambil mengusap-ngusap rambut panjang nya dengan handuk lalu membalutnya dengan handuk.


Rangga sempat terdiam melihatnya "kenapa ia keluar dengan penampilan seperti itu ? batinnya


"Kau ini putri duyung ? kenapa mandi mu snagat lama?  tanya nya kesal


"Lihat dirimu, kenapa kau memakai baju yang sama dengan yang kau pakai tidur ? jorok sekali! ucap nya jijik


"Aku bukan nya jorok tuan muda, aku tidak punya baju lain selain ini" ucapnya sambil mencubit baju bagian bawahnya


"Terserahlah, aku akan pergi sarapan sendirian,kau diam lah di kamar" ucap rangga sambil meninggalkan kinan dikamar sendiri. Bereskan saja barang-barang kita, selesai sarapan kita akan pulang ke rumahku"


Kinan masih berdiri mematung melihat kepergian rangga, "Selain brengsek, dia juga ternyata sangat jahat"


Kinan membereskan barang-barangnya, lebih tepatnya barang-barang rangga.


"Barang-barang kita apanya ? ini semua barang-barangmu" gumamnya


Ting tong .. bel kamar kinan berbunyi


Entah mengapa kinan merasa senang mendengar suara bel nya berbunyi "Mas dafi ? ucap nya reflek. Kinan berlari untuk membuka pintu


"Selamat pagi Nyonya, sapa sandy sopan


"Nyonya kepalamu ?" batinnya


"Mas sandy" ucapnya lemas


"Ada apa nyonya? sepertinya anda tidak menyukai kedatanganku"  tanya sandy


"Bukan begitu, kau pasti mencari tuan muda, ia sedang sarapan di bawah, langsung kesana saja" ucapnya


"Saya tau itu nyonya. saya kemari untuk mengambil barang-barang kalian" jawab sandy


"Oh gitu, itu kopernya, kau tinggal membawanya" ucapnya sambil menunjuk kearah koper yang sudah ia rapikan.


Sandy tersenyum lalu masuk untuk membawa kopernya dan kinan mengikutinya sampai mobil sambil menunggu rangga selesai sarapan.


Sandy tidak banyak bicara didalam mobil, ia hanya duduk sambil sesekali mengecek ponselnya.


"Mas sandy" ...


"Ya, ada apa nyonya? tanya nya

__ADS_1


"Apa kau punya makanan disini ? aku sangat lapar" ucapnya ragu


Sandy kaget mendengarnya "Anda belum sarapan ?


"Belum, Tuan muda mu tidak mau membawaku sarapan, ia malu dengan pakaian ku, aku sangat lapar" ucapnya menyedihkan


"hmmm, saya akan masuk untuk membeli makanan, anda tunggu disini sebentar" ucapnya sigap


"Tidak-tidak aku ingin minta itu saja" ucap kinan sambil menunjuk sepotong roti didalam mobil,


"Tapi nyonya, aku tadi sudah memakan ini"


"Tidak apa-apa, boleh tidak aku menghabiskan rotimu ?


"Anda yakin ?


"Sangat yakin" jawabnya


"Aku sangat yakin seperti keyakinanku pada agama ku" batin kinan


Dengan berat hati sandy memberikan rotinya, "Ah tidak, aku akan habis dimarahi oleh tuan muda, anda tunggu sebentar disini, aku akan segera kembali" ucap sandy lalu pergi


"Dia tidak akan marah, percayalah padaku, "gumam nya kesal. Tanpa berfikir panjang ia langsung melahap roti milik sandy.


Baru saja sandy akan melangkah, rangga datang menghampirinya sambil menenteng sebotol minuman ditanganya.


"Kau mau kemana ? tanya nya datar


"Sudah tidak usah, nanti dia makan dirumah saja" ucap rangga "Ayo kita pergi" ucapnya


"Baik tuan muda"


Sandy dan rangga masuk kedalam mobil. "kau sedang apa ? tanya rangga bingung


"maaf tuan muda, aku sangat lapar" jawabnya


"Aduh, mati aku, kenapa ia bersikeras memakan makanan sisa ku" batin sandy tidak tenang


Rangga melihat kearah sandy, seakan sudah punya ikatan batin sandy langsung mengangguk.


"Kau makan roti miliknya? tanya nya sambil menunjuk kearah sandy


"Iya hehe" jawabnya enteng


"Kau pengemis yah ?"


"Kenapa mulut nya sangat jahat, kenapa ia sangat senang memanggilku pengemis ! batinnya kesal


"Buang itu" perintah rangga dengan nada sinis, "Kau membuatku jijik saja, aku tidak suka ada bau makann di mobil ku" cepat buang itu !

__ADS_1


Dengan sigap sandy, mengambil rotinya dari tangan kinan" dan kinan lebih berat memberikan itu pada sandy.


Sepanjang perjalan baik Rangga, kinan dan sandy tidak ada yang bicara sama sekali, rangga terlihat sangat sibuk dengan ponselnya, sandy sibuk dengan kemudinya, sedangkan kinan hanya sibuk menghitung marka jalan yang ia lewati.


Sampai di rumah besar rangga.


"Wah rumahnya sangat besar sekali" batinnya


Rangga tersenyum sinis, "Jangan kampungan, ayo jalan"


Para pelayan sudah berjejer rapi menyambut kedatangan rangga dan kinan.


Kinan sangat merasa canggung harus berjalan di tengah tengah orang yang menunduk dihadapannya, "Angkat kepalamu, jangan bersikap seperti itu" gumam rangga dengan wajah datar.


"Selamat datang tuan muda, dan nyonya kinan" sapa pak reki sopan


"Pagi pak, aku kinan" ucapnya sambil mengulurkan tangannya


"Tidak usah seramah itu" ucapnya dengan nada sinis


"Kemana semua orang? tanya nya


"Tuan dan nyonya besar berangkat ke amerika tadi pagi, nyonya pimpinan sedang istirahat dikamar nya"  jelas pak reki


Rangga hanya mengangguk, "baiklah, beri dia makan, dia sudah seperti kucing kelaparan" ucapnya datar


"Kenapa dia selalu menghinaku didepan orang lain? jahat sekali mulutnya" batin kinan


"Baik tuan muda"


Rangga meninggalkan kinan bersama pak reki dan ia bergegas ke kamarnya.


Belum 10 menit, rangga sudah menekan panggilan telfonnya sambungan bawah, "Suruh dia keatas, aku akan pergi bekerja" titah rangga


"Baik tuan muda"


"Nyonya, tuan muda meminta anda naik"


"Baiklah, dimana kamarnya ? tanya kinan


"Biar saya antar nyonya"


Kinan hanya menjawab dengan senyuman.


Kinan sudah masuk kedalam kamar rangga.


"Kenapa kau sangat lamban? cepat siapkan pakaian kerjaku, aku akan pergi ke kantor.ucapnya kesal


"Maaf tuan muda, aku akan menyiapkan pakaian mu"

__ADS_1


Kinan memasuki  Walk in Closet rangga,


"ia benar-benar kaya" batinnya


__ADS_2