
Dikamar oma
Tok tok
Oma, kami datang . "ucap dafi lembut
"Masuk lah, kenapa kamu yang yang datang, mana rangga? tanya oma.
"Rangga masih menerima tamu dibawah oma, jadi aku yang membawa kinan lebih dulu" jawab dafi
Kinan melihat kearah dafi sambil mengerutkan dahinya "Kenapa ia berbohong" batinnya
"Baiklah" jawab oma lalu pandangan nya tertuju pada kinan, yang langsung menunduk begitu sadar oma memandangnya.
Wajah oma terlihat sangat tidak bersahabat, lebih tepatnya wajah oma sangat terlihat sedikit kejam saat ia diam.
Dafi melihat kearah kinan yang langsung menunduk kembali menahan tawa, kinan terlihat seperti seorang anak yang baru saja dimarahi oleh orang tuanya.
"Jangan galak-galak oma, lihat kinan sudah terlihat ketakutan " ucapnya sambil tertawa
"ya tuhan, nampaknya aku sudah mengambil keputusan yang salah, kenapa semua orang dikeluarga ini nampak menakutkan" batinnya
"Apa benar kau ketakutan melihatku? " Ucap oma
"Hei istri rangga, apa kau takut melihatku ? tanya oma
Kinan langsung terkaget mendengar pertanyaan oma "iya" jawabnya reflek kemudian lagi-lagi ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya "tidak, itu maksud ku oma" jawabnya cepat.
Dafi tersenyum lalu menuntun kinan kearah oma,
"Silahkan oma" ucapnya
"Silahkan ? apa yang akan oma lakukan padaku, tuhan , aku tidak akan meminta hal apapun tapi aku mohon satu hal saja, untuk saat ini, tolong selamatkan aku" batinnya
__ADS_1
"Aku pamit keluar yah, aku akan menemani om dan tante di bawah" pamit dafi
"Baiklah" jawab oma
dafi keluar dari kamar oma, tidak sengaja dafi melihat rangga baru saja keluar dari salah satu kamar hotel. Rangga terlihat terburu-buru, sambil mengelap mulutnya.
"Rangga ? gumamnya,
Belum selesai dengan penasarannya, tiba-tiba dafi kembali dibuat terkejut karena melihat seorang wanita keluar dari kamar yang sama dengan rangga.
"Danira ? gumamnya kembali
"Ada apa ini ? gumamnya bingung. rangga telunjuknya mengarah kearah rangga , lalu kinan, telunjuknya mengarah ke arah oma. "situasi macam apa ini ? gumamnya bingung.
"Hei kau istri rangga, angkat wajahmu, jangan membuat terlihat sepert orang yang jahat dengan sikap mu yang terus menunduk"
"Nama ku kinan oma, " jawabnya polos sambil menanggahkan kepalanya
"Maaf oma" ucap kinan
"istri rangga, kenapa kau mau menikai cucuku ? kau mencintai nya ? tanya oma
kinan terlihat bingung menjawab pertanyaan oma
"Aku, aku ....
Brukk .... rangga tiba-tiba masuk,
"Kami saling mencintai oma, makanya kami memutuskan untuk menikah" jawab rangga
"hufff" akhirnya kinan bisa bernafas lega
"Oma jangan khawatirkan kami, kami akan baik-baik saja, iya kan kinan? tanya rangga sambil memelototi kinan diam-diam.
__ADS_1
"Iya oma benar, kami saling mencintai dan akan hidup bahagia dengan anak-anak kami kelak " hahahahha jawabnya gugup
"apa yang kau bicarakan kinann? anak-anak apa ? anak kucing maksud mu ? batinnya
"Cucu ? tiba-tiba wajah oma bersinar dan tersenyum , "benar, cucu, berikan aku cucu yang lucu" iya-iya benar cucu" segara buatkan aku cucu" titahnya
"Apa yang dibicarakan sibodoh ini ? batin rangga
"Buat kan cucu? oma menyuruhku membuat cucu sudah seperti meminta ku membuatkan teh" keluarga yang aneh. batin kinan.
"Benar, kalian istirahat lah, kembali ke kamar kalian, dan buatkan aku cucu" perintah oma sambil mengusir rangga dan kinan.
Mereka pun keluar dari kamar oma.
Didala lift, rangga menyandarkan tubuhnya di sisi lift, sedangkan Kinan masih menundukan kepalanya karena masih merasa bodoh dengan ucapannya.
"Hahahah cucu, cucu kepala mu ? hahah ledek rangga sambil tertawa, menyentuh satu jari mu saja tidak akan pernah aku lakukan, apalagi membuat cucu untuk oma, kau sangat lucu, imajinasi mu sangat unik kinan"ucapnya dengan nada merendakan.
"Tolong diam lah tuan muda, jangan mengganguku, aku masih merasa sangat bodoh" ucapnya
"terserahlah" ucapnya lalu keluar begitu pintu lift terbuka meninggalkan kinan yang kerepotan sendiri.
"Cepatlah, kau sangat lambat" ucapnya kesal
"Iya sebentar tuan muda, sangat sulit sekali untuku bisa berjalan cepat" jawabnya dengan tangan yang sibuk mengangkat gaun pengantinnya
Rangga menghampiri kinan"Apa kau membutuhkan bantuan ku ? tanya nya dengan wajah yang sangat dekat dengan wajah kinan
Tanpa berfikir kinan langsung tersenyum dan mengangguk
"Jangan mimpi .. ucapnya sambil menyentil dahi kinan lalu pergi "Cepatlah jangan membuang waktu ku" ucapnya sambil berjalan meninggalkan kinan
"dasar monster hutan !! umpatnya dalam hati sambil memngelus dahinya yang terasa perih
__ADS_1