
"Lo itu ga pantas untuk Pak Kenzo, yang pantas itu gue tahu." Ucap Riana sembari menatap tajam Ketrin.
Ketrin yang tak mengerti arah pembicaraan Riana berusaha meredam emosi Riana, tapi apa yang ia dapat sungguh membuatnya sakit.
Plak.
Riana dengan santai menampar pipi Ketrin cukup keras membuat Ketrin tersungkur ke bawah, ia menangis dalam diam saat mendapatkan perlakuan seperti ini.
Ia tidak ingin berbicara jika dirinya adik dari Kenzo Wirayudha seorang Wirayudha seorang Wirayudha karna tidak ingin membuat kerusuhan di kantor sang Kakak.
"Anda pantas mendapatkan ini, itu setimpal dengan Anda! Ucap Riana yang kembali menarik kasar lengan Ketrin agar berdiri menatapnya.
Bengkak, memerah. Itulah keadaan pipi Ketrin sekarang. Terlihat setetes air mata jatuh di pipi mulus Ketrin yang tidak di hiraukan oleh Riana.
Anak buah yang di tugaskan Kenzo untuk menjaga Ketrin dengan langkah cepat menghampiri Ketrin, mereka tidak ingin mendapatkan amukan oleh Bosnya saat mengetahui keadaan sang adik.
"Nona, apa Nona baik-baik saja. Lebih baik Nona langsung masuk saja ke ruangan tuan, saya takut wanita ini makin menyakiti Nona." Ucap salah satu AB yang di tugaskan Kenzo untuk menjaga Ketrin.
Ketrin hanya mengangkat tangan, menandakan bahwa ia baik-baik saja walaupun kenyataan ia sedang tidak baik-baik saja.
"Ohhh, jadi lo punya Anak Buah. Itu gak buat gue takut sama lo, lo itu cuman wanita murahan disini. Lebih baik lo pergi dari sini! Ucap Riana semakin menaikkan intonasinya.
Salah satu pegawai yang mengetahui siapa Ketrin dengan cepat menghampiri Riana, ia tidak ingin sesuatu terjadi kepada BA perusahaan Bosnya.
__ADS_1
"Mbak Riana, beliau ini Ad-." Belum selesai pegawai menyelesaikan perkataannya sudah di potong langsung oleh Riana.
"Gak usah ikut campur lo sama urusan gue, lebih baik lo lanjut kerja." Sentak Riana.
Riana kembali menatap Ketrin yang sudah terlihat acak-acakkan, sungguh menatapnya sangat memprihatinkan.
"Heh lo, gak usah banyak drama. Sekarang, lo berlutut di kaki gue, dan lo bilang akan jauhin Pak Kenzo." Ucap Riana sembari menangkup kasar pipi Ketrin yang membuatnya kembali meringis.
"Hei, anda sudah g!la yah. Lepaskan sayaa! Sentak Ketrin, ia tidak kuat dengan rasa sakit yang di terima nya.
Riana semakin kesal di buatnya, dengan sigap melepas kasar pipi Ketrin. Riana berniat menampar kembali pipi Ketrin, tapi di halangi oleh pegawai yang mengetahui siapa Ketrin.
"Mbak, jangan lakukan ini kepada Nona ini. Beliau ini a--." Ucapan pegawai ini terhenti kembali kala Riana kembali membentaknya.
"Sudah ku bilang, kau tidak usah ikut campur masalahku. Memang dia ini siapa hah? Siapa?Sentak Riana.
Riana yang tak asing dengan suara itu menolehkan kepalanya, terlihat Kenzo yang berjalan ke arahnya sembari di dampingi oleh sekretarisnya.
Ketrin hanya menatap sendu sang Kakak, sedangkan Kenzo ia berlari cepat menghampiri Ketrin yang nampak sangat memprihatinkan.
Sedangkan Riana, ia menundukkan kepalanya. Dan semua para pegawai yang bekerja disana menundukkam kepalanya juga saat Bosnya datang.
"Ket, kamu gapapa? Ada yang sakit? Mana hah? Bilang yah." Tanya Kenzo yang tampak sangat khawatir melihat Ketrin, sang Adik.
__ADS_1
Ketrin hanya menangis kecil, ia menatap makanan yang sudah ia beli untuk di santap bersama dengan Kenzo.
"Makanannya Kak, jatuh semua. Maafin aku yah." Lirih Ketrin sembari menatap makanan yang ia bawa sudah berserakan.
Kenzo menatap makanan yang sudah berserakan di lantai kantornya, ia tidak memperdulikannya. Dengan sigap menarik Ketrin ke dalam pelukannya, ia memeluk Ketrin sangat erat.
"Ga penting Dek, yang penting keselamatan kamu." Ucap Kenzo, ia menatap tajam semua orang yang berada di sana kecuali Ketrin.
"S!alan, apa kalian tidak bisa menjaga adik saya, hah? Sentak Kenzo kepada 4 AB yang sudah ditugaskan untuk menjaga Ketrin.
"Kak udah. Aku gapapa." Ucap Ketrin.
"Maaf Pak, kami ingin membantu Nona Ketrin tapi tidak di perbolehkan. Wanita ini sungguh keji Pak, ia berkata Nona Ketrin wanita murahan." Ucap salah AB.
Kenzo seorang pemuda yang seorang yang mendengar itu menatap tajam Riana yang sudah menundukkan kepalanya, ia sudah berjanji tidak ada satupun yang dapat melukai Mamah dan Adiknya walaupun luka kecil. Tapi sekarang, ia kecolongan.
Memang perlu di pastikan, tidak banyak yang tahu mengenai Kenzo yang memiliki Adik wanita. Itu semua keinginan dari sang Adik, Ketrin. Dirinya tidak ingin risih jika bertemu dengan sahabat nya jika wartawan bahkan orang lain mengrtahui jika dirinya adik dari Kenzo Wirayudha, pengusaha kaya dan tampan itu. Hanya beberapa saja yang mengetahui jika Ketrin adalah adik Kenzo Wirayudha.
Termasuk Riana, ia tidak tahu jika wanita yang ia perlakukan seperti tadi adalah adik dari Bosnya. Lenyap sudah hidupnya!
Aldebaran menatap ke 4 AB nya yang berniat memberi kode kepadanya, mereka yang mengerti dengan sigap menarik Riana entah akan di bawa kemana.
"Kak, kamu mau bawa dia kemana? Tanya Ketrin.
__ADS_1
"Kamu ga usah mikirin dia, kamu lihat sekarang! Gara-gara dia, kamu jadi terluka seperti ini. Urusan dia biar Kakak yang urus, sekarang kamu ikut Kakak ke ruangan Kakak." Ucap Kenzo, ia menuntun Ketrin menuju ruangan kerjanya.
"Kalian semua, masih ada urusan dengan saya." Ucap Kenzo diiringi aura mematikan.