Semalam Dengan Mafia

Semalam Dengan Mafia
Pertemuan Ke Dua


__ADS_3

Suasanan memulai pembicaraan, semua hanya fokus dengan hidangan diatas meja.


"Ekhem, pada ngobrol dong. Jangan pada diam." Ucap Neneng memecahkan keheningan.


"Kalian berdua kenapa mau gabung sama kita? Tanya Jessika.


"Kita cuman bosen aja berdua, it's okay kan?Tanya Angga balik.


"Ow, it's okay. Karna kita belum kenalan, kenalin nama aku Jessika." Ucap Jessika.


"Nama gw Maharani." Ucap Neneng, yang sengaja menggunakan nama belakangnya.


"Bukan Maharani, tapi Neneng." Ucap Andini yang ikut bicara.


"Andini!." Pekik Neneng sembari menatap tajam Andini.


"Saya Andin Ucap Andini, sebenarnya ia tidak perlu menyebutkan namanya, karna Kenzo dan Angga sudah mengetahuinya.


"Saya Kenzo Wirayudha." Ucap Kenzo.


"Saya Erlangga pramadi, panggil Angga." Ucap Angga.


Neneng tersenyum simpul, ia memberanikan bertanya status kepada Kenzo dan Angga.


"Kenzo Angga, kalian masih sendiri?" Tanya Neneng.


Andini dan Jessika hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, kelakuan sahabatnya satu ini bisa membuat harga diri mereka berdua hancur.


"Saya tidak sendiri, saya sudah mempunyai anak. Ia lucu dan pintar." Jawab Kenzo sembari menatap Naureen yang sedang asik dengan ponselnya.


Andini hanya menatap Kenzo diam, ia tidak bisa berkata apa-apa Andini takut membuat sahabatnya curiga.


"Heem, kirain Kenzo belumm punya." Ucap Neneng.


Kenzo hanya terkekeh,vmana mungkin ia menyembunyikan sebuah kebenaran di depan Andini.


Tiba-tiba," kring, kring, kring." Ponsel Andini berdering. Bergegas Andini mengambil ponselnya yang berada di atas meja, dilihat di layar tertera nama "Mamah."


"Bentar gw angkat telfon dulu." Ucap Andini yang dibalas anggukkan oleh Jessika dan Neneng.


"Sayang, Mommy angkat telfon dulu yah. Kamu tetap disini,cjangan kemana-mana, Oke!." Ucap Andini.


"Yes Mom, jangan lama-lama Mom." Ucap Naureen yang dibalas anggukkan oleh Andini.


Bergegas Andini beranjak dari duduknya, ia sedikit menjauh dari meja yang ia tempati.


Kenzo hanya menatap Andini penasaran,siapa yang menelfon Andini? Kenzo memikirkan hal sebenarnya bukan urusannya.


"Halo Mah, ada apa?."


["Halo sayang, Mama ada di butik sama Papa. Kata Sinta kamu keluar, kamu dimana sekarang?."]


ll


"Iyh Mah, aku lagi kumpul sama Jessika dan Neneng. Kemarin lusa aku sempat kontekan sama mereka, aku ajak mereka bertemu. Maaf Mah, aku ga kasih tahu Mama, aku lupa."


["It's oke sayang, sekarang kamu masih sama Jessika dan Neneng?."]

__ADS_1


"Iyh Mah, emang ada apa Mmh sama Papa datang ke butik?."


["mama sama Papa bosen aja di rumah, jadi main ke butik. mama sama Papa sekalian mau ngobrol sesuatu sama kamu, karena kamu lagi kumpul, it's oke gpp."]


Andini diam sebentar, ia penasaran apa yang akan di bicarakan Papa dan Mmhnya.


"Ow ga Mah, bentar lagi aku sama Naureen balik ke butik. Papa sama Mmh tunggu di butik aja, it's oke kan Mah?."


["It's oke, Mama sama Papa tunggu yah. Kamu hati-hati dijalannya."]


"Iyh Mah, byee Mah."


["Bye sayang."]


Setelah mematikan sambungannya, Andini kembali ke meja nya. Ia berniat pamit kepada kedua sahabatnya.


"Hmm Jes, Neng. Sorry gw balik duluan yah, gw ada keperluan mendadak." Ucap Andini.


"Baru aja se'jam Andini lo sama kita, tapi gapapa next time kita ketemuan lagi." Jawab Neneng.


"Iya Andini, kapan-kapan kita ketemuan lagi." Imbuh Jessika.


"Yaudah gw sama Naureen balik duluan yah. Ayok sayang." Ucap Andini.


Naureen yang mendengar itu menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Kenzo Angga saya pamit duluan." Ucap Andini.


"Mau saya antar? Jika mau dengan senang hati saya mengantar." Tawar Kenzo.


