Semalam Dengan Mafia

Semalam Dengan Mafia
Ingin Bertemu Calon Mertua


__ADS_3

Setelah selesai, Andini beranjak keluar dari kamar. Ia akan ke kamar Naureen untuk memberitahukan perihal ini, pasti Naureen senang! Batin Andini.




Terlihat Naureen yang masih terlelap, mungkin ia nyenyak dengan kamar barunya.


Yap, Naureen sudah memiliki kamar sendiri. Di rumah orang tua Andini, memiliki gudang yang sebenarnya sudah tidak terpakai. Mereka memanfaatkannya untuk membuat kamar Naureen, meski begitu desain kamar Naureen begitu indah dan cantik.


"Sayang, bangun yuk. Mau ikut Mommy tidak? Ucap Andini sembari mengelus pucuk kepala Naureen.


"Eughhh, morning Mom." Sapa Naureen dengan wajah bantalnya.


"Morning too sayang, Naureen bangun yah. Mommy mau pergi, Naureen mau ikut? Tanya Andini kembali.


"Mau kemana Mom? Tanya balik Naureen.


Andini tersenyum manis, ia membisikkan sesuatu di telinga Naureen yang membuat sang empu berjingkrak senang.


"Really Mom, Mommy tidak berbohong kam? Tanya Naureen memastikan.


"No sayang, sekarang kamu mandi yah! Titah Andini yang di balas anggukan oleh Naureen.


Bergegas gadis kecil hasil dari Kenzo itu Naureen turun dari ranjang, ia berlari kecil munuju kamar mandi.


Rasa senang menghantui Naureen, ia begitu bahagia saat sang Mommy memberitahukan sesuatu. Gemas sekali melihat tingkah laku gadis cantik ini!


Andini hanya tersenyum simpul melihat Naureen yang bahagia, ia beranjak menuju lemari Naureen guna mengambil baju yang cocok untuk di pakai Naureen.


Tring.


Pesan masuk dari ponsel Andini yang membuat sang empu bergegas membukanya, ia tersenyum setelah membaca pesan dari seseorang.


°°Selamat pagi Mommy Naureen, jangan lupa untuk hari ini. Kamu akan menemui mertua mu, jangan tegang ataupun takut. Aku akan mendampingi mu. Cinta untuk mu dan Naureen, putri kita.°°~Daddy Naureen.


Kenzo rupanya yang mengirim pesan kepada Anidini, pantas sang empu tersenyum tak jelas. Ternyata dari lelaki yang membuat dirinya dengan perlahan memaafkannya.


Pasal nama kontak yang di berikan Andini kepada Kenzo. Daddy Naureen" ternyata Andini menggantinya malam tadi sebelum dirinya terlelap tidur. Uhhhh, sudah mulai jatuh cinta rupanya. Semoga saja tidak sampai jatuh tertimpa tangga, hihihi!

__ADS_1


"Sepertinya Kenzo cemayang, bagaimana ia tahu bahwa aku di liputi rasa tegang dan takut." Ucap Andink sembari tersenyum tak jelas.


Tring.


Pesan kembali masuk di ponsel Andini,°°jangan tersenyum, bisa- bisa pipimu merah merona. Aku jemput kau 1 jam lagi, bersiap- siap lah sayang.°°


Entah mengapa jantung Andini berdetak dengan kecang kala Kenzo memanggilnya dengan sebutan 'itu'. " Aduhhh, jantung aku ga berfungsi baik nihh."


Di sebrang sana, Kenzo tersenyum kecil. Insting nya yang kuat membuat Andini tidak bisa mengelak, dirinya yang baru saja bangung dengan gercep mengirim pesan kepada Andini.


Tring, Tring, Tring.


Kini ponsel Kenzo yang berbunyi tanda pesan masuk, bergegas sang empu membukanya.


°°Kenzo, papah dan Mamah sebentar lagi akan berangkat. Kamu tolong jemput yah, Morning Kenzo.°°~Papah.


°°Dan jangan lupa untuk membawa calon menantu dan cucu Papah dan Mamah, ingat jika kamu belum bisa membujuknya. Biar Papah yang melakukannya sendiri.°°~Papah.


