Semalam Dengan Mafia

Semalam Dengan Mafia
Korban Sinetron


__ADS_3

"Cepat Dek, kita makan siang dulu." Titah Kenzo.


"Bentar lagi Kak,vini lagi seru-serunya. Lihat tuh!, kasihan si kynan di khianati sama si aris." Ucap Ketrin.


Kenzo mengerutkan dahinya," siapa Kynan dan Aris? Kenzo hanya menghela nafasnya pelan," kakak ga ngerti siapa orang yang kamu sebut. Lebih baik kita makan siang." Titah Kenzo kembali.


Ketrin sama sekali tak bergeming, ia masih asik menonton serial drama favoritnya. Apa lagi di bagian ini, ia sangat suka.


"Ketrin Adisti Wirayudha, makan!." Panggil Kenzo dengan raut wajah kesal.


Ketrin mendengus kesal, ia mematikan televisinya kemudian beralih menatap sang kakak yang sudah memasang wajah kesal.


"Ekhh, dasar si lydia. Gue sumpahin lo kena azab, gak punya malu rebut suami orang. Heuh, udh gue bejek-bejek deh." Ucap Ketrin.


Kenzo hanya menepuk keningnya, ia melihat adiknya yang sedang kesal tak jelas.


"Makan!." Ucap Kenzo.


"It's my dream Kak, my dream. Not her ,my dream." Ucap Ketrin meniru perkataan sang tokoh wanita utama, kynan yah itu namanya.


"Kenapa harus makan kak? Why?. It's your dream, not me." Ucap Ketrin.


"Ga jelas, makan sekarang." Ucap Kenzo datar.


"It's your dream, not me Kak. It's your dream, your dream." Ucap Ketrin yang tak berhenti bicara mengingat jelas perkataan tokoh wanita serial favoritnya yang kini ia balikkan.


Tik.


"Aww,cKakak sakit." Ringis Ketrin sembari memegangi keningnya yang baru saja di sentil oleh Kenzo.


"Yes, it's my dream, Not you. My dream, not you. Puas?!." Ucap Kenzo yang mengikuti perkataan adiknya, ia sangat kesal saat sang adik berkata seperti itu terus.


"Heem, gimana kita lanjut nonton Kak. Nanti kita lihat layang putus lagi, Kakak jangan sibuk sama pekerjaan kantor. Urus aja sama Rendy,cmudah kan." Ucap Ketrin dengan gampangnya berbicara seperti itu.


Tik.

__ADS_1


"Aww, Kakak kenapa sentil aku terus sih. Aku ga punya salah juga, aku cuman ngajak Kakak nobar." Ucap Ketrin sembari memegangi keningnya kembali untuk kedua kalinya ia di sentil oleh Kakaknya, Kenzo.


"Di suruh makan, ngajak nobar." Ucap Kenzo yang membuat Ketrin menampilkan deretan giginya.


"Ikhh Kak,csupaya Kakak kenal sama serial drama indonesia. Jangan buat malu Kakak saat ditanya orang serial drama apa yang suka di lihat." Ucap Ketrin dengan senyum jahilnya.


"Ga penting."


"Penting Kak, Kakak itu harus nonton serial drama indinesia dong. Dijamin Kakak suka deh, tapi kita beresin dulu lihat layangan putus. Eughhh, jadi ke inget sama si lydia kan, dasar manusia jadi-jadian." Ucap Ketrin yang tak habis-habisnya mengoceh tak jelas.


"Ketrin, makan. Kalau ga Kakak-." Ucapan Kenzo terpotong kala sang adik dengan cepat menyantap makanannya.


"Jangan Kak, ini aku makan." Ketrin dengan lahap menyantap makan siangnya, ia tak mau uang jajannya di potong oleh Kakaknya karna ini semua.


"Dasar si lydia, wanita ular berbisa. Lebih suka nonton film ikatan cinta." Ucap Ketrin sembari tertawa tak jelas membuat Kenzo yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala kembali.


"Korban sinetron, mending juga gue nonton Andini yang sedang melayani pembeli dari pada menonton si Kynan Lydia Aris itu." Gumam Kenzo dalam hati sembari tersenyum menis tak jelas.


"Kakak yang ga waras." Ucap Ketrin pelam supaya tidak terdengar oleh Kenzo.


