
"Assalamualaikum Pah, Mah." Ucap Andini.
"Wa'alaikum salam, akhirnya kamu datang juga." Jawab Mama Sofia.
"Wa'alaikum salam."Jawab Papa Surya.
"Opaahh, Omah." Ucap Naureen, ia berlari kecil ke arah Surya.
"Aduh cucu Opah, kamu makin cantikk nih, kalah sama Mommy." Ucap Paps Surya yang kini menggendong Naureen.
"Papa jahat, ngomongnya kok gtu sih." Gerutu Andini.
Papa Surya dan Mama Sofia hanya terkekeh kecil melihat putrinya marah, Andini terlihat sangat lucu dan menggemaskan seperti Naureen.
"Andin, Mama mau ngomong sesuatu sama kamu." Ucap Mama Sofia.
"Mama mau bicarain apa sama aku? Tanya Andini.
Sebelum Mana Sofia menjawab pertanyaan Andini, Mama Sofia memberi kode kepada suaminya.
"Naureen, sayang kita beli ice cream yuk." Ucap Papa Surya.
"Let's go Opah, aku udah lama ga beli ice cream."Jawab Naureen.
"Mah, Andin. Papa sama Naureen pergi dulu sebentar yah, kalian lanjutin aja ngobrolnya." Ucap Papa Surya.
"Iya Pah." Ucap mereka berdua kompak.
Bergegas Surya membawa Naureen keluar dari ruangan Andini, Papa Surya dan Mmh Sofia tidak ingin Naureen mengetahui hal ini.
Setelah kepergian Papa Surya dan Naureen, Mama Sofia mengajak Andini untuk duduk disofa.
"Sayang, kemarin Mama sama Papz ngobrol tentang kamu, Mama sama Papa ingin minta jawaban dari kamu." Ucap Mama Sofia.
"Mama mau tanya apa? Jangan buat Andin penasaran." Tanya Andini.
"Papa sama Mama mau tahu jawaban kamu, apa kamu mau menetap disini atau mau pindah? Tanya balik Mama Sofia.
Andini diam sejenak, ia mencerna pertanyaan Mama Sofia. Ia sebenarnya masih bingung apa yang ia harus katakan.
Andini menghela nafasnya pelan, ia menatap Mama Sofia yang menunggu jawaban darinya.
"Andini belum bisa jawab sekarang Mah, tapi untuk saat ini Andini ingin menetap disini. Untuk kedepannya, Andini belum tahu." Jawab Andini.
"Mama tahu, kamu masih bingung untuk menjawab ini. Tapi Mama yakin, kamu punya jawaban dari lubuk hati kamu, tapi kamu masih belum yakin untuk mengungkapkannya." Ucap Mama Sofia.
"Makasih Mah, Mama selalu ada untuk aku. Doain aku kuat untuk menjalani ini semua Mah." Ucap Andini.
Mama Sofia mengangguk, ia merentangkan tangannya supaya Andini masuk ke dalam dekapannya.
Andini dengan cepat masuk ke dalam dekapannya, ia sangat erat memeluk Mama Sofia, air mata yang ia bendung tidak bisa ia tahan, alhasil pecah tangis Andini di dekapan Mama Sofia.
"Mama tahu apa yang kamu rasakan sayang, keluarkan semuanya, jangan kamu tahan. Mama akan selalu jadi pendengar untuk kamu." Ucap Mama Sofia, ia mempererat dekapannya.
Andini yang mendengar itu tangisnya semakin tumpah, ia tidak bisa menahannya jika sudah sampai titik akhir.
__ADS_1
****
Kini Kenzo sudah berada di kantornya kembali, ia terus tersenyum sembari menatap apa yang di berikan Jessika tadi.
"Haruskah gw lakukan sekarang? Gumam Kenzo.
Tiba-tiba, terlintas wajah Naureen yang membuat Kenzo menghela nafasnya. Ia ingin sekali memeluk dan memberikan kasih sayang kepada putrinya, Naureen.
"Waktu gw ga banyak, Pah Mah lihat lah, kalian sudah memiliki cucu yang cantik dan pintar," Gumam Kenzo.
"Naureen, kamu putri Daddy." Imbuh Kenzo ia memejamkan matanya.
Hingga ia teringat akan AB nya yang ia perintahkan untuk mengikuti Andini pergi kemanapun, ia dengan cepat merogoh ponselnya di saku celananya.
"Sudah ketemu tempat tinggal?."
"Sudah Bos, Alamatnya di Jl.××××."~AB.
"Oke, terus awasi. Jika sampai ketahuan, jangan sebut nama."
"Siap bos, sesuai perintah."~AB.
"Masih mengikuti?."
"Masih Bos, gadis kecil yang bersamanya kini sedang bersama seorang pria yang mungkin sudah berumur."~AB.
Kenzo mengerutkan dahinya mendengar jawaban dari AB nya, siapa yang sedang bersama Naureen?.
"Kirim Foto."
"Tring." Sebuah foto masuk ke dalam pesan Kenzo.
"Apa mungkin bokap Andini?."Gumam Kenzo
"Terus ikuti."
"Baik Bos."~AB.
Setelah itu, Kenzo menaruh ponselnya di atas meja kerjanya. Ia berfikir jika yang bersama Naureen adalah Ayah Andini, maka ia dengan mudah mengenalinya.