°°Kau tidak usah terlalu percaya diri, sungguh menyebalkan. Oke, aku tunggu jemputan mu!!.°°~Mommy Naureen.


Kenzo membaca tiga pesan yang 2 pesan dikirim oleh Hartawan dan 1 pesan di kirim oleh Andini. Dengan sigap Kenzo menjawan kedua orang yang mengirimnya pesan.


Tidak butuh waktu lama, kini Kenzo sudah selesai dengan ritualnya. Dan kini, ua sudah berpakaian rapih, sangan tampan!


Setelah itu, Kenzo beranjak keluar dari kamar menuju meja makan. Ia sudah berfikir bahwa sang adik sudah menunggunya.


"Pagi Kak." Sapa Ketrin saat melihat Kenzo menuruni tangga.


Kenzo hanya mengagguk kecil, Ketrin yang melihat itu hanya menghela nafas pelan. Ia memang tahu sifat Kakaknya.


"Papah dan Mamah akan pulang hari ini." Ucap Kenzo setelah duduk di kursi kebesarannya.


Uhuk, uhuk. Ketrin yang sedang menikmati sarapannya seketika tersedak, rasa senang menghantui nya.


"Kakak ga bohong kan? Kata Kakak mereka pulang beberapa hari lagi?


"Tidak, papah dan Mamah menarik jadwal kepulangannya. Harusnya kamu senang!


"Heh Kak, masa ga lihat wajah aku. Aku senang lah, udah 3 tahun lebih mereka di luar negeri. Hmmm, kira- kira kita buat kejutan apa yah?

__ADS_1


"Ga usah aneh -aneh, Makan."


Ketrin hanya mendengus kesal, sang Kakak memang susah di ajak kompromi.


Akhirnya, adik dan Kakak ini melanjutkan sarapan pagi nya tanpa bersuara.




Kini keluar Andini juga sedang menikmati sarapan paginya, hanya keheningan yang terjadi di meja makan. Tidak ada yang ingim memulai pembicaraan setelah kemarim terjadi insiden yang tak terduga bagi Surya dan Sofia.


"Ekhem, Pah Mah aku minta izin untuk keluar sama Naureen." Ucap Andini dengan hati-hati.


"Kamu mau kemana? Bukannya butik libur? Tanya Surya.


"Itu Pah, aku eee, a-aku mau ketemu sama o-orang tua Ke-nzo." Jawab Andini terbata-bata.


Surya hanya mengangguk saja tanpa menimpali Andini dengan pertanyaan kembali." Papah tidak ingin ikut campur, tapi jika terjadi sesuatu kamu harus memberi tahu


Papah dan Mamah. Ingat! Kamu anak Papah dan Mamah satu-satunya."


Andini hanya mengangguk paham, ia tahu sang Papah masih belum merestui dan memaafkan Kenzo untuk waktu dekat ini. Tapi Andini percaya, bahwa sang Papah perlahan akan memaafkan Kenzo meski terbilang sulit.


"Terima kasih Pah, Mah. Aku tahu mana yang terbaik, aku sudah memikirkan keputusan aku dengan matang. Papah dan Mamah hanya perlu mendoakan Andini saja." Ucap Andini sembari menatap lekat wajah Surya dan Sofia.


Sofia hanya tersenyum manis, ia harus memyimpan rasa sulitnya untuk memaafkam Kenzo. Tapi ia percaya kepada putrinya, bahwa keputusan yang ia buat sudah baik dan benar untuk kehidupannya dan juga Naureen.


Setelah itu, tidak ada pembicaraan kembali di meja makan. Hanya ada keheningan.




"Dek, Kakak pergi dulu. Kamu diam di rumah!jangan kemana-mana." Titah Kenzon.


"Iyh Kak, siapa juga yang mau keluar. Aku mau lanjut nonton layangan putus yang lagi viral ini." Ucap Ketrin sembari menatap Kenzo sinis.


Kenzo hanya geleng-geleng kepala." Terserah kamu, pokoknya kamu jangan kemana-mana. Kakak pergi! Ucap Kenzo tak lupa mengecup singkat kening sang adik.

__ADS_1


Ketrin hanya mengangguk paham, ia melambaikan tangannya kala sang Kakak berlalu pergi.


__ADS_2