
"Apa Naureen ingin sekali bertemu dengan Daddy? Tanya Andini yang kini beranjak dari kursinya menuju sofa yang di duduki Naureen.
"Yes Mom, aku tidak bisa berbohong. Aku ingin sekali bertemu dengan Daddy, walaupun hanya sedetik saja." Jawab Naureenn, ia tidak tahu bahwa Daddy nya penyebab dari Mommy nya menderita dulu.
"Sabar yah sayang, disaat waktu yang tepat kamu akan bertemu dengan Daddy." Ucap Andini sembari mengelus pipi mulus Naureen.
"Ow iya sayang, Mommy besok akan bertemu dengan teman Mommy. Naureen ingin ikut?Tanya Andini.
"Yes Mom, aku ingin ikut. Aku ingin mengelilingi kota ini Mom." Jawab Naureen yang girang melupakan arah pembicaraan tadi.
"Oke, tapi janji dengan Mommy, Naureen tidak akan membuat hal-hal yang aneh." Ucap Andini sembari menyondorkan jari kelingkingnya.
"Naureen janji Mommy." Jawab Naureen, ia mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Andini.
Andini hanya tersenyum, tersirat rasa kesedihan dalam dirinya. Ia tidak rela jika Naureen bertemu dengan Kenzo, Daddynya. Apakah ia jahat? Entahlah.
"Biar waktu yang menjawab semuanya, semoga keputusanku yang ku ambil kedepannya benar. " Ucap Andini dalam hati.
****
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore, Andini memutuskan untuk menutup butik.
"Trima kasih untuk semua, saya bangga dengan kinerja kalian. Semoga kalian betah bekerja di bawah pimpinan saya." Ucap Andini sembari tersenyum manis.
"Iyh Mbak, terima kasih atas pujiannya." Ucap Sinta.
"Oke kalau begitu saya permisi duluan, Sinta tolong cek kondisi butik sebelum pulang." Titah Andini.
"Baik Mbak. Saya akan mengecek kondisi butik sebelum saya pulang." Jawab Sinta.
"Good, saya permisi." Ucap Andini, ia menggandeng tangan Naureen keluar dari butik.
Semua karyawan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dari ucapan Andini.
"Sin, bos kita baik juga." Ucap salah satu karyawan, sebut aja ia Sri.
"Lo baru tahu Sri, Mbak Andini memang baik. Kita aja yang berprasangka buruk." Ucap Sinta.
"Mom, aku lapar. Aku ingin makan di restoran." Ucap Naureen yang kini berada di depan butik.
"Oke sayang, kita cari retoran dekat sini yah." Jawab Andini yang dibalas anggukkan oleh Naureen.
Bergegas Andini dan Naureen menaiki mobil jemputan yang diperintahkan mana Sofia, tadi siang Andini mendapatkan pesan dari mama Sofia bahwa sore nanti ada yang menjemput dirinya.
Dari kejauhan terlihat seorang pria yang sedang memata-matai Andini dan Naureen dari kejauhan.
"Bos, 'dia' pergi meninggalkan tempat bersama seorang anak kecil."~?
"Tetap ikuti, jangan sampai kehilangan jejak."~?
"Baik bos"~?
Bergegas pria tersebut menaiki kendaraannya, ia mengikuti mobil Andini yang melaju meninggalkan butik.
__ADS_1
-
Kenzo menyimpan ponselnya kembali, senyum terukir di sudut bibirnya.
Yap, orang yang memerintahkan seorang pria mengikuti Andini dan Naureen adalah anak buah nya Kenzo. Ia tidak ingin kehilangan jejak Andini, sudah 6 tahun ia mencari.
"Andini, nama yang cantik. Gadis kecil sebentar lagi kamu akan bertemu Daddy." Ucap Kenzo.
Setelah itu, Kenzo beranjak dari kursi kebesarannya. Ia berniat ke markas kembali karna ia akan berdiskusi dengan anak buah nya. Mungkin perang akan segera dimulai, jadi Kenzo akan mempersiapkannya dari sekarang.
"Dek, Kakak pulang malam. Jangan tunggu, tidur."~Kenzo.
Ia tahu sang adik suka menunggu dirinya hingga pulang, walaupun Ketrin pergi party tapi ia ingat waktu yang diberikan Kenzo, sang kakak.
Bergegas Kenzo meninggalkan kantor yang berangsur sepi, entah mengapa tangannya sudah gatal.
****
Kini Andini dan Naureen sudah sampai di Fero Caffe, mereka keluar dari mobil berniat masuk.
"Mom, apa Mommy merasa ada yang mengikuti kita? Tanya Naureen, ia memang mempunyai insting yang kuat.
"Mungkin perasaan kamu aja sayang, kita masuk aja yah." Jawab Andini.
