Satu Tahun Untuk Selamnya

Satu Tahun Untuk Selamnya
part 15


__ADS_3

Kinan pulang ke rumah, terlihat dafi dan oma sedang duduk berdua sambil menonton acara televisi.


"Sore oma" sapa kinan


"Istri rangga, kemari" ajak oma


"Hai kinan" sapa dafi


"Hai mas dafi"


"Istru rangga, tolong potongkan  apel ini untuk ku" ucap oma sambil memberikan sebuah apel


"Iya oma, "


"Kinan, pipi mu kenapa ? tanya dafi


"oh ini, ini tergores saat aku cuci muka mas" jawabnya sambil tersenyum kecil


"Kenapa wajahmu muram? kau tidak suka aku meminta tolong padamu? tanya oma


"Tidak oma, ini buah nya "


"Kinan, bagaimana kuliah mu? tanya dafi


"Kuliahku baik-baik saja mas, semua nya berjalan dengan baik, oma, mas dafi aku pamit ke kamar sebentar yah, aku harus mandi, sebentar lagi mas rangga pulang" pamitnya


"Baiklah, bersihkan dirimu agar cucu ku senang melihat istrinya rapi saat ia pulang"


"Iya oma"


"Ada apa dengan nya, kenapa ia sedikit pendiam?" batin dafi


Kinan pergi ke kamar nya lalu mandi, ia duduk di kursi balkon lalu berniat menelfon ibu.kinan menekan tombol panggilan ibu.


Kring-kring


"Hallo kinan, apa kabarmu nak ? sapas ibu


Kinan tersenyum emndengar suara ibu, "Kinan baik bu, ibu gimana? kemarin kinan ke rumah. tapi ibu sedang keluar sama papa, bagaimana kondisi ibu ? apa ibu makan dengan teratur? tanya kinan


"Ibu baik-baik saja nak, jangan khawatirkan ibu, fokus lah dnegan keluarga baru mu" kamu betah tinggal disana ? mereka memperlakukan mu dengan baik kan ? tanya ibu


"Iya bu, semua orang disini sangat baik, mas rangga juga sangat baik padaku, ibu tidak usah khawatir"


"Bagus lah kalau begitu, akhirnya doa ibu bisa terkabul, nak ibu matikan dulu telfonnya yah, ibu mau mamebantu mba yu menyiapkan makan malam, ingat pesan ibu, bersikap lah seperti kau sedang berada dirumah mu sendiri, jangan karena disana banyak pelayan kau hanya bermalas-malasan. kau mengerti ?


"Iya bu, ibu jangan lupa minum obat yah ?


"Iya, ibu tutup yah"


"Baiklah"


Tut.. tut .. telfon terputus


Di perjalanan pulang,


"Tuan muda, apa kau butuh sesuatu ? tanya sandy yang dari tadi melihat wajah rangga yang dari tadi tampak muram.


"Jangan banyak bertanya, kau sangat berisik" ucap nya sinis


Rangga sedang kesal, karena sejak tadi nadira tidak mengangkat telfonnya, karena seharusnya  begitu sampai dia menelfonku, tapi sudah hampir satu jam dia dia menghubungiku.


"Mungkin nona nadira sibuk tuan "


"Seharusnya dia menyempatkan waktu untuk mengabari ku"

__ADS_1


"Dia hanya akan mengabari mu bila ia sudah mulai kekurangan uang tuan" batin sandy


Suasana hatiku sedang buruk, menyetirlah dan jangan banyak bicara. ucapnya ketus


"Baik tuan"


Dirumah, kinan sudah siap di depan teras untk menyambut suaminya, mobil Rangga pun sudah masuk kedalam pekarangan.


"Kenapa harus wajah bodoh itu yang menyambutku di rumah" gumamnya


Rangga tutun dari mobil, dia memberikan tas nya pada kinan dengan kasar lalu masuk kedlam rumah.


"Rangga kau sudah pulang? tanya oma


"Iya oma, maaf aku sedikit lelah, aku akan naik dulu" ucap nya tanpa menyapa dafi sama sekali.


"Mas sandy, ada ap dengan nya ? kenapa wajahnya sangat muram ? tanya kinna


"Suasana hatinya sedang buruk, kau harus hati-hati nyonya, jangan banyak bicara dan jangan membuat nya kesal, jangan membuat nya marah" ucap sandy dengan serius


"Jangan menakutiku" ucap kinan ketakutan


"Kali ini aku benar-benar serius nyonya"


"Baiklah, aku tidak akan mengganggunya, oia, mana catatan yang au minta mas? tanya kinan menagih daftar kegiatan dan daftar hal yang dibenci rangga.


"Oia ini catatannya, anda baca saja satu persatu" ucapnya


"Oke mas sandy, thank u yah" ucapnya senang lalu pergi


Baru saja kinan masuk, rangga sudah membentaknya dengan kasar "Kemana saja kau!! kenapa lama sekali? seharusnya kau langsung mengikutiku kemari !


