
Kinan masih terlihat murung, sean masih mencoba menghiburnya "Aku tidak tau apa masalahmu, tapi aku bisa menjamin, setelah kita sampai, suasana hatimu akan berubah." ucapnya yakin
Kinan tersenyum lalu melihat kearah sean, "Benar kah ? kau bisa menjamin itu ? "
Sean mengangguk, "Percayalah"
Kinan kembali tersenyum, "Baik, ayo kita buktikan" ucap kinan dengan nada bersemangat.
"Benar juga, untuk apa aku merasa muram? toh memang seharusnya seperti itu, aku harus melupakan perasaan ku, aku ya aku, aku yang seperti dulu, untuk apa aku menambah fikiran ku dengan hal-hal yang tidak seharus nya aku fikirkan" batin kinan semangat. "Yeayyy !! ucap nya tiba-tiba bersemangat sampai mengagetkan sean..
"Hahahah hebat sekali, mood mu langsung berubah dengan cepat" hahahha ucap sean sambil menginjak pedal gas nya.
Mereka pun tertawa bersemangat.
Dilain tempat, rangga masih frustasi, ia sibuk memikirkan kinan "Apa dia marah? apa dia melihat semuanya? ahh dia memang melihatnya, apa yang harus aku lakukan ? kalau dia marah bagaimana sini ? kenapa ia membuat ku bingung" apa aku langsung tanya dia saja ? ia, sebaiknya aku langsung tanyakan saja" gumam rangga lalu segera menelfon kinan.
Kring-kring
Kinan memeriksa ponselnya "Mas angga "? gumam nya
Kinan memecet tombol hijau,
"Kau dimanaaaaaaaaaaaaaa?!! " teriak rangga
Kinan melipat mulutnya sambil menjauhkans ponselnya dari teling
"Aku di tempat yang jauh, jangan mencari ku, kau bersenang-senang saja, aku tidak akan mengganggu, aku matikan telfonnya, dadah" ucap nya sambil menutup telfonnya. kinan menghembuskan nafas kasar.
"Siapa ? tanya sean.
"Orang gila" jawab kinan asal. "eh .. anyer ..." ucapnya sambil melihat keluar jendela.
"Oke kita sudah sampai, ayo kinan kita bermain disini" ajak sean
Kinan pun keluar dari mobil, matanya berbinar,
"Kau sennag ? tanya sean lembut,
"Iya, aku sangat senang, senang sekali" jawab kinan sambil memegang tangan sean reflek.
Sean melihat kearah tangannya, lalu tersenyum, kinan berlari, namun sean memanggilnya, dan mengejarnya setelah mengambil sesuatu dari bagasi mobilnya, Kinan terdiam meihat ke arah sean, sean pun berjalan kearah kinan, "Jangan berlari, lepas sepatu mu, pakai ini saja" ucap sean yang berjongkok di depan kinan untuk melepas tali sepatu kinan dan memakaikan sandal yang ia bawa untuk kinan. kinan diam beberapa saat lalu mundur, "Jangan seperti ini sean, biar aku saja" ucapnya lalu berjongkok melepaskan sepatunya. sean kembali tersenyum, "Kau tunggu disana" ucapnya sambil menunjuk kearah sebuah gazebo disalah satu sudut. "aku akan menyimpan sepatu mu dulu"
"baiklah, jawab kinan sambil tersenyum gembira,lalu berlari. sean tersenyum melihat tingkah kinan yang menurutnya cukup menggemaskan.
__ADS_1
"Apa-apaan dia ? berani seklai dia mematikan panggilanku" ucapnya kesal
"Ada apa tuan muda? tanya sandy yang memecah kekesalan rangga
"Ah, kau mengangetkanku,"
"Maafkan saya, tapi ada apa? anda nampak khawatir"tanya sandy sangat penasaran
Rangga terlihat berfikir sebelum menjawab pertanyaan sandy, dan perlahan menghampirinya "Begini, ini cerita dari teman ku" ucapnya hati-hati
Sandy melirik heran "Anda punya teman ? "
"Sial, kau fikir aku ini apa? temanku sangat banyak !"
"Bahkan aku tidak tau kalau anda punya satru teman" batin sandy. "Baiklah, bagaimana tuan ?
"Teman ku tadi cerita, dia merasa khawatir, pacarnya melihat ia bertemu dengan mantannya, lalu mereka berciuman, dan pacar temanku itu melihatnya, lalu ia berusaha menghubungi pacarnya, tapi pada saat mengangkat telfonnya, ia terdengar biasa saja, tapi ia mematikan panggilannya duluan, ia meminta pendapatku, apa tandanya sikap itu" jelas rangga.
