
Sehari setelah kinan mengungkapkan perasaan nya pada rangga, kinan menjadi menjauh, ia bangun lebih pagi dan pergi lebih pagi setelah menyiapkan semua kebutuhan rangga, begitu juga saat pulang, kinan menyambut rangga pulang, menyiapkan air panas dan menyiapkan makan malam, setelah itu ia akan menunggu di taman belakang, sambil menunggu rangga masuk ke ruang kerjanya, dan ia langsung tertidur, sampai rangga tidak punya kesempayan untuk bicara padanya, 2 hari telah berlalu, rangga mulai kesal, ia sengaja menunggu di kamar nya menunggu sampai kinan masuk, kinan membuka pintu perlahan, namun rangga sudah berdiri tepat di depannya.
"Tuan muda" ucap nya sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Rangga membuang nafas kasar."Mau sampai kapan kau menghindariku?" tanya rangga sambil melipat kedua tangannya di dada.
Kinan terlihat bingung, "Aku merasa bersalah, aku merasa malu dengan kata-kata ku tempo hari, makanya aku tidak berani untuk bicara dengan mu, makanya bebrapa hari ini aku menghindari anda" jawabnya pelan
__ADS_1
"Anda, anda, sampai kapan kau akan berbicara formal padaku? membuat ku kesal saja. ucapnya, rangga memegang kedua bahu kinan, lalu menatapnya "Aku sudah mulai muakdengan sikapmu yang tidak memperdulikannku, dengarkan aku sekarang. dengar baik-baik, aku tidak akan mengulangi kata-kataku ini lagi. ucapnya sambil mendekatkan wajah nya ketelinga kinan.
"Aku juga menyukaimu kinan" ucanya pelan llau tersenyum dan pergi, membuat kinan mematung.
"Hah ? apa aku tidak salah dengar ?" gumamnya lalu berbalik mihat kearah rangga yang tengah berjalan meninggalkannya. Ia pun mengejar rangga dan berdiri tepat di depan rangga.
Rangga tersenyum, "Memang nya apa yang kau dengar ? tanyanya sambil tersenyum jahil
__ADS_1
"Tidak, aku pasti salah dengar, baiklah, silahkan lanjutkan perjalanan anda" ucapnya polos sambil menyerongkan tangan nya seperti penunjuk arah dan berjalan dengan wajah bingung. rangga tersenyum, lalu menarik lengan kinan sampai tubuhnya tertarik dan hinggap di pelukan rangga, wajah kinan memerah. Rangga menyalipkan rambut kinan yang terurai ketelinga kinan, lalu menatap nya dalam, tanpa aba-aba rangga langsung mencium bibir kinan dengan lembut, membuat kinan terkaget, kinan hanya diam ia masih seperti tidak percaya, matanya masih melotot kaget, namun tubuhnya terasa kaku tidak bisa bergerak, rangga menghentikan ciumannya, lalu tersenyum melihat kinan yang terlihat sangat bingung, rangga menutup mata kinan dengan telapak tangannya, lalu kembali mencium bibir kinan. Mereka pun berciuman, walaupun kinan hanya bisa menerima ciuman nya dengan diam, karena kinan tidak pernah berciuman sebelumnya, membuat rangga tertawa, "Hei apa yang kau lakukan ? kenapa kau diam saja ? hahahah
"Aku, aku bingung harus bangaimana? "jawabnya polos
"Kau belum pernah berciuman kinan dengan benar kinan? tanya rangga tiba-tiba membuat kinan kembali kaget, lalu perlahan ia menggelengkan kepalanya.
"Hahahha kau sangat polos " ucap rangga sambil mengusap acak kepala kinan, "Ayo masuk ke kamar, biar aku mengajarimu" bisik nya membuat kinan kembali membeku, dan rangga pun menarik tangan kinan masuk kedalam kamar. Di balik kebahagiaan Rangga dan kinan ada dafi yang tidak sengaja melihat kejadian itu, Dafi terlihat patah hati. Senyum tipis tersirat di bibir nya. "Semoga kali ini rangga benar-benar menjadi pria yang baik untuk mu" ucapnya lalu kembali masuk kedalam kamarnya.
__ADS_1