
Hari semakin larut, rangga masih menemani kinan di rumah sakit, wajah rangga terlihat lelah, ia membungkukan badannya, lengan nya menompang wajahnya, terlihat sangat mengantuk. perlahan kinan menghampirinya, "Tuan muda, sebaiknya kau pulang, kau terlihat sangat lelah" ucap kinan lembut.
"Tidak, aku akan menemani mu disini" jawabnya dengan wajah yang sudah mengantuk. kinan tersenyum lalu duduk di samping rangga, "berbaringlah, sandarkan kepala mu disini" ucap kinan sambil menepuk pahanya. tanpa berfikir panjang rangga langsung menyandarkan kepalanya dipaha kinan.
"Kinan"....
"Ya"
"Usap-usap kepalaku" gumamnya
Kinan tersenyum dengan permintaan tidak masuk akal rangga, namun kinan tetao menuruti permintaan rangga dengan mengelus lembut rambutnya, rangga pun diam-diam tersenyum. malam yang panjang dan mereka pun yertidur di bangku tunggu rumah sakit.
Tiba proses pemindahan ibu, ibu pergi menggunakan jet pribadi milik keluarga prayoga. Kinan menangis, untuk pertama kali seumur hidup nya ia harus terpisah jauh dengan ibu.
__ADS_1
Kinan berjalan bersama rangga menuju mobil, sampai di mobil sandy sudah menunggu membukakan pintu untuk kinan dan rangga yang terlihat sangat letih.
"hai mas sandy" sapa kinan.
"Tidak udah menyapanya, masuk lah, diluar sangat panas" ucap rangga. belum sampai 5 menit perjalanan dimulai, rangga melihat kinan yang sudah tertidur lelap. Rangga kembali tersenyum ia sengaja menyandarkan kepala kinan di pahanya, sama seperti yang kinan lakukan semalam. ia mengelus lembut rambut kinan, dan menggengam tangan kinan sampai akhirnya mereka pun tidur diperjalanan pulang.
Mereka sudah sampai di rumah. sandy memarkirkan mobilnya tepat di depan pintu utama rumah. pak reki dan pelayan lainnya sudah siap menyambut, namun saat sandy menoleh kebelakang, terlihat pemandangan yang sangat langka, moment tuan dan nyonya muda nya terlelap dengan tenang. sandy pun keluar dan mengisyaratkan semua pelayan dan pak reki tidak usah menunggu untuk menyambut rangga, dan para pelayanpun kembali ke tugad mereka masing-masing.
Rangga terbangun terlebih dahulu, posisi tidurpun berubah, kini kinan tidur di pangkuan rangga. rangga tersenyum menikmati moment langkanya ini, namun situasi sepertinya memang tidak mendukung mereka, dafi tiba-tibs mengetuk jendela mobil rangga dengan tergesa-gesa. kinan perlahan bangun, dan rangga sengaja membuka jendela mobilnya dengan maksud membuat dafi cemburu. dafi sempat terdiam melihat kinan tertidur di pangkuan rangga, dafi pun membuka pintu "Kinan bangun" ucapnya sambil menggoyangkan tubuh kinan.
"Aw" rintihnya, sambil mengelus-ngelus kepalanya.
"Cih, dasar bodoh," ucap rangga sambil membuka pintu mobilnya dan keluar meninggalkan kinan dan dafi dengan senyum penuh kemenangan. dafi melihat kepergian rangga dengan seribu tanya di kepalanya, apa yang terjadi antara mereka berdua, kenapa mereka nampak akrab ? batinnya.
__ADS_1
"Mas dafi" hehehe sapa kinan
Dafi pun berjalan perlahan mendekati kinan "Kau baik-baik saja ? tanya nya
" Iya aku tidak apa-apa
"Aku baru krmbali dari bandung, aku tidak tau ibumu sakit"
"Oh pantas aku tidak melihat mu dua hari ini, hehe"
"Mas dafi aku masuk dulu yah" ucapnya dengan nada ceria lalh pergi menyusul rangga.
Kinan masuk kedalam kamarnya, ia melihat rangga sudah merebahkan tubuhnya diatas ranjang nya. dan kinan hanya bisa memandangnya "Pasti ia sangat lelah" batinnya, ia bermaksud untuk masuk ke ruang ganti dan ingin rebahan juga, namun ketika kinan mulai melangkah, rangga menghentikan langkah nya "Jangan tidur dilantai kinan, tidur lah disofa, agar kau merasa nyaman" ucap rangga tanpa membuka matanya sedikit pun.
__ADS_1
Kinan melihat kearah rangga dan diam-diam tersenyum "Iya tuan" jawab nya lembut. kinan pun menutup kembali pintu walk in closet dan berlari kecil menuju sofa, "Ah nyaman nya" batin kinan senang. kinan sangat senang kini ia diizinkan untuk tidur diatas sofa, kinan bergerak kegirangan tanpa suara, namun rangga bisa merasakan kebahagiaan kinan lewat suara yang ia timbulkan dan ia diam-diam tersenyum.