
Dokter Michelle menghela napasnya pelan," kondisi pasien sekarang kritis, beliau terlalu banyak mengeluarkan dàrah. Jadi pasien kekurangan dàrah, tapi tenang bu. Pasien sudah kami tangani, beruntung pasien di bawa kesini tepat waktu. Jika terlambat beberapa menit, mungkin nyawanya sudah tidak bisa tertolong." Jawab Dokter Michelle.
Rossa yang mendengar itu menangis histeris, "apakah anak saya bisa sembuh Dok? Tolong lakukan yang terbaik kepada anak saya. Saya akan bayar berapapun harganya." Ucap Hartawan.
"Kami akan berusaha semaksimal mungkin, kita hanya menunggu keajaiban dari sang maha pencipta. Semua tidak ada yang mungkin, kita harus tetap yakin bahwa pasien bisa sembuh dan kembali pulih." Ucap Dokter Michelle.
"Baiklah, karena tidak ada keperluan lain. Saya permisi, oh iya bu. Pasien akan kami pindahkan Ke ruangan ICU." Ucap Dokter Michelle.
"Baik Dok, terima kasih." Ucap Kenzo yang dibalas anggukkan oleh Dokter Michelle kemudian berlalu pergi.
Tidak lama, pintu ruangan UGD terbuka lebar. Terlihat Ketrin yang sedang terbaring lemah tak sadarkan diri sembari dipasangi alat pernapasan dan infusan serta beberapa alat medis.
"Sayang, kamu bangun yah. Semua sayang sama kamu, kamu kuat yah anak Mamah." Ucap Rossa menahan sesak saat melihat kondisi sang anak.
"Dek, tolong kamu bertahan. Jangan tinggalkan Kakak, kamu Adik terkuat yang Kakak tahu." Ucap Kenzo dalam hati.
"Nak, sayang. Papah mohon kamu kuat yah, Papah sangat sayang sama kamu. Papah tahu anak perempuan Papah ini kuat." Ucap Hartawan.
"Ketrin, kamu harus kuat. Lihatlah, Kenzo om dan tante begitu sangat khawatir. Kamu harus sembuh dengan cepat, kamu harus bisa bertahan." Ucap Andini dalam hati.
"Maaf Pak, bu. Pasien akan di pindahkan ke ruangan ICU." Ucap salah satu suster kemudian melanjutkan membawa Ketrin ke ruangan ICU.
"Pah, Ketrin anak kita Pah. Dia krit--." Belum selesai Rossa berbicara, dirinya tak sadarkan diri beruntung di tangkap oleh Hartawan.
"Mamah, bangun Mamah. Pah, lebih baik Papah bawa Mamah ke ruangan rawat." Ucap Kenzo yang dibalas anggukkan oleh Hartawan.
"Pak Surya, Bu Sofia saya harus bawa istri saya ke ruang rawat." Ucap Hartawan.
__ADS_1
"Baik Pak, kami juga akan ikut untuk memastikan kondisi Ibu Rossa." Ucap Surya yang dibalas anggukkan oleh Hartawan.
Hartawan dengan cepat membawa Rossa ke ruang rawat, ia tidak tahu jika keadaannya akan seperti ini. Surya dan Sofia menatap Andini dan dibalas anggukkan oleh Andini, bergegas Surya dan Sofia mengikuti Hartawan dari belakang.
Setelah kepergian orang tua Andini dan Kenzo, suasana menjadi hening. Mereka tidak ada yang mau berkata apapun karna melihat raut wajah Kenzo seperti es batu bahkan melebihi dinginnya es batu.
"Andini, aku akan ke ruang ICU. Kamu mau ikut? Tanya Kenzo tanpa ekspresi apapun.
"Aku ikut Ken. Aku ingin lihat kondisi Ketrin." Jawab Andini.
"Kalian, sebagian kembali berjaga di ruang ICU. Dan sebagian lagi berjaga di ruang rawat tempat Mamah saya di rawat." Titah Kenzo yang di balas anggukkan oleh semua anak buah Kenzo dan Hartawan.
Setelah itu, Kenzo berlalu pergi menuju Ruang ICU bersama Andini dan beberapa anak buah yang mengikutinya dari belakang. Raut wajah Kenzo tidak pernah berubah sedikit pun, hanya datar.
"Kenzo, aku tahu perasaan kamu bagaimana sekarang. Tapi aku yakin kamu bisa melewatinya, aku percaya kamu lelaki yang kuat." Ucap Andini dalam hati.
Saat sampai di depan ruang ICU, Kenzo menatap sang adik dari kaca. Tatapan teduh dan layu yang di pancarkan Kenzo, rasa semangat pun sepertinya tidak ada di diri Kenzo.
