
Kenzo dengan terburu-buru menuju toilet, rasa sakitnya tidak bisa ia tutupi. Tanpa sepengetahuan dari Kenzo, seseorang mengikuti Kenzo dari jarak jauh karena curiga dengan gelagat Kenzo yang aneh.
"Arghhh, kenapa kepala Saya berdenyut hebat. Saya harus cepat-cepat ke WC karena saya gak mau ada yang tahu tentang penyakit saya. " Ucap Kenzo dalam hati sembari memegangi kepalanya yang terasa ingin pecah.
Hingga Kenzo yang baru saja melangkah, hampir saja ambruk. Beruntung ada seseorang yang dengan sigap menopang tubuh Kenzo.
Kenzo menatap wajah seseorang tersebut, Kenzo begitu terkejut saat melihat wajah seseorang yang sudah membantu dirinya.
"Apa yang anda tutupi dari saya bos, saya gak bisa di bohongi seperti Papah dan Mamah nya bos. " Ucap seseorang tersebut.
Kenzo menghela nafasnya pelan, " Ren kamu kenapa ada disini? Tanya Kenzo yang berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Saya lihat gelagat kamu yang berbeda bos. Kamu jalan sempoyongan seperti itu, sebenarnya apa yang terjadi sama anda bos? " Tanya Rendy.
Iya dari tadi, orang yang mengikuti Kenzo sedari tadi adalah Rendy. Asisten sekaligus sahabat nya.
"Saya gapapa, Ren. Saya cuman kecapean aja karena dua hari ini saya kurang tidur karena untuk menjaga Ketrin." Jawab Kenzo.
"Anda bisa bohongi Papah dan Mamah anda, Bos. Tapi anda gak bisa bohongi saya, please bos. Apa yang sebenarnya terjadi sama bos? Tanya Rendy kembali berharap Kenzo memberi tahu kepada dirinya.
__ADS_1
" Saya fine, Ren. Please jangan tanya yang kayak gini ke saya, saya baik-baik aja. Kamu bisa jaga kembali di ruang ICU, saya mau ke toilet dulu. " Ucap Kenzo kemudian berlalu pergi sembari menahan rasa sakit di kepala nya.
Kenzo yang memang tidak bisa menutupi rasa sakitnya, kembali hampir ambruk. Beruntung Rendy belum pergi dari tempatnya, akhirnya Kenzo kembali dipapah oleh Rendy untuk duduk di bangku Rumah Sakit.
"Saya bilang apa bos, bos harus periksa ke dokter. Apa yang sebenarnya terjadi Bos, Tuan jangan coba-coba nutupin apapun dari saya " Ucap Rendy.
" saya belum siap untuk cerita, Ren. Sekarang waktunya belum tepat. Tapi kamu harus janji kalau kamu bakal ngabdi ke saya selamanya." Ucap Kenzo.
"Saya udah pernah janji ke tuan. Saya bakal ngabdi ke tuan selamanya tanpa tuan minta pun saya lakukan. Tuan adalah orang pertama yang bantu saya di saat saya benar-benar jatuh. " Ucap Rendy yang masih mengingat kejadian 10 tahun yang lalu.
Rendy dahulu bukanlah orang yang punya setelah kehilangan orang tuanya, ia harus banting tulang untuk cari kebutuhannya. Tapi setelah bertemu dengan Kenzo, dunia Rendy seakan berubah drastis.
Rendy masih tidak menyangka bahwa orang yang di hadapan adalah kedua orang tuanya yang saat ini sudah tidak bernyawa.
"Ibu, Ayah apa kalian akan meninggalkan Rendy sendirian? Bangun Ibu, Ayah. " Ucap Rendy.
Orang tua Rendy di nyatakan meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas, dipastikan bahwa mobil yang di kendarainya rem nya blong. Entah mengapa kejadian itu seakan tidak logis di pikiran Rendy.
Hingga belum genap sehari, aset yang di punyai oleh kedua orang tua Rendy di rampas oleh pihak bank. Rendy sangat jelas tahu bahwa orang tuanya tidak pernah berhutang di bank.
__ADS_1
Dan yang membuat Rendy tidak menyangka, perusahaan sang Ayah yang di bangun kini bangkrut pula. Hingga sekarang, Rendy tidak mempunyai apa-apa. Semua aset sudah di sita oleh pihak bank.
Dan sial nya, semua teman yang dulu mendekati Rendy saat sang Ayah jaya menghilang. Tidak ada yang berniat menolongnya sama sekali, pantas di sebut munafik sepertinya.
Sekarang Ready berada di pinggiran jalan. Ia bingung harus kemana, ia hanya membawa baju di tubuhnya. "Ayah, Ibu. Apa kalian tega meninggalkan Rendy sendiri di dunia ini. Lebih baik Rendy menyusul Ayah dan Ibu saja, kita hidup di sana bersama." Ucap Rendy, kemudian dirinya berjalan ke tengah jalan. Entah sadar atau tidak yang di lakukan Rendy.
Di saat itu, ada truk yang melintas. Supir yang mengendarainya dengan kecepatan tinggi, sang supir sudah memberi lambaian tangan untuk segera menyingkir. Hingga akhirnya......
Bruk.
Rendy terjatuh di pinggir jalan, seseorang menyelamatkan nyawanya dengan tepat waktu. Seseorang itu membantu Rendy untuk bangkit, karena mereka menjadi bahan tontonan.
"Apakah anda sudah tidak waras? Anda lihat! Anda hampir tertabrak truk, bagaimana jika saya tidak menyelamatkan anda. Mungkin tidak akan hidup di dunia ini kembali. " Ucap seseorang tersebut.
" Saya tidak meminta anda untuk menolong saya, jadi anda tidak susah payah menyelamatkan nyawa saya." Ucap Rendy.
Bugh.
Pukulan mendarat tepat di pipi Rendy, membuat sang empu yang terkena tersungkur di lantai. Seseorang tersebut jongkok di hadapan Rendy sembari tersenyum miring.
__ADS_1