"Riza, cari informasi tentang pria yang bersama anak gadis ini/Kirim Foto."
"Baik Bos, secepatnya saya akan berikan informasi."~Riza.
Kenzo kembali memerintahkan AB nya untuk mencari tahu pria yang bersama dengan Naureen, ia tidak akan setengah-setengah jika menyangkut tentang Andini dan Naureen.
"Sebentar lagi Andini,csebentar lagi, kamu akan menjadi milik Kenzo Axton Wirayudha.xSaya tidak akan melepaskan kamu, setelah saya mendapatkan kamu." Ucap Kenzo.
Semoga niat Kenzo memang serius, kita lihat apa yang akan di lakukan Kenzo untuk mendapatkan maaf dan cinta dari Andini dan Naureen.
***
Tidak terasa, waktu sudah menunjukkan sore hari,vmenandakan bahwa butik Kaneesh' Shop akan tutup. Kini Andini dan yang lain beranjak keluar dari ruangan.
"Sinta, saya akan pamit terlebih dahulu. Saya hanya ingin menugaskan yang kemarin kepada kamu." Ucap Andini.
__ADS_1
"Baik Mbak Andini, saya akan melaksanakannya." Jawab Sinta.
"Terima kasih Sinta, saya percaya dengan kamu dan Sri. Kalian jangan pernah takut dengan Andini, dia sebenarnya baik, hanya ingin terlihat tegas saja." Ucap Mama Sofia berniat nenjahili Andini.
"Mama ini apaansih, jangan buat aku malu." Ucap Andini sedikit merengek.
Sinta hanya tersenyum kecil, ia tahu sekarang bahwa Bosnya yang dahulu dan sekarang memang sangat ramah jika di luar jam kerja. Ia semakin semangat untuk bekerja di butik Kaneesh' Shop.
Akhirnya Keluarga Andini meninggalkan butik Kaneesh' Shop, Andini dan Naureen berpisah mobil dengan Papa Surya dan Mama Sofia.
-
°°Malam Harinya°°
Kini Andini sudah berada di kamar nya, dilihatnya Naureen yang sudah terlelap tidur.cMungkin karna lelah yang ia rasakan hari ini, membuat tidurnya nyenyak sekali.
Andini hanya tersenyum manis melihat Naureen yang sudah terlelap tidur, wajah damai Naureen terlihat disaat Naureen tidur.
"Jika suatu saat nanti, Mommy akan memaafkan Daddy.vSemoga kamu bisa menerima keadaan Daddy yah,cMommy sangat menyayangi kamu." Ucap Andini, ia tak lupa mencium kening Naureen cukup lama.
Tiba-tiba," Tring, Tring." Suara pesan masuk dari ponsel Andini, bergegas Andini membukanya yang ternyata no yang tidak ia save.
"Selamat Malam Nona." Mr.K
"Apakah kau belum tidur? Kau bisa menebak aku siapa? Mr.K
"Siapa orang ini? Mengapa ia bisa mendapatkan no aku." Gumam Andini setelah membaca isi pesannya.
"Ini siapa? Saya tidak kenal."~Andini.
Orang disebrang sana tersenyum tipis, apakah Andini tidak bisa mengenali dirinya?.
"Aku Daddy Naureen."Mr.K
Andini yang membaca pesannya membulatkan matanya, apa yang ia baca tidak salahkan? Berarti orang ini adalah Kenzo.
"Kenzo? Bagaimana anda bisa mendapatkan no saya?."~Andini
"Betul sekali, soal No kamu tidak perlu tahu. Yang terpenting, aku sudah mempunyai no mu."~Aldebaran.
"Ada keperluan apa? Sepertinya tidak ada yang harus di bahas."~Andini.
"Tentu ada, ini tentang masa depan kita berdua dan Naureen."~Kenzo.
"Maksud anda bagaimana? Langsung to the point saja, saya tidak suka bertele-tele."~Andini.
"Besok, saya akan menemui kamu. Tidak ada penolakan, jam 9 sudah stay."~Kenzo.
"Saya tidak punya waktu,vantara saya dan anda sudah tidak ada lagi masalah, itu hanya masa lalu jadi saya ingin melupakannya. Jadi urusan kita sudah clear."~Andini.
"Belum clear Nona, saya belum mendapatkan hak saya, jadi jangan pernah berniat untuk menghilang bahkam menghindar, kemanapun kamu pergi, saya tahu keberadaanmu."~Kenzo.
"Jangan lupa besok, kau tidak bisa pergi kembali dariku,ctidur yang nyenyak, Cantik."~Kenzo.
Andini hanya membaca pesan Kenzo, ia juga penasaran apa yang akan di lakukan Aldebaran, hingga ia bersikeras untuk menemui dirinya.
__ADS_1
"Aku ingin tahu apa yang akan dilakukannya, baiklah tuan Kenzo saya akan turuti. Jika dia benar-benar sayang kepada Naureen, dia tidak mungkin berhenti hingga disini." Ucap Andini dalam hati sembari tersenyum misterius.
"Biarkan saya menebus kesalahan di masa lalu, saya akan membuat kalian bahagia, tidak akan yang mengusik kalian berdua." Ucap Kenzo di sebrang sana sembari tangannya memainkan ponsel miliknya.