"Maaf tuan muda, tadi ada yang harus aku lakukan sebentar"


Rangga berjalan mendekati kinan "Jangan lakukan apapun tanpa perintahku ! tugas mu hanya menurut dan melakukan perintahku saja, kau aku bayar untuk itu !kau mengerti ?! ucapnya dengan wajah yang sangat marah


"Baik tuan, jawabnya pasrah


Buakn nya kinan takut pada rangga, tapi kinan hanya takut bila ia melakukan sebuah kesalahan dan bila nadira tau ia membuat kacau, ia takut nadira akan menyuruh papanya untuk menghentikan pengobatan dan jadwal cuci darah ibunya. makanya kinan memilih untuk tetap diam dan menurut.


"Ambilkan aku air dan siapkan hangat untuku"


"Iya tuan"


Rangga dan kinan turun ke bawah untuk makan malam, tapi suasan nampak berbeda oma dan dafi tidak ada di meja makan, "Kenama oma ? bukannya tadi dafi juga ada disini ? tanya rangga


"Oma makan malam diluar bersama tuan dafi tuan muda" Jawab pak reki


"Baiklah,"


"Akhirnya kinan dan rangga hanya makan berdua"


Suasana sangat tegang, rangga sama sekali tidak bicara.


"Kenapa suasananya lebih menyeramkan dari suasana ujian akhir yah" batinnyasambil menahan tawa.


"Kau" ucap rangga yang baru saja akan membuka pembicaraan malah membuat kinan kaget hingga tersedak .


"Uhuk -uhukk" kinan tersedak dan sibuk dengan air minumnya,


Rangga tiba-tiba tertawa "Kau ini bodoh yah? kau tersedak hanya karna mendengar suara ku" dasar bodoh hahhaha


"Kau yang bodoh kenapa kau tiba-tiba mengagetkanku" batin kinan


"Ada apa ? kenapa kau mengagetkanku ? tanya kinan dengan suara yang masih tidak enak didengar.

__ADS_1


"Cepat habiskan makanan mu llau ikut aku ke ruang kerjaku" ucapnya lalu pergi meninggalkan ruang makan


"Arghh ada apa dengan nya kenapa ia menyuruhku untuk ikut keruang kerjanya, padahal hari ini aku sangat lelah" gumamnya kesal sambil mengunyah makanan nya.


Tok-tok -tok


"Masuk,"


"Ada apa tuan muda? tanya kinan


"Duduk disana , potongkan buah untuk ku" ucapnya sambil menunjuk sebuah sofa di ruang kerjanya


"Kenapa harus aku? padahal kau hanya tinggal memerintah para pelayanmu saja' batinnya


Kinan pun duduk dan memotong buah dengan tenang, sesekali ia melihat kearah rangga yang terlihat sangat pusing dengan dokumen-dokumennya"


"Ini buah mu tuan, "


"Suapi aku" ucapnya datar


"Cih.. tangan mu memnag hanya bisa di gunakan untuk memeriksa dokumen saja nampaknya" batin kinan lalu menyuapi rangga sambil bekerja.


"Kepala ku sakit sekali, apa kau bisa memijat?


Kinan hanya mengangguk


"Pijat kepala ku, kepala ku sangat sakit"


Kinan meletakan garpu buahnya lalu memijat rangga.


"Hei yang sakit itu kepalaku, kenapa au menyentuh leher ku ? tanya nya kesal


"kau kan tadi bilang kepalamu sakit, memang tulang lehermu lah yang harus aku pijat, " ucap kinan


"Itu hanya alasanmu kan, kau hanya ingin mnyentuhku kan ?


"Cih, bahkan bila kau tawari juga aku tidak mau menyentuh leher mu"


"Kau yah, kau malah membuat ku semakin saakit kepala"


"Sudah, kau diam saja, aku berani tanggung jawab, kepala mu akan membaik ! ucap kinan lalu membalikan kursi kerja rangga dan langsung memjiat rangga dengan telaten


"Benar juga yah, pijatan nya lumayan juga, kepala ku sudah tidak telalu sakit" batin rangga


Rangga sudah mulai berhenti mengomel, "Benarkan tuan muda, kepalamu sudah tidak terlalu sakit? tanya kinan ceria


"Diam lanjutkan saja, kepala ku masih sakit" ucapnya berbohong


Kinan lalu pindah memijat tengah leher rangga, lalu berpindah di sisi leher tengah kepala rangga, rangga malah behenti bekerja dan menikmati pijatan kinan yang sudah mulai lelah.


"Tuan muda apa kau sudah merasa lebih baik ? tangan ku sudah lelah"


"Jangan banyak bicara, pijatan mu tidak enak, teruskan saja " jawabnya datar,


"Dasar pria jahat, mulut dan ekspresimu sangat terlihat kalau kau sedang bebohong" batin kinan yang kesal lalu menekan atas telinga rangga dengan tenaga penuh.


"Aw .. kau sudah gila yah ? kenapa kau menjewer telingaku? ucap rangga yang langusng terperanjat sambil memegang telinganya


Kinan malah tertawa, "Hahhaha bagaimana ? kau merasa lebih baik kan tuan ? ucap nya polos sambil tertawa,


Rangga lalu diam "Benar juga, kepalaku sudah sudah tidak sakit" batinnya


"Tidak juga, sudahlah duduk lagi disana, jangan bicara" ucap rangga


Kinan hanya menurut lalu duduk kembali di sofa.

__ADS_1


"Kinan mulai bosan, ia berniat memejam kan matanya sebentar, tapi ia malah benar-benar tertidur.


__ADS_2