Semalam Dengan Mafia

Semalam Dengan Mafia
Ketrin


__ADS_3

Kini Ketrin sudah berada di ruangan kerja Kenzo, Kenzo dengan siagap mendudukan adik di sofa yang berhadapan langsung dengan meja kerja nya


Sebentar yah, kakak ambil kotak P3K dulu kamu tunggu disini! Ucap Kenzo brengsiut dari kursi sofa.


Ketrin hanya menganggukan kepalanya, ia masih kaget dengan kejadian barusan.


Kamu itu kalau mau ke kantor bilang, udah tahu indintisa kamu di tutupi. Makanya jangan ngeyel! Gerutu Kenzo kembali fokus mengobati luka Ketrin.


Ketrin hanya mengendus kecil," yah kan aku kasih kejutan buat kakak, eh tiba-tiba datang perempuan langsung jambakk aku. Makanya kalau cari perkerja itu yang benar! Ucap Ketrin yang berniat membela diri nya.


Kenzo hanya mencubit kecil hidung Ketrin karena grmes dengan perkatannya," kamu ini, kalau dibilangin selalu aja ada alasannya."


Terus itu gimana kakak makanya? Tanya Ketrin kembali.


"Soal makanan, kakak udah pesen yang baru. Kamu disini aja dulu, kakak mau keluar sebentar." Ucap Kenzo.


"Hah? Masak kak keluar. Aku disini juga karena kepingin ketemu kakak, kalau kakak keluar aku pulang deh." Ucap Ketrin.


Gak, kamu tetap disini. Nantik ada kak Andini yang akan sama Naureen yang akan temani kamu. Ucap Kenzo.


Beneran kak? Tanya Ketrin kembali untuk memastikan.


Iya, kakak hubungi dulu kak Andini. Jawab Kenzo.


plak

__ADS_1


Kamu apaan sih dek, pakek pukul kakak." Ringis Kenzo kala Ketrin memulul lengan Kenzo.


Kalau belum dihubungi, yah belum pasti kak. Gimana sih! Gerutuk Ketrin.


Kenzo hanya tertawa kikuk" dasar kak Ken! Gumam Ketrin saat melihat sang kakak.


Ow iya kak, kakak dari mana tahu kalau aku ada di perusahaan? Tanya Ketrin.


Kenzo hanya tersenyum kecil, ia mengingat kembali saat ia mengetahui bahwa sang adik ada di kantor nya.


Tuk-tuk-tuk


pintu ruangan Kenzo di ketuk dari luar, Kenzo yang mendengar itu mengalihkan antenisnya ke arah pintu.


Masuk," sahut Kenzo.


Maaf mengangu pak Kenzo, saya ingin memberikan berkas yang harus di cek dan di tanda tangani." Ucap sang sekertaris.


Taru disitu. Ucap Kenzo singkat.


Sang sekartaris hanya menuruti sang bos nya," maaf pak saya juga ingin memberi tahu bahwa ada keributan di bawah."


"Keributan? Tanya kenzo yang berniat untuk memastikan.


"Betul pak, dibawah sedeng terjadi keributan. Saya dengar buk Riana dengan seorang wanita yang berniat ingin bertemu dengan bapak." Jawab sang sekartaris.

__ADS_1


Siapa wanita yang sedang bertengkar dengan Riana gumam Kenzo.


"Oke, kamu ikut saya." Titah Kenzo, ia beranjak dari tempat duduk kebesaran kebesaran nya.


Sang sekartaris hanya mengangukan kepala, ia mengikuti Kenzo yang berjalan terlebih dahulu.


Saat sampai dibawah, Kenzo melihat Riana dan wanita yang kata nya ingin bertemu dengan diri nya.


Kenzo begitu terkejut kala melihat wanita yang ingin menemui diri nya ternyata adiknya Ketrin.


Mata Kenzo metotot merah kala melihat sang adik di perlakukan tidak baik.


"DIA ADIK SAYA! Terik Kenzo saat dirinya sudah tak tahan menahan emosinya.


Kenzo berjalan cepat berniat ingin menghampiri Ketrin yang sudah menangis kecil.


"Gitu cerita nya dek, kamu udah dibilangin suruh chat kakak dulu," ucap Kenzo.


"Iya kak, udah cepatan sekarang kakak kabarain kak Andini suruh kesini bawak Nauren." Ucap Ketrin.


Iya dek, sebentar yah. Kamu tunggu disini." Ucap Kenzo.


Ketrin hanya menganguk-angukan kepala nya, Kenzo berengsiut pergi untuk menghubingi Andin.


Di tempat Andin *

__ADS_1


Tapi Gue juga udah mulai maafin Kenzo, gue gak boleh egois masih ada Naureen yang butuh kenzo. Ucap Andini.


Gue banga banget punya sahabat kayak lo Andin, lo emang wanita yang kuat. Jujur gue kaget banget waktu lo cerita, tapi lo wanita langka Andini. Lo bisa mengadapinya dengan tegar dan kuat, dan lo wanita yang bisa memaafkan pria yang notabene nya sudah mengambil mahkota lo." Ucap Jesika sembari tersenyum manis kearah Andin.


__ADS_2