"Tidak usah, saya bawa supir. Terima kasihh,cbyee Jes, Neng, Angga." Jawab Andini yang dibalas anggukkan oleh mereka bertiga.


"Neng, kita pulang yuk. Aku udah lelah banget." Bisik Jessika di telinga Neneng.


"Ya Jes, gw juga udh ngantuk mau tidur siang." Bisik Neneng tepat di telinga Jessika.


"Kenzo, Angga. Aku sama Neneng duluan yah, lain kali kita ketemu lagi, jika beruntung."Ucap Jessika.


"Ow iya kalian hati-hati." Jawab Angga.


Kenzo hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, ia akan meminta sesuatu kepada sahabat Andini.


"Jessika, apa boleh saya minta ….."Tanya Kenzo


"Untuk apa? Tanya balik Jessika.


"Saya ada keperluan, nanti saya bilang, Pokoknya tenang aja semua aman." Jawab Kenzo.


Jessika yang melihat sorot mata Kenzo yang tidak terdapat kebohongan, akhirnya ia mengiyakan kemauan Kenzo.


Kenzo tersenyum puas di dalam hati, ia bisa dengan mudah jika sudah mendapatkan yang ini.


"Ini Kenzo." Ucap Jessika.


"Ow iya, terima kasih yah Jessika." Ucap Kenzo yang dibalas anggukkan oleh Jessika.


Setelah itu, Jessika dan Neneng pergi meninggalkan Kenzo dan Angga di Sunset Caffe.

__ADS_1


"Lo bisa secerdik itu juga Ken." Ucap Angga.


"Kenzo Wirayudha, tidak ada yang sulit." Ucap Kenzo, iaa dengan santainya menyombongkan dirinya kepada Angga.


"Dasar Bos cuek dingin." Ucap Angga yang langsung di tatap tajam oleh Kenzo.


"Santai bro, lo baru dapat yang mudah. Masih ada kesulitan yang lo hadapi." Imbuh Angga.


Aldebaran mengerutkan dahinya,apa yang dimaksud Angga. Bahwa masih ada kesulitan yang harus ia lalui?.


"Lo harus berhadapan dengan bokap dan nyokap Andini." Bisik Angga tepat di telinga Kenzo, setelah itu ia berlalu pergi juga dari Sunset Caffe.


"Benar kata Angga, gw harus siap jika bertemu dengan bokap dan nyokap Andini." Gumam Kenzo kecil.


Kenzo yang melihat Angga keluar dari Sunset Caffe bergegas mengikutinya dari belakang, ia tidak ada gunanya jika diam di Sunset Caffe.


****


"Mom? Mommy ada keperluan apa? Tanya Naureen.


"Mommy ada keperluan dengan Opah dan Omah sayang, tadi yang telfon Omah katanya ada di butik bersama dengan Opah." Jawab Andini.


"Really Mom? Opah dan Omah ada di butik?Tanya Naureen memastikan kembali.


"Yes sayang, jadi Mommy ajak Naureen untuk kembali ke butik." Jawab Andini.


Naureen hanya tersenyum senang, ia jadi tidak bosan jika di butik ada Opah dan Omahnya.


"Semakin kesini, Kenzo semakin tidak bisa di tebak. Dengan mudahnya ia berkata seperti itu tadi." Ucap Andini dalam hati.


"Mom, aku sungguh risih dengan pertanyaan Om Kenzo." Ucap Naureen.


"### Yes sayang, Mommy tahu.Kamu lupakan saja pertanyaan yang di tanyakannya yah." Ucap Andini yang dibalas anggukkan oleh Naureen.


-


Kini mobil pribadi Andini sudah terparkir di depan butik, bergegas Andini dan Naureen turun dari mobil.


Setelah berterima kasih dengan Pak Ardi, Andini dan Naureen bergegas masuk. Karna ia tahu, Jadwal istirahatnya sudah selesai beberapa menit yang lalu.


"Sin, gimna dengan kondisi butik? Tanya Andini.


"Aman Mbak, ow iya Mbak ada Papa dan mama mana Mbak." Jawab Sinta.


"Iya saya tahu,kalau begitu saya naik ke atas dulu yah. Kerja kamu bagus, saya berterima kasih ke kamu dan teman kamu." Ucap Andini.


"Sama-sama Mbak, sudah tugas saya untuk menjaga butik, jadi Mbak Andini ga usah khawatir." Ucap Sinta.


Andini hanya menganggukkan kepalanya, ia bergegas naik ke atas menuju ruangannya bersama Naureen.


"Assalamualaikum Pah, Mah." Ucap Andini.


"Wa'alaikum salam, akhirnya kamu datang juga."Jawab Mmh Sofia.


"Wa'alaikum salam." Jawab Papa Surya.


"Opahh, Omah." Ucap Naureen, ia berlari kecil ke arah Surya.

__ADS_1


°°


__ADS_2