
Bugh.
Pukulan mendarat tepat di pipi Rendy, membuat sang empu yang terkena tersungkur di lantai. Seseorang tersebut jongkok di hadapan Rendy sembari tersenyum miring.
"Seharusnya anda berterima kasih kepada saya, karena saya dengan baik hati menyelamatkan anda. Sebenarnya jika bisa, saya tidak akan menyelamatkan anda. Tapi saya kasihan jika nyawa anda melayang dengan sia-sia. " Ucap seseorang tersebut.
" Siapa anda? Seenaknya saja anda memukul saya. " Tanya Rendy.
" Saya Kenzo Axton Wirayudha, perlukah saya memberi tahu identitas saya sebenarnya? Tanya balik Kenzo sembari tersenyum miring.
" Untuk apa anda menolong saya, saya sudah tidak ada siapa-siapa disini. Saya hidup sudah seperti seorang pemulung, semua teman yang saya anggap baik ternyata pergi meninggalkan saya setelah saya sudah tidak memiliki apa-apa. Dan saya harus kehilangan kedua orang tua saya secepat ini, untuk apa saya hidup di dunia ini. Lebih baik saya mat! dan hidup bersama disana dengan orang tua saya. " Ucap Rendy.
Kenzo yang mendengar itu bungkam seketika, ternyata orang yang berada di hadapannya begitu rapuh hidupnya.
" Bukan dengan cara seperti ini anda akan bisa hidup tenang, coba anda berfikir. Apa orang tua akan senang jika anda mat! dengan sia- sia, dan satu lagi. Jangan percaya dengan omongan orang lain, karena semua itu hanya bualan mereka saja. " Ucap Kenzo.
" Saya memang sudah tidak percaya dengan semua orang, saya sekarang sudah tidak ada siapa siapa disini. Dan terima kasih atas pertolongan anda, saya permisi. " Ucap Ready beranjak pergi meninggalkan Kenzo.
Kenzo berfikir sejenak, entah mengapa ia percaya dengan orang yang berada di hadapan nya. Kenzo dengan cepat mengejar Rendy entah apa yang akan di lakukannya.
" Hei, apa kau butuh pekerjaan? Saya akan memberi pekerjaan yang fantastis. " Ucap Kenzo sembari tersenyum manis.
" Aku tidak ingin di kasihani oleh siapapun, terimakasih atas tawarannya tapi saya tidak tertarik. " Ucap Rendy, ia tidak mungkin menerimanya langsung karena ia baru mengenal Kenzo karena menyelamatkan nyawa nya.
" Kesempatan tidak datang dua kali, apa kau tidak ingin menerima nya? Sepertinya anda cocok dalam posisi yang saya pikirkan. " Ucap Kenzo.
__ADS_1
" Apa maksud anda? Memang tawaran pekerjaan apa yang anda berikan kepada saya? Tanya Rendy.
Kenzo berbisik kecil di telinga Rendy membuat sang empu melotot tak percaya, " Menjadi seorang tangan kana mafia. "
" Maaf, tapi saya tidak tertarik jika seperti itu. Saya permisi. " Ucap Rendy yang memang tidak ingin mendapatkan posisi seperti itu. Karena pekerjaan yang di tawarkan Kenzo bukan main-main, bisa saja taruhannya adalah nyawa dirinya sendiri.
Kenzo tersenyum tipis, " Tidak semudah itu jika anda lari dari saya, anda harus tetap berkerja dengan saya." Ucap Kenzo kecil, kemudian Kenzo menetap sebrang jalan yang ternyata ada 5 orang laki-laki bertubuh besar.
Mereka yang mendapatkan tatapan itu menganggukkan kepalanya yang mengerti akan tugas yang di berikan oleh Kenzo, bergegas kelima laki-laki tersebut mengikuti Rendy dari belakang. Mereka harus mencari tempat aman untuk melakukan tugas nya.
Hingga saat di gang sempit, Rendy di hadang oleh kelima anak buah Kenzo. Rendy yang kebingungan tidak tahu apa yang terjadi berusaha untuk tenang.
" Apa yang anda mau? Saya tidak ada urusan dengan anda. Lebih baik anda pergi dari sini. " Ucap Rendy.
