Semalam Dengan Mafia

Semalam Dengan Mafia
Mengambil Langkah


__ADS_3

Di sudut lain, seseorang sedang memperhatikan Kenzo dan Andini. Mereka tidak mengetahui bahwa ada orang yang melihat kejadian tadi.


"Siapa pria tersebut? Gumamnya.


Seseorang tersebut bergegas menghampiri mereka bertiga, entah apa yang terjadi.


"Siapa dia Andini? Tanya nya.


Andini mengalihkan pandangannya saat suara yang ia kenali menyebut namanya.


"Pah." Seru Andini yang terkejut melihat Surya yang kini berada di hadapannya.


"Siapa anda? Mengapa anda berani sekali mengecup kening anak saya? Tanya Surya to the point kepada Kenzo.


Andini hanya diam, ia tidak tahu harus bagaimana. Bahkan ia terlalu takut untuk mengatakan semuanya jika melihat raut wajah Papahnya.


Kenzo


tersenyum tipis." Saya Kenzo Wirayudha." Jawab Kenzo.


"Saya tidak menanyakan identitas mu, saya hanya ingin tahu mengapa anda lancang mencium kening putri saya? Tanya Surya dengan tatapan tajam.


"Opah, mengapa Opah marah? Itu hal yg wajar Opah." Celetuk Naureen yang kini ikut bicara.


Andini membelalakkan matanya, ia memberi kode kepada Naureen agar tidak mengatakan sesuatu." Anak ini terlalu pintar." Gerutu Andini.


"Naureen cucu Opah, kamu masuk duluan yah." Titah Surya.


Naureen hanya menghela nafasnya pelan,csebenarnya ia masih ingin bersama Kenzo, daddy nya.


"Baiklah Opah." Jawab Naureen.


Naureen memberi kode kepada Kenzo untuk berjongkok sementara." Dad, aku masuk dulu yah."


Kenzo hanya tersenyum gemas, ia sangat gemas dengan tingkah laku anak gadisnya ini. "Iyh sayang, jangan lupa istirahat."


Naureen hanya menganggukkan kepalanya, selepas itu ia berlari kecil masuk ke dalam rumah yang kini menyisakan mereka bertiga.

__ADS_1


"Pah, nanti Andin ceritakan semuanya. Sekarang kita masuk dulu, ga enak jika di dengar oleh tetangga." Bisik Andini.


Dengan segala bujukan, akhirnya Surya menuruti permintaan putri sulungnya ini. Dirinya meninggalkan Kenzo dan Andini begitu saja.


"Jika belum siap, biar aku saja yang menceritakan semuanya. Ini salah ku, jadi aku yang harus bertanggung jawab." Ucap Kenzo.


"Hei Kenzo, apa kau sudah tak waras. Aku berusaha membujuk Papah ku agar mempercayaiku dan kau, tapi kau dengan santai mengantarkan nyawa mu begitu saja kepada Papahku." Ucap Andini sembari memasang wajah kesalnya.


' terkekeh kecil," tenang lah, kau sudah tahu siapa aku. Jadi apapun yang terjadi, aku harus menghadapinya. Termasuk mendapatkan cintamu, aku harus berrjuang keras."


Andini hanya diam, ia tidak membalas perkataan Kenzo yang ini. Dirinya terasa di kunci oleh hatinya, entah merasa senang atau apa. Ia masih bingung.


"Biarkan aku yang mengatakan semuanya, aku takut jika kau mendapatkan amukan dari Papahmu." Ujar Kenzo.


"Tenang lah, Papahku tak sekejam itu. Aku anak gadis satu satunya, aku juga anak tunggal." Ucap Andini.


"Baiklah, tapi dengar kata kata ku. Biar aku saja yang bicara, aku tidak mau melihatmu menderita kembali. Jadi urusan ini, biar aku saja yang menghandle." Tukas Kenzo sembari tersenyum manis.


"Aku pergi." Imbuh Kenzo kembali.


Cup.


"Manis. Aku ingin sekali merasakannya lebih, istirahat yang cukup Mommy Naureen." Ucap Kenzo, ia berlalu meninggalkan Andini yang masih mematung.


Andini dengan kaku, memegangi bibirnya yang baru saja di kecup singkat oleh Kenzo. " Dasar pria mesum." Gerutu Andini setelah tersadar dari lamunannya, ia berlalu masuk ke dalam rumah.




