Semalam Dengan Mafia

Semalam Dengan Mafia
Kerumah Kenzo


__ADS_3

Hartawan hanya diam, ia menatap Naureen yang notabenenya anak dari anaknya. Ia sudah mempunyai cucu yang begitu cantik dan imut.


"Mom, mereka berdua ini siapa? Tanya Naureen yang posisinya sekarang sedang di gendong oleh Andini.


"Sayang, ini orang tua Daddy. Jadi Naureen panggil mereka Opah sama Omah juga." Ucap Andini yang di balas anggukkan oleh Naureen.


"Halo Naureen, how are you sayang?


"Hai Omah, i'm fine Omah."


Hartawan yang melihat itu tersenyum tipis setipisnya, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Kenzo. " Pah, apa Papah tidak ingin berkenalan dengan menantu dan Cucu Papah?


"Hai Andini, Naureen. Saya Hartawan Wirayudha."


"Hai Pah atau Opah." Ucap Andin dan Naureen kompak.


"Ya sudah Pah, Mah lebih baik kita bicara nanti di rumah, kalau disini kurang nyaman." Ucap Kenzo yang diangguki oleh mereka semua.


Bergegas mereka meninggalkan banda menuju kediaman Kenzo, Kenzo melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.




Kini mobil Kenzo sudah terparkir di kediamannya, rumah nak istana yang dulunya di diami oleh 2 adik kakak, tap kini sekarang sudah bertambah.


"Papah, Mamah." Teriak Ketrin saat semua berada di ruang tamu.


Hartawan dan Rosa hanya tersenyum, Ketrin dengan tergesa-gesa menghampirinya dan memeluk Hartawan dan Rosa. " Aku kangen sama Papah dan Mamah, i miss you Pah, Mah."


"Uhhh sayang, I miss you too untuk putri Mamah ini."


"I miss you too sayang, kamu gmna kabarnya?


"Aku baik Mah, sangat baik. Kak Kenzo menjaga aku dengan sangat baik."


"Syukurlah, kalian berdua selalu akur. Yaduh kita duduk dulu yah, ada yang mau di bicarain sama Papah dan Mamah serta Kak Ken." Ucap Rosa.


Ketrin mengerutkan dahinya kala melihat Andini dan Naureen." Kak Ken ini bukannya Kak Andini pemilik butik Kanees' Shop. Ada apa kesini? Bisik Ketrin.

__ADS_1


Kenzo hanya tersenyum tipis, ia mengusap pucuk rambut Ketrin." Kamu duduk dulu yah, nanti Kakak ceritakan semuanya."


Ketrin hanya mengangguk paham, sedangkan Kenzo. Ia menatap Andini yang sedang menunduk, mungkin rasa tidak tenang menghantuinya. " Tenanglah, keluargaku tidak menggigit mu." Ucap Kenzo sembari terkekeh kecil.


"Kau ini Ken, ada-ada saja. Andini, sini sayang kamu duduk di dekat Mamah." Ucap Rosa.


Andini hanya mengangguk, ia berjalan menuju sofa yang bersebelahan dengan Rosa, semua sudah berada di posisi duduk masing-masing.


"Dek, apa kamu siap dengar cerita Kakak?


"Emang kenapa sih Kak, udah deh sekarang Kakak cerita aja."


Akhirnya Kenzo menceritakan kembali masa 7 tahun yang lalu, ia menceritakannya di depan semua. Kecuali Naureen, ia sudah di bawa oleh pembantu untuk menghindari pembicaraan serius ini.


Ketrin yang mendengar itu berusana untuk terlihat baik, ia meneloh Andini yang sudah meneteskan air mata. Buru-buru dirinya menghapusnya. Tanpa sepengetahuan mereka, Ketrin dengan kuat meremas baju nya karna menahan sakit di hatinya setelah mendengar cerita Kakaknya.


"Dek!." Lirih Kenzo.


Ketrin hanya tersenyum tipis, ia beranjak dari posisi duduknya berniat menghampiri Andini yang sedang di rangkul oleh Rosa, Mamah nya.