Sebenarnya Andini juga merasakan hal itu, dari awal ia pergi dari butik perasaannya seperti ada yang mengikuti dirinya dan Naureen.
"Aku harus lebih hati-hati, aku tahu siapa Kenzo." Ucap Andini.
Andini dan Naureen akhirnya memasuki Fero Caffe, sudah banyak pengunjung yang sedang menikmati pesanannya.
Terlihat kursi kosong di paling belakang, Andini dan Naureen bergegas menempatinya.
"Sayang, kamu mau makan apa? Tanya Andini.
"Nasi goreng Mom, minumannya jus jeruk." Jawab Naureen.
Andini menganggukkan kepalanya, ia mengangkat sebelah tangannya sebagai tanda ia ingin memesan.
"Selamat datang, Mbak mau pesan apa? Tanya pelayan.
"Saya ingin Nasi goreng 2, jus jeruk 1 sama es teh manis 1." Jawab Andini.
"Baik Mbak, ditunggu pesanannya yah." Ucap Pelayan yang dibalas anggukam oleh Andini.
Tidak lama, pesanan Andini datang. Andini dan Naureen sama-sama menikmati pesanannya tanpa bersuara, seperti yang Andini ajarkan.
-
Kini Kenzo sudah sampai di markas, ia keluar dari mobil di iringi aura dingin. Para anak buah nya Kenzo yang melihat Bosnya datang bergegas keluar untuk menyambutnya.
"Selamat datang Bos." Ucap salah satu anak buah nya Kenzo.
"Masuk, kita buat rencana." Ucap Kenzo.
__ADS_1
"Baik Bos." Seru AB Kenzo.
Setelah itu, Kenzo masuk ke dalam markas di ikuti dari belakang.Ia sudah memikirkan rencana untuk kedepannya jika sesuatu yang terjadi.
"Kalian semua siap? Tanya Kenzo yang kini posisinya duduk menghadap para anak buah nya.
"Siap Bos Ax." Jawab seluruh anak buah nya.
"Bagus, pertempuran akan segera di mulai. Siapkan senjata yang butuhkan." Ucap Kenzo.
"Baik Bos." Jawab 2 orang anak buah Kenzo yang ditugaskan menjaga persenjataan.
Bergegas kedua anak buah Kenzo berlalu dari hadapan Kenzo, senjata mereka bukan main. Ribuan senjata sudah Kenzo miliki, bahkan banyak senjata yang ia dapatkan dari penjualan ilegal.
"Sebentar lagi." Gumam Kenzo kecil.
"Tring, tring, tring." Suara dering ponsel Kenzo membuat sang empu secepat kilat merogoh ponselnya.
"Papah? Papah telfon? Gumam Kenzo saat melihat dilayar ponselnya tertera nama "Papah."
Bergegas Kenzo mengangkat telfon dari Hartawan, entah apa yang akan dibicarakan.
"Halo Pah?." Ucap Kenzo.
"Halo, bagaimana? Sudah ketemu? Tanya Hartawan.
"Sudah Pah, Ken masih berusaha untuk mendekatinya. Papa sudah memiliki cucu ternyata." Jawab Kenzo, ia sudah menebak arah pembicaraannya.
"Dugaan papa benar, kamu jaga cucu papa. Jika sesuatu terjadi kepadanya, habis kamu Ken." Ancam Hartawan.
"Tenang Pah, aku sudah memerintahkan beberapa anak buah untuk mengintai dan menjaga mereka." Jawab Kenzo.
"Bagus, jaga keduanya. Minggu ini Papa dan mama akan pulang, kamu hanya mempunyai waktu 1 minggu." Ucap Hartawan.
"Minggu ini? Oke Pah. Ken usahakan." Ucap Kenzo.
"Oke, papa tidak akan memberi perpanjangan waktu. Jika kamu tidak bisa, biar Papa sendiri yang menghandle."cUcap Hartawan.
"Cukup Pah, Ken akan berhasil dalam seminggu. Dan satu lagi Pah, sepertinya pertempuran dar*h akan hadir." Ucap Kenzo.
"Tenang Papa akan bantu, kamu cukup fokus ke masalah 'itu'." Ucap Hartawan.
"Baik Pah."
"Tut, Tut." Hartawan mematikan sambungan panggilannya setelah mendengar jawaban dari Kenzo.
Kenzo menghela nafas nya kasar, apakah ia bisa dalam waktu seminggu? Tapi bukan Kenzo Axton Wirayudha jika tidak mencoba dalam hal waras ataupun g*la.
"Bos, senjata sudah kami siapkan." Ucap salah satu dari dua anak buah yang ditugaskan oleh Aldebaran.
"Good, simpan." Jawab Kenzo.
"Anak Buah? Tanya Kenzo.
__ADS_1