
Semua mata pegawai tertuju padanya. "ah semua gara-gara mas angga" batinnya.
Di kantor rangga, suasana hatinya sangat baik kali ini. hongga sore tiba, rangga nampak sangat ingin segera pulang.
Kinan sudah sampai di rumah sebelum rangga pulang. kinan menyambutnya di depan pintu, lalu menbawakan tas rangga. Rangga duduk di sofa sebelum naik keatas, kinanpun pergi kebelakang untuk membawakan segelas jus untuk rangga, "Minum ini dulu mas"
Rangga mengambil jusnya, dan meminumnya, setelah meletakan gelasnya tiba-tiba rangga menjulurkan tangannya kearah kinan, kinan nampak bingung ia malah mengajak rangga salaman, sikap kinan membuat tawa rangga pecah, "Apa yang kau lakukan kinan ? hahaha kau sangat lucu" hahaha
Kinan masih bingung, "Aku tidak mengerti tuan, maksud ku mas angga, untuk apa kau menjulurkan tanganmu ?
Rangga mendekatkan wajahnya ke wajah polos kinan " Dengar, mulai hari ini, kau harus mencium tanganku saat aku pergi bekerja, pulang bekerja dan saat kau berpamitan, kau mengerti ? ucapnya lembut.
"Apa ini? kenapa ia seperti suami sungguhan untuk ku? tidak kinan, ia hanya mendalami peran nya saja, tapi pada siapa ia ingin menunjukannya? ah aku tidak perduli" batin kinan
"Kinan, kau megerti ?
Kinan hanya mengangguk kan kepalanya tanda mengerti.
"Bagus" ucapnya sambil mengelus lembut rambut kinan.
"Ayo kita ke kamar aku sudah sangat ingin mandi"
"iya mas"
Rangga telah selesai mandi, kinan sudah memakai piyama nya.
"Kinan, kita kan belum makan malam, kenapa kau sudah menggunakan piyamamu?
"Menangnya kenapa tuan ?
" Aku tidak suka melihatnya"
"Baiklah aku akan mengganti pakaian ku lagi" ucapnya lalu bangun dari tempat duduk nya. Namun ide jahil rangga tiba-tiba muncul,"kinan, ayo kita makan malam, kenakan itu saja" ucapnya sambil menarik tangan kinan.
"Eh tuan, masa aku berpakaian seperti ini" ucapnya kaget
Mereka berdua keluar dari kamar, Rangga tertawa puas, sedangkan kinan sedikit kesal.
Dafi melihat kedekatan mereka berdua, ada sedikit rasa sedih, namun apalah daya, dia tidak bisa apa-apa karena status kinan memang masih menjadi istri rangga.
"Kalian mau kemana? tanya dafi
"Kami akan makan diluar, kau makan sendirian saja" jawab rangga datar
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita makan bertiga diluar? ajak kinan
"Jangan banyak bicara" ucap rangga sambil menutup mulut kinan dengan tangan nya
"Ga, jangan seperti itu" ucap dafi
"Masa bodoh", ayo cepat jalan" ucapnya datar, namun tangannya menggenggam lembut tangan kinan.
Mereka pun pergi.
"Tuan, kita mau makan dimana? tanya kinan
"Kita akan makan di hotel"
"Dengan piyama ku ini ? jangan bercanda, nanti kau sendiri yang malu"
"Tidak, kau sangat lucu sekarang kinan" hahaha ucapnya
"Dasar jahat" ucapnya
diperjalanan, kinan melihat pedangang mie godok yang sangat ramai pembeli. "Wah mir godok mas win " ucapnya
Rangga menoleh ke arah jendela kinan.
"Mie itu sangat enak, lihat saja banyak sekali yang mengantri, karena rasa nya memang sangat enak tuan dan murah, aku sering juga makan disana"
"Benarkah? kau mau ? tanya rangga
Kinan mengangguk semangat.
Rangga menepikan mobilnya, lalu berbalik arah. " Kau boleh makan itu" ucapnya tiba-tiba.
"Lalu bagaimana dengan mu? tanya kinan
"Kita bisa cari makanan lain setelah kau mencicipi itu"
Kinan tersenyum,
"Tuan, aku saja yang turun, kau tunggu disini saja"
"Hmmm"
Kinan pun mengantri, setelah beberapa saat iya kembali ke mobil sambil membawa mie godok nya. "Tuan bisa kau buka pibtu bagasinya ?
__ADS_1
"kau mau duduk di belakang? "
"Iya"
"Baiklah"
Kinan pun duduk di bagasi, rangga menghampirinya dan ikut duduk disamping kinan "Kau suka ? tanya rangga lembut
" Iya" jawab nya sambil tersenyum
"Ini kau coba cepat tuan" ucapnya sambil berusaha menyuapi rangga
"Tidak, tidak terimakasih" tolak rangga
"Satu kali saja, ya ya ya" bujuk kinan dengan wajah polosnya.
Rangga tiba-tiba tersenyum, "Cihh .. dasar tukang maksa" ucapnya sambil membuka mulutnya.
Kinan pun menyuapi nya, ia memandang rangga dengan mata berbinar "Bagaimana? enak kan? tanyanya sambil tersenyum.
Wajah rangga langsung berubah, " Iya kinan, bagaimana ini bisa sangat enak? sini aku mau lagi" ucapnya sambil merebut piring kinan, "Hahahaha apa aku bilang,ayo makan" ucap kinan sambil tersenyum melihat rangga makan,
"Ini kau juga makan" ucap rangga yang balik menyuapi kinan. akhirnya makan malam mereka hanya ditemani dengan mie godok pinggir jalan.
"Tuan, apa kau membawa uang? aku tidak membawa uang, aku tidak bisa membayar ini" ucap kinan sambil mengangkat piring nya.
"Hahaha kau pesan tanpa membawa uang? tanya rangga sambil tertawa.
"Ini ambil" ucap rangga sambil menyerahkan dompet nya
"Tidak, kau keluarkan saja uangmu, 20 ribu saja.
" Hah ? kah serius itu hanya 20.000 ? aku tidak memiliki uang segitu, ambil ini saja. ucap rangga sambil kembali memberikan dompetnya yang didalam nya berjejer uang berwarna merah.
Kinan akhirnya mengambil dompet rangga dan hanya mengambil selembar uang di dompet rangga lalu mengembalikannya dan pergi.
Rangga kembali tersenyum melihat kepergian kinan, ia merasa ada yang berbeda dari nya, ia merasa sangat senang dan nyaman dengan kesederhanaan kinan.
Kinan pun kembali sambil membawa cup yang berisi sekoteng "Hahahaha kau membawa apa lagi kinan? tanya rangga.
" Hehe aku membeli sekoteng tuan, udaranya sangat dingin"
"Mana sini aku coba" ucap rangga. dan kinan pun kembali menyupi rangga dengan telaten. "Pelan-pelan tuan, ini panas" ucapnya lembut.
__ADS_1