Satu Tahun Untuk Selamnya

Satu Tahun Untuk Selamnya
part 29


__ADS_3

"Kinan, kau sudah lelah?"


"Iya mas, aku sudah cukup lelah, heheh, mas,"


"Iya kinan? "


"Mas rangga sudah balas? dia maah tidak ?


"Oh, rangga balas tadi, tapi aku tidak membalasnya, dia pasti akan sangat ribut bila aku membalasnya, kamu tenang saja, nanti biar aku yang bicara dengan nya di rumah"


"Baik lah, tapi benar yah, mas dafi nanti bilang sama mas angga"


"Iya kinan" jawabnya lembut


"Hei kalian sudah mau pulang ? "


"Iya sari, aku harus cepat pulang"


"Oh, baiklah, hati-hati ya kinan, hati-hati mas dafi" ucap sari


"Rangga sayang, bagaimana kalau kita pergi ke club? ajak danira


"Ke club ? kamu ga cape ? kamu kan baru pulang sayang.


"Tidak, aku kan kangen sama kamu, kamu emang a kangen sama aku? hari ini kamu ngga akan pulang kan ?


"Tidak bisa danira, aku harus pulang, oma sendirian di rumah"


"Kan banyak pelayan mu disana, kau titipkan saja oma mu pada mereka" ucap nya kesal


"Nira, oma bukan barang yang bisa di titip seperti itu" jawab rangga sedikit kesal


"Kamu kesel yah ? ko nada kamu tinggi sih ?


"Bukan begitu, tapi tolong kamu mengerti yah" ucapnya kembali meluluh


"Ya sudah ayo kita pulang, antarkan aku kerumah saja, untuk apa aku pulang ke apart kalau kau tidak ikut" ucap danira kesal dan langsung meninggalkan meja nya.


Rangga membuang nafas kasar dan mengikuti danira setelah membayar.


Kinan dan dafi sudah sampai dirumah disambut oalh pak reki, "Selamat datant tuan dan nyonya muda"


"Malam pak reki" sapa kinan


"Oma dimana pak ?" tanya dafi


"Nyonya sedang ada di ruang tv tuan"


"Baiklah"


"Oma.. " sapa kinan

__ADS_1


"Istri rangga, dafi dari mana saja kalian? teganya membuat nenek tua ini sendirian" ucap oma kesal


"Jangan kesal oma, tadi aku pergi membeli pernak-pernik untuk gelang-gelangku"


"Gelang apa ? " tanya oma


"ini yang seperti yang aku pakai" ucapnya sambil menunjukan gelang yang ia pakai


"Cantik sekali gelang mu, kalau begitu oma juga mau membelinya"


"Untuk apa oma membelinya ? biar nanti kinan buatkan untuk oma" ucap kinan


"Kalau begitu oma mau yang seperti mu sekarang"  ucap oma dengan nada sedikit agak gengsi


"Besok saja oma, kasian kinan sudah cukup lelah berkeliling hari ini " ucap dafi


Oma memandang kinan dengan tatapan sedih "Baiklah, kau istirahat saja" ucapnya lemas


"Tidak, aku tidak lelah, oma tunggu sebentar aku akan membawa gunting dan benang nya" ucapnya lalu pergi ke kamar nya


Oma dan dafi tersenyum melihat semangat kinan, tidaksengaja oma melihat senyum dafi menyimpan sesuatu rasa yang sangat dalam pada kinan. oma tertegun "Jangan menyukai nya nak, dia istri sepupumua" ucap oma pelan sambil mengusap rambut dafi


Dafi tertegun mendengar ucapan oma, perlahan memandang oma "Oma" ucapnya pelan bergetar


"Oma mengerti, simpan jauh-jauh perasaan mu, oma tidak ingin kau terluka" ucap oma dengan suara begetar


Dafi perlahan tersenyum, "Oma tenang saja, aku akan mengendalikan perasaanku"


Kinan datang melihat kearah oma dan dafi yang nampak serius, "Ada apa ? "


Kinan, oma dan dafi mereka berkumpul di ruang tv, suasana kian hangat, tawa terdengar di ruangan seisi rumah, suasana yang jarang terdengar di rumah besar itu


"Selamat datang tuan muda " ucap pak reki memecah tawa kinan, oma dan dafi


"Hmmmm"


Semua mata tertuju pada rangga,


"Mas rangga sudah pulang" ucap kinan bangkit dari duduk nya


"Hmm"


"Kau pulang nak " ucap oma


Rangga menghampiri oma dan mencium pipi oma "Iya oma, aku baru pulang, tadi ada urusan mendadak"


Rangga duduk disamping oma, "kalian sedang melakukan apa? kenapa sangat ramai ? tanyanya


"Ini mas, aku mau membuat kan gelang untuk oma" Jawab kinan "Mas angga mau minum apa ? tanyanya lagi


"Ada apa dengannya kenapa ia malah menawari ku minum padahal ia tau aku sudah dari mana" batin rangga

__ADS_1


"Ehemmm, aku ingin teh " ucapnya


"baiklah" kinan lekas pergi ,


"Biar saya saja yang membuatkannya untuk tuan muda nyonya" ucap pak reki


"Tidak apa-apa pak, biar aku saja" ucap nya sambil tersenyum


"Lihat nak, istri mu sangat baik " ucap oma


"Iya oma" ucapnya lembut


Dafi hanya tersenyum mendengar jawaban rangga.


"Ini minumannya mas" ucap kinan


"Iya"


"Bilanag terimakasih rangga" ucap oma tanpa melihat kearah rangga


"Iya, terimakasih"


"Sama-sama" jawab kinan sambil tersenyum


"Ada apa dengan wanita ini, dia terus tersenyum padahal dia baru saja melanggar perintahku" batinnya


Mereka pun beberapa kali tertawa bersama, sungguh suasana yang sangat jarang di temukan dirumah ini.


Rangga memperhatikan oma yang terus tertawa saat bersama kinan. ia pun tidak sadar ikut tersenyum.


"Nyonya besar sudah pukul 22.00, sudah waktu nya anda istirahat" ucap pak reki


"Sudah pukul 22.00? waktu semakin tidak terasa untuk ku, baiklah aku akan kembali ke kamarku," ucap oma , oma pun perlahan berdiri di bantu oleh kinan.


"sudah-sudah, kau istirahat juga saja" ucap oma


"Iya oma" ucapnya


Oma pun pergi diantar oleh pak reki,


Kinan masih tersenyum melihat oma, "Hei kau, kenapa masih diam disitu ? cepat naik keatas" ucap rangga sinis


Kinan melipat bibir nya "Iya mas angga" ucapnya pelan lalu membereskan barang-barangnya


"Mas dafi, aku keatas duluan yah" ucap nya


"Iya kinan" jawab dafi lembut


"Sudah jangan banyak basi-basi cepat naik" ucap rangga


Kinan perlahan berjalan sambil mendadahkan tangannya.

__ADS_1


"Cepat" Ucap rangga sambil mendorong kinan


Dafi dan rangga saling menatap, rangga tersenyum penuh kemenangan.


__ADS_2