
Surya dan Sofia hanya menganggukkan kepalanya, sebagai tanda ia mengizinkan Andini untuk bertemu dengan kedua sahabatnya.
Akhirnya Mereka semua menikmati sarapan paginya dengan hening tanpa suara. Rasanya begitu tidak menyangka melihat Andini yang sudah terlihat baik dibanding dengan yang dulu.
"Akhirnya, aku bisa mengubah masa lalu itu menjadi masa depan. Kini aku mengerti, memaafkan memang manis di akhir. Aku percaya semua ini takdir darimu, aku juga berterima atas karunia yang engkau berikan kepada kami." Ucap Andini dalam hati.
•
•
Kini Kenzo sudah sampai di kantor miliknya, kantor yang terkenal di negara ini.
Kenzo dengan gayanya turun dari mobil sembari memakai kacamata hitam andalannya, banyak pekerja wanita yang terpesona bahkan pingsan melihat Kenzo dengan gayanya.
Saat memasuki ruangannya, Kenzo di cegah oleh sebuah tangan wanita yang bisa di pastikan siapa dia. Siapa lagi kalau bukan BA perusahaan Kenzo, Riana.
"Baby, kau kemana saja? Kau sudah beberapa hari tidak ke kantor, aku merindukanmu." Ucap Riana sembari tangannya yang nakal menjelajahi setiap inci wajah Kenzo.
"Saya ada urusan, lebih naik kamu kembali bekerja. Ingat! Kamu baru beberapa bulan bekerja disini." Ucap Kenzo.
Benar yang dikatakan Kenzo Riana adalah BA baru perusahaan Kenzo. Ia baru beberapa bulan bekerja di perusahaan Kenzo.
"Aku merindukanmu, apa kau tidak merindukanku? Aku sungguh merindukan burung mu." Ucap Riana sembari liar menjelajahi wajah Kenzo.
__ADS_1
Sungguh tidak tahu malu! Riana melakukan seperti itu di depan pintu ruangan. Beruntungnya tidak ada yang melewati ruangan Kenzo, karna ruangan direktur di posisikan paling atas yang hanya ada ruangan direktur dan sekretaris.
"Cukup Riana, saya sudah tidak membutuhkan pelayanan seperti itu. Saya sudah mempunyai wanita yang saya cintai dan saya sayangi, dan hari ini saya tidak melakukan hal menjijikkan dengan wanita lain." Ucap Kenzo tegas.
Riana yang mendengar itu menghentikan aktivitasnya, ua menatap lekat wajah Kenzo. Tersirat rasa tak suka saat Kenzo berkata seperti itu, tapi dengan cepat ia menutupinya.
"Kau pasti berbohong, bukankah kau begitu sangat menyukai tubuhku? Jika kau menyukainya, bermainlah dengan ku sekarang. Aku dengan siap sedia melayanimu." Ucap Riana yang kembali melakukan aktivitas liarnya.
Kenzo yang merasa risih dengan sigap mencekal kedia tangan Riana, ia menatap tajam Riana.
"Sudah saya bilang, saya tidak membutuhkanmu lagi. Apa kau tidak bisa mendengarnya? Aku akan membayarmu dengan mahal untuk semua yang kau lakukan dulu." Ucap Kenzo, ia mengeluarkan ponselnya dan memijit sesuatu.
"Lihatlah, aku sudah mengirim nya." Ucap Kenzo sembari memperlihatkan buktinya.
Riana cukup terkejut dengan apa yang di lakukan Kenzo, dengan santainya Aldebaran mengirimi dirinya uang sebesar 100 juta ke ATM nya.
Dengan sigap Kenzo melepaskan cekalannya, ia berniat masuk ke dalam ruangannya. Tapi di halau kembali oleh Riana.
"Sudah ku bilang, saya tidak membutuhkamu." Ucap Kenzo yang intonasinya ditaikkan sedikit.
"Ckk. Baiklah, tapi aku tidak akan melepaskanmu hingga kapanpun. Aku akan mencari siapa wanita yang engkau cintai dan sayangi itu hingga dapat." Ancam Riana, ia berlalu meninggalkan Kenzo yang hanya memasang wajah datarnya.
"Sungguh menyebalkan sekali,kalau kau laki-laki sudah ku bun*h kau sedari tadi." Gumam Kenzo sembari geleng-geleng kepala.
__ADS_1
Kenzo yang tidak ingin memikirkan kejadian tadi memilih masuk ke dalam ruangannya, pekerjaannya sudah menunggu dari kemarin.
"Aku harus berbicara dengan Ketrin, aku ingin memperbaiki semua ini. Maafkan Kakak, Dek." Gumam Kenzo seraya berfikir cara supaya bisa bertemu dengan sang Adik selain ingin membicarakan soal seperti ini.
•
Di lain tempat, kini Andini dan Naureen sudah sampai di tempat perbelanjaan dan permainan yang bisa di sebut Mall.
Andini sengaja meminta kedua sahabatnya untuk bertemu dengannya di Mall, ia akan menceritakan semua nya yang terjadi kepada sahabatnya agar tidak ada yang ia tutupi.
"Mom, itu tante Jessika sama tante Neneng." Ucap Naureen sembari menunjuk Jessika dan Neneng yang sedang duduk sembari menikmati pesanannya.
Andini hanya mengangguk, ia dan Naureen bergegas menghampiri Jessika dan Neneng yang dengan santainya menikmati pesanannya tanpa menyadari kehadirannya.
"Gayem terus aja sampai kenyang, belum tahu rasanya pukulan Andini Kaneesha Putri." Ucap Andini sembari mengaba-aba tangannya yang sudah terkepal.
Jessika dan Neneng yang melihat itu menelan ludahnya dengan susah payah, ia baru tahu jika sahabatnya pintar dengan segi bela dirinya.
"Tenang gangs, tenang. Kita cuman mau menikmati pesanan kita dengan tenang, iya gak Neng? Tanya Jessika sembari tersenyun kikuk.
"Iya Andini, lo jangan serius kayak gitu mukanya. Turunin atuh itu tangannya, jangan buat kita takut. Tuh lihat! Lo di lihatin sama banyak orang. Nanti orang berfikir lo tukang narikin iuran pasar." Ucap Neneng seraya tertawa kecil.
Jessika yang mendengar itupun tertawa kecil, sungguh sahabatnya yang satu ini pintar melawak. Mungkin jika memgikuti kontes jadi
__ADS_1
Pelawak bisa saja menang. Dasar Neneng!
"Kayaknya lo perlu penjernihan otak, Neng. Lo mau tangan ini kena lo hah? Tanya Andini seraya menatap wajah Neneng tajam.