Semalam Dengan Mafia

Semalam Dengan Mafia
Mengingat Masalalu


__ADS_3

Kenzo terus menatap wajah pias Ketrin yang masih tidak sadarkan diri, apakah ini ujian bagi dirinya karena telah melakukan kesalahan dahulu di masa lalu.


"Apa yang akan terjadi seterusnya, saya harus ikhlas. Semua butuh proses, Kenzo. Kamu harus bisa jalani, biarkan semua berjalan lurus tanpa hambatan bagaikan air yang mengalir." Ucap Kenzo dalam hati.


"Dek, apa kamu tidak merindukan Kakak? Apa kamu akan tetap berbaring seperti ini, semua sangat merindukanmu. Tanpa kamu, semua terasa hampa. Kamu adalah penghibur Kakak disaat ada masalah. Apa kamu tidak ingin menghibur Kakak kembali? Ucap Kenzo kembali yang sudah berulang kali berbicara dengan Ketrin yang masih nyaman menutup matanya.


Kenzo masih dengan setia menunggu Ketrin yang masih tetep menutup matanya, semua ini masih terasa mimpi baginya. Bahkan kejadian yang baru saja terjadi, masih terbayang- bayang di benak nya.


Hingga Kenzo tertidur dengan posisi duduk di pinggiran brangkar Ketrin, jika kalian menanyakan di mana Andin sedari tadi. Beberapa menit yang lalu, Andin berpamitan kepada Kenzo, ia harus pulang karna melihat keadaan Naureen yang sudah kelelahan.


Saat Kenzo masih nyaman dengan bawah alam sadar nya, Hartawan masuk ke dalam ruangan. Sebenarnya Hartawan tidak di perbolehkan masuk oleh suster karena yang boleh masuk hanya satu orang. Tapi Hartawan memohon kepada suster bahwa dirinya ingin sekali melihat keadaan putri kesayangan nya. Akhirnya dengan terpaksa suster mengizinkan nya setelah dirinya berbicara kepada dokter yang menangani Ketrin.

__ADS_1


Hartawan hanya bisa mengukir senyum tipis kala melihat kedua anaknya tertidur dengan keadaan yang berbeda. Kenzo tertidur karena kelelahan menunggu Ketrin, sedangkan Ketrin ia tertidur dengan keadaan koma yang entah kapan di pastikan bisa sadar.


"Bila dunia mengizinkan Papah untuk menggantikan kamu sayang. Papah pasti akan lakukan, melihat kamu seperti ini. Papah begitu sakit, bahkan begitu bersalah mengingat masa lalu kalian. Papah dan mamah hanya sibuk dengan kerjaan tanpa memikirkan kalian disini, hingga kalian tumbuh dengan mandiri tanpa kasih sayang lebih dari kami. Apakah kalian mau memaafkan kami atas perlakuan kami. Dan untuk kamu Kenzo, Papah tahu apa maksud kamu mengapa mencegah Papah dan Mamah untuk pergi kembali ke luar negeri. Papah mengerti sekarang, sangat mengerti." Ucap Hartawan sembari mengeluas pucuk rambut kedua anaknya.


Hartawan tidak bisa menahan air mata nya untuk keluar, ia begitu merasa bersalah atas perilakunya di masa lalu kepada kedua anaknya.


Flascbak


"Papah, sama Mamah temenin kita ke sekolah yah. Aku sama Kak Ken mau kasih puisi untuk Papah dan Mamah. " Ucap Ketrin yang bersemangat.


" Sorry sayang, Mamah dan Papah harus pergi karena Papah ada pekerjaan yang penting. Dan Mamah harus menemani Papah, karena takut Papah kesulitan untuk menghadapinya. " Ucap Rossa yang sudah rapih dengan stelan bajunya.

__ADS_1


Ayo dong Mamah, Papah. Kita ingin Papah dan Mamah hadir untuk kali ini saja, aku ingin mempertunjukkan puisi untuk Papah dan Mamah. " Ucap Ketrin sembari memelas.


" Maafkan Papah sayang, kita harus pergi kerja. Kalian akan di antar oleh bibik Surti dan Mang Dirman ke sekolah. " Ucap Hartawan. Setelah mengucap dan berpamitan kepada Kenzo dan Ketrin, Hartawan dan Rossa berlalu pergi meninggalkan kedua anaknya yang begitu kecewa atas keputusan nya.


Kenzo yang melihat itu hanya bisa mengepalkan tangannya, bukan ia benci atau tidak suka kepada Papah dan Mamah nya. Tapi ia begitu kasihan melihat Ketrin, yang begitu mengharap kan mereka hadir untuk melihat nya.


" Kak, apa Papah dan Mamah tidak sayang dengan kita yah. Apa mereka gak mau punya anak kayak kita yah, kak? Tanya Ketrin sembari menangis kecil.


" Hei, adik kakak ga boleh cengeng. Papah dan Mamah sibuk kerja, lebih baik kamu pergi sama Kakak, bi Surti dan Mang Dirman yah. " Ucap Kenzo sembari memeluk Ketrin kecil.


Kini usia mereka berbeda 3 tahun, Kenzo sudah masuk sekolah menengah pertama kelas 8. Dan sang adik, ia masih sekolah dasar kelas 5.

__ADS_1


__ADS_2