"Andini, aku akan masuk ke dalam. Apa kamu tidak apa-apa berada disini, tenang saja! Ada anak buahku juga yang menjaga kamu." Ucap Kenzo.
"It's oke Ken, sekarang kamu masuk. Kamu kasih semangat untuk Ketrin, aku percaya Ketrin kuat dan akan sembuh dengsn cepat." Ucap Andini.
Setelah itu, Kenzo dengan langkah gontai berjalan masuk ke dalam ruang ICU. Dirinya harus menggunakam baju Rumah Sakit agar pasien tetap terjaga keamanannya dan kesehatannya.
"Dek, apa kamu dengar suara Kakak?
"Kakak yakin kamu kuat, apa kamu ga mau kasih Kakak hukuman karna teledor menjaga kamu? Kakak rindu dengan semuanya, Dek. Apa kamu tidak rindu dengan Kakak?
__ADS_1
Kenzo yang dulunya irit bicara kini hilang, setiap saat Kenzo selalu mengoceh tak jelas sembari menatap wajah sang Adik yang sama sekali tak ada pergerakan apapun.
"Tolong bangun, dek. Semua sayang sama kamu, atau kamu mau Kakak ceritain kenangan-kenangan dulu kita? Kamu yang dulu, nakal dan jahil tapi Kakak suka." Ucap Kenzo yang terus saja mengoceh.
"Semua terasa hampa, dek. Hanya kamu yang Kakak punya untuk jadi tempat curhat Kakak. Kakak akan lakuin apapun demi kesembuhan kamu, dan untuk kali ini. Kakak akan cerita penyakit apa yang Kakak derita, dan kamu harus jelasin ke Kakak kenapa kamu bisa tahu kalau punya penyakit." Ucap Kenzo.
"Jadi gini dek….
><\><\><\><\>
Apa kalian ingat? Kenzo selesai bertarung dengan Ricky. Dan bertemu dengan Andini. Ia tidak langsung pulang. Melainkan ke Rumah Sakit.
Kenzo bertemu dengan Dokter ahli, untuk menanyakan sesuatu yang sangat ia penasari.
"Jadi seperti itu Dok, keluhan saya. Apa yang terjadi dengan keadaan saya Dok? Tanya Kenzo setelah mencurahkan semua rasa sakit yang selalu ia rasakan.
Dokter tersebut menghela nafasnya pelan, kondis bapak…..,sebaiknya Bapak sering kontrol untuk memastikan kondisi selanjutnya." Jawab Dokter.
"Baik Dok, terima kasih." Ucap Kenzo.
Setelah itu, dirinya beranjak keluar dari ruangan sang Dokter yang memeriksanya. Kenzo bergegas menuju mobilnya, ia termenung saat mendengar penuturan dari sang dokter barusan.
"Bapak mengalami penyakit yang serius, itu salah satu gejala yang akan dirasakan oleh bapak. Penyakit yang bapak derita cukup berbahaya, itu bisa saja mengancam nyawa bapak. Hanya ada satu solusi yang bisa menyembuhkan penyakit bapak." Ucap Dokter
"Apa itu Dok? Tanya Kenzo.
"Hanya orang baik yang akan bisa membantu bapak, dia harus bisa merelakan salah satu ginjalnya untuk di donorkan kepada bapak. Dan kami mohon juga pak, disini yang bapak butuhkan tidak ada. Karena langka yang mau mendonorkan ginjalnya untuk orang lain. Tapi, bapak jangan berpatah semangat. Masih banyak orang yang akan membantu bapak." Ucap Dokter.
__ADS_1
"Apa aku bisa untuk melewati ini semua? Apa ini nasib saya. Rasa salah saya belum saya tebus, kenapa saya harus jadi seperti ini. Mungkin ini jalan yang terbaik, jika itu semua jalan satu-satunya sebagai penebus dosa saya dulu, saya harus ikhlas. Says percaya ini yang terbaik untuk saya dan orang lain." Ucap Kenzo setelah tersadar dari lamunannya.
"Dan ini semua sesuai dengan dugaan saya, mungkin semuanya sudah di atur dengan sangat lancar. Saya gak mau ada yang tahu penyakit saya, sebisa mungkin saya tutupi dari semua. Saya harus bisa menjalaninya tanpa membebani orang lain, terutama Mamah. Mah, i'm really sorry. Kenzo tidak bisa menjadi anak yang Mamah inginkan. Kenzo sudah terjun kedunia gelap yang mungkin Mamah tidak sukai, tapi percayalah Mamah. Semua ini jalan satu-satunya." Ucap Kenzo kembali.