"Andin duduk!. Papah ingin bicara." Titah Surya yang kini sedang duduk di sofa.


Andini yang mendengar itu menelan salivanya dengan susah payah," astaga, keadaan ini berasa di dalam pengadilan."


Andini dengan langkah pelan menghampiri Surya yang kini posisinya tidak berubah sama sekali.


"Iyh Pah." Sahut Andini yang kini sudah duduk di hadapan Surya.

__ADS_1


"Siapa lelaki itu? Katakan yang sejujurnya."


"Pah, aku minta maaf. Aku belum siap menceritakan semuanya, aku butuh waktu. Beri aku waktu sedikit saja Pah, aku takut Papah dan Mamah tidak percaya dengan semua ini." Ucap Andini lirih tanpa di sadari buliran bening jatuh di pipi mulusnya.


Surya menghela nafasnya pelan, ia harus bisa mengerti keadaan yang di alami putri satu satunya ini. " Maafkan Papah sayang, Papah takut kejadian 7 tahun yang lalu terulang."


Andini menatap wajah pria berumur yang berada di hadapannya, rasanya berat untuk menceritakan semuanya. Ia harus menyiapkan mentalnya sebelum menceritakan semuanya.


Andini berdiri dari sofa, ia melangkah mendekati Surya. Surya yang mengerti merentangkan tangannya, putrinya butuh ketenangan di dalam pelukannya.


Andini yang melihat iti menghambur ke dalam pelukan Surya, ia mempererat pelukannya, menumpahkan segala kesedihannya.


"Kamu anak Papah yang kuat, kamu harus kuat." Ucap Surya lirih tak terasa buliran bening jatuh juga di pipi kasarnya.


"Aku mohon Pah, jika aku sudah siap menceritakan semuanya, aku mohon Papah tidak mengambil keputusan yang salah. Sebelum Papah memutuskan semuanya, aku sudah berfikir keras untuk memberikan keputusan ini." Ucap Andini di sela-sela tangisnya.


"Papah hanya ingin yg terbaik untuk kamu, sayang. Papah tidak ingin melihat kamu menderita kembali."


"Semoga Papah bisa menerima semuanya, aku takut Papah tidak bisa memaafkan Kenzo." Ucap Andini dalam hati.


Keadaan di ruang di selimuti kesedihan, mereka saling mempertahankan yang menurutnya pantas. Andini takut untuk mengatakan semuanya, ia sungguh takut!. Sangat takut!.


"Mamah tahu kamu memiliki keputusan yang terbaik, Mamah yakin kamu bisa mengambil keputusan yang benar." Ucap Sofia yang tidak sengaja mendengar dan melihat semua obrolan putrinya dengan suaminya.


☆☆☆


"Semua sudah berlalu, aku tahu ini sangat mustahil. Aku bisa memberikan kesempatan kepada mu, Ken. Mungkin sang kuasa masih berbaik hati untuk memerintahkan kau menebus kesalahan." Ucap Andini sembari matanya menatap lurus depan.


Sesuai perkataannya, Andini dan Kenzo kini bertemu di Taman Flaminggo.


"Benar, aku di beri kesempatan untuk menebus masa kelam itu. Aku kembali di kehidupan mu, Andini. Aku ingin melengkapi kebutuhan mu Andini, aku tidak tega jika suatu saat Naureen terus menanyakan keberadaan Daddy nya karna aku tak muncul di kehidupan kalian." Ucap Kenzo.


Andini hanya diam, pikirannya tidak fokus kepada Kenzo. Tapi perkataan Kenzo, ia mendengarnya dengan jelas.


"Aku akan berbicara dengan Papahmu." Ucap Kenzo yakin.


Sontak membuat Andini menatap langsung kepadanya," apa kau yakin?."

__ADS_1


"Sangat, sangat yakin. Aku ingin menjelaskan semuanya sedetail mungkin, aku tidak ingin Naureen tersiksa hanya karna ingin terus berdua bersama ku." Ucap Kenzo.


"Kendalikan diri mu saat berhadapan langsung dengan Papahku, bicara dengan jelas. Biarkan Papahku menyerapnya terlebih dahulu perkata."


__ADS_2