Semalam Dengan Mafia

Semalam Dengan Mafia
Peperangan


__ADS_3

POV Ricky


"Kali ini saya benar- benar membutuhkannya, untuk terakhir kalinya berikan saya pinjaman." Ucap Ricky.


Kenzo hanya tersenyum sinis, Papahnya dan dirinya sudah berbaik hati memberikan pinjaman yang fantastis. Tapi dengan sesukanya, Ricky mempermainkannya. Ia menggunakan uangnya untuk kesenangan sendiri tanpa memperdulikan orang lain.


Kenzo memberikan kode kepada AB nya untuk menyeret Ricky keluar dari ruangannya. Dengan kasar, AB Kenzo menyeret Ricky keluar dari perusahaan.


-


-


"Mohon maaf, kami tidak bisa menyelamatkan nyawa kedua orang tua anda." Ucap Dokter.


Kini Ricky ambruk di lantai rumah sakit, dirinya bagai ditusuk beribu ribu belati mendengar kabar yang diberikan Dokter yang menangani orang tuanya.


Setelah diusir dari kantor Kenzo, dirinya bergegas menuju Rumah sakit Jakarta Hospital. Tempat dimana orang tuanya di rawat dalam keadaan koma. Orang tuanya mengalami kecelakaan lalu lintas yang membuat keadaan mereka kritis dan sekarang tak bernyawa.


Ricky tertawa mengerikan." Hartawan, Kenzo kalian akan menerima pembalasan dari saya. Tunggu saja hingga waktu itu tiba." Gumam Ricky masih di posisi yang sama.


Disinilah, dendam seorang Ricky Alexander kepada Hartawan Wirayudha dan Kenzo Axton Wirayudha. Dirinya menyimpulkan bahwa meninggalnya orang tua dirinya karna Hartawan dan Kenzo.


"Setelah saya mempunyai semuanya, saya pastikan kalian akan merasakan penderitaan saya." Gumam Ricky kembali disela sela tangis kecilnya.


\><\><\><\>

__ADS_1


Kini siang sudah berganti malam, suasana mencekam di dua tempat yang berbeda. Kini di markas Mafia Black Wolf sudah di penuhi ratusan anak buah, mereka sudah diberi kabar oleh Bos nya tentang pertempuran malam ini.


Sedangkan di tempat lain, Mafia Black Lion juga sudah berkumpul. Tak kalah dengan Mafia Black Wolf, mereka sudah mengumpulkan ratusan anak buah.


"Kalian siap?" Tanya Ricky.


"Siap Bos." Seru seluruh Anak Buah.


Mendengar itu, Ricky memberi kode kepada tangan kanannya untuk meluncurkan strategi yang sudah ia buat dari jauh jauh hari.


Bergegas AB Black Lion meluncur ke tempat markas Kenzo, mereka belum mengetahui bahwa Kenzo tahu jika ada penyerangan dari musuhnya.




Awalnya Ricky kaget karna Kenzo mengetahui rencana perangnya, tapi Ricky tidak mundur dari tekadnya untuk membalas dendam.


Ricky tersenyum miring, sudah lama ia tidak bertemu dengan Kenzo." Kita bertemu kembali Kenzo Axton Wirayudha." Ujar Ricky tersenyum miring.


"**!*, tidak usah bertele tele. Kita mulai saja, tangan gw sudah gatal." Ucap Kenzo.


Mendapat aba-aba dari bos masing-masing. Anak buah Kenzo dan Ricky dengan bringas saling baku hantam.


Tidak kalah bringas, Kenzo dan juga Ricky sama sama berkelahi. Mereka sudah menyimpan dendam dalam diri masing masing.

__ADS_1


Kenzo dan Ricku berkelahi di tempat yang sudah sepi, tidak ada yang mengetahui pertarungan yang bisa merenggut nyawa ini.


"Gw pastikan lo mat* di tangan gw." Ucap Ricky percaya diri.


Kenzo hanya tersenyum miring." Silahkan jika anda mampu menyaingi Bos Axton, tapi saya sangat yakin jika anda tidak bisa mengalahkan Bos Axton." Ucap Kenzo.


Mendengar itu, Ricky semakin mengepalkan tangannya. Ia geram dengan Kenzo, dendamnya semakin membara hingga ambisi untuk membuat Kenzo menderita semakin bulat.


Beberapa menit kemudian…


Sesuai prediksi Kenzo, ia bisa mengalahkan Mafia Black Lion dengan mudah. Anak Buahnya yang sudah terlatih membuat Mafia Black Wolf tidak mudah di kalahkan.


"Si*l, gw harus pergi dari sini." Gumam Ricky pelan yang sudah babak belur juga.


Dengan cepat, Ricky berlari dari lokasi tempat penyerangan. Kenzo yang melihat Ricky kabur, dengan cepat mengejarnya. Ia tidak akan membiarkan musuhnya lolos begitu saja.


Wajahnya yang sudah di penuhi luka tidak menutupi ketampanannya, sungguh Kenzo Axton Wirayudha pria idaman.


Hingga di tengah jalan, Kenzo tidak memperhatikan sekitar. Tanpa Kenzo sadari, sebuah mobil melaju dari arah kanan. Hingga akhirnya….


"Bruk." Mobil menabrak Kenzo. Dan syukurnya, mobil yang menabrak Kenzo melajukannya dengan kecepatan sedang, jadi Kenzo hanya terpental dekat.


Pengemudi mobil tersebut bergegas keluar melihat keadaan orang yang ia tabrak, betapa terkejutnya ia melihat siapa ia tabrak.


"Kenzo." Hanya nama itu yang terucap dari pengemudi tersebut.

__ADS_1


Kenzo tak kalah terkejut melihat pengemudi yang menabraknya, matanya membulat sempurna.


__ADS_2