Sandy tersenyum icik "Itu cerita mu tadi pagi, bukan cerita temamu" batinnya
"kenapa kau tersenyum menyebalkan seperti itu ? kau sama sekali tidak berguna, percuma aku menceritakan ini padamu" ucap rangga
Sandy membuang nafas kasar, "Itu artinya nyonya kinan kesal, tuan
"Oh jadi benar, yang anda maksud kejadian tadi pagi ?
"ah, sial, kau memang berbahaya, kau terlalu mengenalku!!!
"Tanpa anda bilang pun saya sudah tau melihat sikap anda dari pagi, kenapa anda tidak mngajak nyonya kinan makan siang bersama saja tuan?
"Benar juga, tumben kau cerdas, ayok kita jemput dia di kampus" ajak rangga dengan mata berbinar lalu pergi terburu-buru
"Anda benar-benar sudah menyukai nyonya kinan tuan" batinnya lalu mengikuti rangga keluar.
Rangga dan sandy mendatangi kinan ke kampusnya. namun ia tidak menemukan kinan, "Kemana yah dia? telfon ku tidak ia angkat" gumam rangga yang beberapa kali mencoba menghubungi kinan. rangga dan sandy masih menunggu kinan, tiba-tiba disaat yang tidak terduga, dafi pun datang, "Dafi? gumam rangga, ia pun langsung keluar dari mobil
"Dafi, apa yang sedang kau lakukan ? tanya rangga
"Rangga? harusnya aku yang bertanya, sedang apa kau disini ? tanya dafi
"Aku suaminya, begitu saja masih bertanya" jawab rangga kesal
Dafi hanya tertawa sebal. "Aku kira kau sedang bersama kekasihmu yang sangat kau cintai itu"
__ADS_1
"Jangan mengajak ku bertengkar, kami sudah putus" jawabnya
"Hmmm ..."
Rangga kesal "Apa maksudd............
"Mas dafi" sapa sari sambil berjalan berlari kearah dafi ,
"Sari" sapa dafi
"Kau sedang apa disini ? pasti kau menunggu kinan yah ? hihi " ledek sari sambil tertawa
Dafi hanya menggaruk kepalanya tanda malu, Rangga mengerutkan dahi nya, merasa geli dengan tingkah dafi, "kau teman kinan? tanya rangga pada sari, sari menatap kearah Rangga, lalu menutup mulutnya ,"OMG, anda rangga prayoga kan? tanyanya dengan tatapan takjub.
"Wah, beruntung sekali temanku kinan, ia dicari oleh pria-pria tampan"
Rangga tersipu,
"Tapi kenapa kalian disini ? kinan tidak kuliah hari ini, tumben sekali, pasti ada sesuatu, kau ingat kakak perempuan yang aku ceritakan mas ? pasti dia menyulitkan temannku lagi. ucap nya kesal
"Danira maksud mu? tanya rangga
"Iya, siapa lagi kalo bukan si nenek sihir itu, aku mau ke rumahnya, kalian ikut saja kalau mau"
"Ia tidak dirumah" jawab rangga
Sari kembali mengerutkan dahinya "Dari mana kau tau ? apa kau sudah kerumahnya ? ahh.. aku bingung, kenapa ia bisa mengenalmu?
"Dia istriku" jawab rangga
"ohhh ....
"Apaaaaa?!!!!!! istri? istri katamu ? hahhahahah kau sudah gila ? kau salah mencari orang sepertinya, hahha mana mungkin temanku yang bodoh itu jadi istrimu, haha bodohnya aku, kenapa aku malah kaget " hahha ucap sari
"Terserah kau mau percaya atau tidak " ucap rangga kesal lalu pergi meninggalkan dafi dan sari,
Sari melihat kearah rdafi, dan dafi pun mengangguk membenarkan, sari kembali menutup mulutnya dengan kedua tangannya ia sangat kaget. "Sari aku harus pergi, nanti aku ceritakan kalau kita bertemu lagi" ucap dafi sambil menepuk lengan sari lalu masuk kedalam mobil
"Sial, dia tidak datang ke kampus ternyata, sandy, coba kau cari tau, dia sedang dimana sekarang,
"baik tuan"
"Kinan, kamu dimana ? batin dafi khawatir.
__ADS_1