Ketrin hanya menampilkan deretan giginya saat mengingat kejadian minggu lalu, Lucu sekali!.


"Ingat? Memalukan sekali." Celetuk Kenzo.


Ketrin mendengus kesal," ingat Kak, aku menjiwai." Cibir Ketrin membanggakan diri.


Kenzo hanya geleng- geleng kepala, sungguh lucu sekali saat sang adik kesal seperti ini.


Ketrin memasang wajah datar kala melihat luka di sudut bibir Kenzo, ia mendekat ke arah Kenzo. Dan….


Plak.


"Aww, apaan dek? Ringis Kenzo kala sang adik memukul lengannya.


"Itu luka kenapa? Bertarung?. Jangan sok jagoan deh Kak, kalau Kakak kenapa kenapa gmana?. Jangan buat aku kha-." Ucapan Ketrin terhenti kala Kenzo'' menempelkan telunjuknya di bibir sang adik.

__ADS_1


"Kalau bicara jangan panjang, telinga Kakak sakit." Ucap Kenzo.


Ketrin hanya mendengus kesal, ia menepis telunjuk Kenzo yang, kemudian berlalu dari ruang tamu menuju kamarnya.


Brak.


Ketrin menutup pintu kamarnya dengan keras, entah mengapa ia sangat kesal saat Kenzo yang notabenenya Kakaknya terluka. Mungkin rasa khawatir begitu besar dalam dirinya sebagai Adik.


Kenzo menghela nafasnya pelan, ia tahu sifat adiknya jika sudah menyangkut keselematan dirinya.


Kenzo dengan langkah cepat berlalu menuju kamar Ketrin. Ia ingin berbicara perlahan dengan sang Adik.


Krek.


Syukurlah pintunya tidak di kunci, batin Kenzo. Kenzo dengan pelan menghampiri kasur Ketrin, terdengar suara tangisan kecil dari kasur Ketrin, siapa lagi kalau bukan pemilik kamar ini.


Kenzo dengan sigap duduk di pinggir ranjang Ketrin, ia menatap sang Adik yang terbaring dengan posisi tubuhnya ditutupi oleh selimut.


"Dek." Kenzo dengan pelan memposisikan tubuh Ketrin untuk menghadap dirinya.


Ketrin hanya terisak menangis, entah mengapa ia begitu takut terjadi sesuatu kepada Kakak satu satu nya.


"Ngapain Kakak masuk ke kamar aku? Aku pingin sendiri Kak,ctolong keluar!." Usir Ketrin di sela-sela tangis.


"Adik Kakak ga usah cengeng. Kuat." Cibir Kenzo seraya terkekeh kecil.


"Apaan sih Kak, aku ga cengeng. Aku takut aja Kakak kenapa- kenapa, Kakak cuman keluarga aku disini. Papah sama Mamah di luar negeri bertahun- tahun, aku ga mau kehilangan Kakak. Aku sayang sama Kakak, jangan berkelahi lagi Kak. Please!." Ucap Ketrin panjang lebar yang kini tangisnya semakin menjadi.


Kenzo terkekeh kecil," huuuuu, ternyata cengeng juga yah. Tapi Kakak sayang." Ledek Kenzo.


"Ishhhh, apaan sih Kak. Udah akh keluar sana,caku malas lihat muka Kakak." Ucap Ketrin.


Kenzo tersenyum simpul, ia menarik sang Adik untuk masuk ke dalam dekapannya. Mengusap pucuk kepalanya dengan kelembutan," kakak juga menyayangi mu, Dek. Kakak tidak akan meninggalkanmu, kamu harta berharga Kakak. Sangat, sangat berharga!." Jawab Kenzo yang masih dengan posisi mengusap pucuk kepala sang adik.


Ketrin hanya diam, menikmati kasih sayang yang diberikan oleh Kakak satu-satunya. Tanpa sang Kakak, mungkin dirinya tidak bisa hidup sendiri saat Papah dan Mamah pergi.

__ADS_1


"Dek, maafkan Kakak. Semoga kamu tidak kecewa, entah bagaimana perasaan kamu saat kamu tahu jika Kakak bermain di duni gelap. I'm really sorry, Dek. Kakak sangat menyayangi mu, sampai kapanpun. Kakak bukan Kakak terbaik untuk kamu, tapi Kakak akan berusaha menjadi yang terbaik." Ucap Kenzo.


__ADS_2