Satu Tahun Untuk Selamnya

Satu Tahun Untuk Selamnya
part 44


__ADS_3

Kinan dan rangga bangun bersamaan disore hari mereka melewatkan makan siang mereka, kinan dan rangga saling menatap satu sama lain. suasana tiba-tiba menjadi canggung namun kecanggungan itu hilang begitu alarm perut keduanya terdengar nyaring ."Brukbukkk" rangga dan kinan kembali saling menatap dan tertawa.


"Tuan muda, apa kau dengar itu tadi ? hahaha


"Hahaha iya, suara perut kita sangat memalukan" ucap rangga.


Sudah beberapa hari ini setelah pertengkaran hebat keduanya rangga jadi lebih mudah tersenyum.


"Pantas saja perut kita mengamuk sekarang sudah pukul 16.00 kinan"


"Ah iya benar, pantas saja suara perut ku terdengar lebih memalukan dari pada biasanya, ayo kita turun tuan"


"Baiklah"


Rumah tampak begitu sepi, Namun seperti biasa, pak reki selalu muncul "Kalian sudah bangun"


"Hehe iya pak, ko rumah keliatan sepi ? dimana oma , mas dafi dan mama papa mas angga ? tanya kinan penasaran.


"Iya, kemana mereka ?" tanya rangga


"Tuan besar dan nyonya besar pulang ke singapore hari ini, oma tiba-tiba ingin ikut bersama nyonya dan tuan besar, sekalian untuk cek kesehatan disana,"

__ADS_1


"Yah, kenapa oma tidak memeberitahuku? "gumam kinan npak kecewa.


"Tadi oma ingin berpamitan, tapi anda nampak nya masih tidur nyonya muda"


"Lalu kemana dafi? apa ia mengantar kebandara? tanya rangga.


"Iya tuan muda"


"Hmmm baiklah, kami berdua lapar, tolong siapkan makan untuk kami berdua" perintah rangga sambil berjalan menuju ruang tv.


"Tidak, tidak, siapkan untuk mas angga saja, aku akan membuat nasi goreng sendiri" ucap kinan sambil berlari kecil ke dapur.


"Hei ! kenapa kau hanya membuat makanan untuk mu saja ? bagaimana denganku?" tanya rangga kesal sambil berjalan menghampiri kinan


Rangga melipat kedua tangan nya didada, "Aku tidak mau tau, kalau kau ingin membuat makanan sendiri, kau harus membuat 2!


"Sudah jangan bertengkar, biar saya suruh chef dapur membuat makanan yang kalian inginkan" ucap pak reki


"Tidak !!" jawab mereka bersamaan dan berhasil membuat pak reki diam, kembali mereka saling memandang dan tertawa "HAHAHA"


"Buatkan juga untuk ku" ucap rangga kemudian.

__ADS_1


"Baiklah"


Kinan pun mulai meracik bumbu-bumbunya, rangga yang tadinya ingin bersantai di ruang tv, ia malah memilih untuk duduk di meja bar sambil melihat kinan memasak.


"Melihat nya seperti itu aku merasa aku menikah sungguhan dengan nya" batin rangga.


Makanan sudah siap, "Jadi dari tadi kau sibuk hanya membuat nasi goreng? tanya rangga kesal.


" Sudah mas jangan banyak bicara lebih baik kau coba saja dulu" ucap kinan sambil menyuapi rangga tiba-tiba yang sedang kesal, rangga yang tidak menyadari kinan menyuapinya tiba-tiba diam lalu mulai mencerna rasa dari masakan kinan. Kinan membuka lebar-lebar matanya, lalu tersenyum dan mulai bertanya "Bagaimana mas?" tanya nya


"Ini enak, kemarikan sendok nya" ucap rangga lalu memakannya kembali dengan lahap. Kinan pun tersenyum melihat rangga yang nampak menikmati masakannya, ia pu mulai memakan makanannya sendiri.


"Ah kenyang sekali" ucap rangga, saat rangga akan mengambil gelasnya, terlihat gelasnya sudah kosong, kinan yang menyadari nya langsung bangun dari duduk nya lalu mengambilkan kembali minum rangga dan kembali makan makanannya.


Rangga melihat kinan tanpa bicara "Apa ini rasanya di layani pasangan?" batinnya


Kinan mulai membereskan piring dan gelas mereka, selesai itu kinan kembali ke kamar di susul rangga.


"Kinan, tolong bawakan laptopku keruang kerja"


"Baik, eh tuan apa aku boleh ikut memgerjakan tugasku disana?

__ADS_1


"Tentu" jawabnya lalu pergi meninggalkan kamar.


__ADS_2