" Memang kami tidak ada urusan dengan anda, tapi Bos kami yang memiliki urusan dengan saya. " Ucap salah satu dari anak buah Kenzo.
Hingga sampai kini, Rendy di pekerjakan oleh Kenzo. Bahkan Kenzo sudah menganggap Rendy bukan lagi sebagai tangan kanan bahkan sahabat. Melainkan sebagai keluarga, jika Kenzo sedang dalam masalah. Rendy adalah kunci satu-satunya yang akan memberi solusi kepadanya.
><\><\><\><\>
"Please tuan, anda jangan sembunyikan sesuatu dari saya. Tuan cerita ke saya. " Ucap Rendy.
" Untuk saat ini Ren, saya masih belum bisa cerita. Cuman satu yang saya minta, kamu akan jaga adik serta Papa dan Mamah saya, tolong jaga mereka sampai titik lemah kamu. " Ucap kamu.
" Tanpa anda minta lagi tuan, saya akan jaga mereka. Saya udah anggap merek seperti keluarga saya. Dan anda juga sudah membantu saya untuk menguak kejanggalan dari meninggalnya orang tua gue. " Ucap Rendy.
__ADS_1
Yaps, orang tua Rendy kecelakaan karena ada yang nenyabotase mobil yang di kendarai oleh orang tua Rendy. Dalang itu adalah Ricky Alexander, musuh bebuyutan Kenzo dan Hartawan. Jadi tak heran jika Rendy sangat dendam kepada Ricky.
Tiba-tiba anak buah Kenzo menghampiri Kenzo dan Rendy begitu tergesa-gesa. Entah kabar apa yang akan di berikan kepada Kenzo dan Rendy.
"Maaf tuan Ken, Nona Ketrin sudah siuman dari komanya. Beliau sedang di periksa oleh dokter. " Ucap anak buah Kenzo.
Kenzo yang mendengar itu tersenyum bahagia, akhirnya sang adik bangun dari komanya. Ia sudah sangat merindukannya.
" Ren, saya minta kamu kembali ke ruang ICU terlebih dahulu. Tolong jagain Mamah dan Papa saya disana dan jangan lupa kamu jagain Andini dan Naureen. " Ucap Kenzo.
Rendy yang mendengar itu hanya mengangguk pasrah, biarpun dirinya paksa agar Kenzo menceritakan sebenarnya pasti akan sia-sia. Kenzo tidak akan bercerita jika bukan keinginan nya.
Setelah kepergian Rendy, Kenzo berlalu menuju ruang dokter yang biasa memeriksa dirinya. Ia ingin mengontrol kondisi nya karena takut terjadi sesuatu. Dirinya sudah tidak menjaga kesehatan selama dua hari ini karena menjaga sang adik, Kenzo tidak ingin pergi dari sisi sang adik. Ia ingin menjadi orang pertama yang di lihat oleh sang adik disaat dirinya bangun dari komanya.
*
*
"Pak, anda harus cepat mendapatkan pendonor ginjal yng cocok untuk bapak. Jika waktu yang di tentukan melewati, maka nyawa bapak tidak bisa di tolong. Bapak harus segera, karena semua ini demi kebaikan bapak." Ucap Sang dokter setelah memeriksa keadaan Kenzo.
"Apa tidak ada cara lain pak? Kalau ada beritahu saya pak. " Tanya Kenzo.
" Tidak ada pak, hanya satu ini yang bisa menyelamatkan nyawa bapak. Maka dari itu saya meminta bapak agar cepat menemukan pendonor untuk bapak. " Ucap Dokter.
" Baik pak, terima kasih. Saya akan usahakan mendapatkan pendonor tepat waktu. Saya pastikan itu. " Ucap Kenzo kemudian beranjak meninggalkan ruanga dokter, ia tidak ingin ada orang yang curiga dengan dirinya.
__ADS_1
" Apa semuanya akan berakhir seperti ini, apa Saya harus pasrah. Hidup saya tidak lama lagi, apakah ini jalan yang terbaik untuk saya tapi jika ini benar. Tolong di masa waktu saya
pingin menghabiskan waktu dengan orang orang yang saya sayang. " Ucap Kenzo sebelum berlalu menuju ruang ICU.