"Kak Andini, aku sebagai Adik dari Kak Ken. Ingin minta maaf sebesar-besar atas perbuatan Kak Ken, aku tahu bagaimana perasaan Kak Andini saat itu. Tapi aku percaya, Kak Andini orang yang tegar, Kak Andini wanita yang kuat. Nyatanya Kak Andini bisa menghadapi semuanya hingga sekarang, maafkan Kak Ken yah." Ucap Ketrin sembari memegang erat lengan Andini.


Ketrin hanya mengangguk paham, ia beralih menatap Kenzo yang menatapnya sendu. "Kak Ken, aku mau Kakak bertanggung jawab. Aku tahu, Kakak seorang pria yang bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya." Ucap Ketrin sembari tersenyum tipis.


"Pasti Dek, Kakak akan bertanggung jawab atas perbuatan Kakak. Kamu ga-----?


Ketrin menggeleng pelan," tenang Kak."


Hartawan dan Rosa menatap Andini yang sudah terisak menangis." Andini, saya dan istri saya meminta maaf atas perbuatan Kenzo. Kami tahu, ini semua pasti berat untuk kamu, tapi kami percaya kamu wanita yang baik." Ucap Hartawan yang kini beralih duduk di samping Andini.


Kini Andini berada di tengah-tengah Rosa dan Hatawan," Pah, Mah. Aku akan berusaha, aku ingin memperbaiki semuanya. Semuanya dari awal,caku ingin melupakan kejadian 7 tahun yang lalu." Ucap Andini.


Hartawan dan Rosa saling melempar senyum, mereka memeluk erat tubuh menantunnya. Kini suasana di ruang tamu menjadi haru karena sekarang, keluarga Kenzo telah meminta maaf.


"Ya rabb, ternyata begitu tenang jika aku memaafkan kesalahan orang. Aku akan memulainya dengan lembaran baru hari ini, orang tua Kenzo menerima aku dan Naureen dengan sangat baik." Ucap Andini dalam hati.


"Aduh kok jadi melow gini sih, Pah Mah kapan pernikahan Kak Ken dan Kak Andini akan di laksanakan? Tanya Ketrin.


"Nanti Papah dan Mamah akan bicara dulu dengan keluarga Andini, kita harus meminta maaf terlebih dahulu. Andini, apakah tidak keberatan jika kami berkunjung ke rumah kamu?

__ADS_1


"Tidak Pah, sama sekali tidak keberatan." Ucap Andini.


"Yaudh Pah, Mah, Kak aku mau ke belakang dulu. Mau cari keponakan aku." Ucap Ketrin.


Mereka semua menganggukkan kepalanya, Ketrin berlalu pergi dari ruang tamu. Saat ia berbalik, senyumnya seketika pudar, berganti dengan mata sendu.


\=\= \=\= \=\= \=\=


"Hai Naureen." Sapa Ketrin.


"Hai tante." Balas Naureen.


Naureen di bawa oleh pembantu Kenzo ke kolam renang, udaranya yang sejuk pasti membuat Naureen nyaman.


"Kamu lucu sekali, keponakan tante emang cantik." Puji Ketrin.


"Thank you tante, tante juga cantik." Puji balik Naureen.


"You're welcome sayang." Ucap Ketrin sembari terkekeh kecil.


Kini Ketrin menemani Naureen bermain di tepi kolam renang, selain ingin dekat dengan keponakannya ia juga ingin menenangkan hatinya yang terasa begitu sakit.


Sedangkan yang berada di ruang tamu, mereka saling asik mengobrol. Suasana begitu tenang dan nyaman, semoga tetap seperti ini!.




Kini semua sudah berada di meja makan berniat untuk makan malam. Terlihat wajah bahagia dari semuanya.


Semua menikmati makanannya dengan tenang tanpa bersuara, hari yang hampir malam membuat Andini dan Naureen harus segera pulang.


"Mommy senang sayang, kamu bisa sebahagia ini. Mommy akan terus membuat kamu bahagia." Ucap Andini dalam hati.


Setelah makan malam selesai, Andini dan Naureen bepamitan untuk pulang karna tidak ingin pulang terlalu malam.


"Pah, Mah, Ket aku pamit dulu. Terima kasih atas semuanya." Ucap Andini.


"Sama-sama sayang, seharusnya kami yang berterima kasih kepada kamu, Andini. Terima kasih sudah mau memberi Kenzo kesempatan.

__ADS_1


__ADS_2